Postingan

(Renungan) Salib Hari Ini, Rahmat Hari Ini

Gambar
Salib Hari Ini, Rahmat Hari Ini (Betsy Lilikwargawidjaja) “Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”   (Luk. 9:23) Kalender Liturgi Kamis, 19 Februari 2025 Hari Kamis sesudah Rabu Abu Bacaan Pertama: Ul.  30:15-20 Mazmur Tanggapan: Mzm. 1:1-2.3.4.6 Bacaan Injil: Luk. 9:22-25 Saat itu, anak saya sedang menghadapi kesulitan dalam simulasi tesisnya. Dengan suara pelan, ia berkata bahwa semuanya terasa seperti berjalan di tempat. Wajahnya menunjukkan keputusasaan yang sulit ia sembunyikan. Setibanya di rumah, ia langsung membuka laptop dan bermain game, untuk melupakan keputusasaannya. Saya memahaminya, namun dengan suara lembut, saya mencoba menasehatinya agar mencoba kembali simulasinya dan membuat tanda salib sebelum mengerjakannya. Walau nampak kesal, ia mengikuti saran saya dan mulai mengerjakan tugasnya. Malam itu ia memang lelah. Namun, ada ketenangan baru di hatinya, karena ia tidak lari dari tanggung...

(Video) Koyakkanlah Hatimu!

Gambar
Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.  

(Renungan) Koyakkanlah Hatimu

Gambar
Koyakkanlah Hatimu (Inovi Isdiyantoro) Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu,  sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Ia menyesal atas malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. (Yl. 2:13) Kalender Liturgi Rabu, 18 Februari 2026 Hari Rabu Abu Bacaan Pertama: Yl. 2:12-18 Mazmur Tanggapan: Mzm. 51:3-4.5-6ab.12-13.14.17 Bacaan Kedua: 2Kor. 5:20-6:2 Bacaan Injil: Mat. 6:1-6.16-18 Bacaan liturgi hari ini mengajak kita untuk memasuki masa Prapaskah dengan diawali hari ini, Rabu Abu. Abu adalah tanda pertobatan. Kitab Suci mengisahkan abu sebagai tanda pertobatan, seperti pada pertobatan Niniwe (Yun. 3:6). Kita diingatkan bahwa kita diciptakan dari debu tanah (Kej. 2:7) dan suatu saat nanti kita akan mati dan kembali menjadi debu. Oleh karena itu, pada saat menerima abu di gereja, kita mendengar ucapan dari romo, “Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil.” Nabi Yoel dalam bacaan pertama dengan sangat tegas mengatakan, “K...

(Renungan) Munafik dan Ambisius, Ga OK ah

Gambar
Munafik dan Ambisius, Ga OK ah (K. Cecilia Yanti) Yesus memperingatkan mereka, “Hati-hati dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi  dan ragi Herodes.” (Mrk. 8:15) Kalender Liturgi Selasa, 17 Februari 2026 Bacaan Pertama: Yak. 1:12-18  Mazmur Tanggapan: Mzm. 94:12-13a.14-15.18-19 Bacaan Injil: Mrk. 8:14-21 Dalam pembuatan roti, ragi berfungsi sebagai pengembang yang membuat adonan mengembang dan menjadi lembut. Namun, dalam Injil hari ini, Yesus justru memperingatkan para murid-Nya untuk waspada terhadap 'ragi' orang Farisi dan 'ragi' Herodes. Ragi orang Farisi melambangkan kemunafikan dan kepura-puraan. Kaum Farisi sangat menekankan ibadah lahiriah dan ketaatan pada aturan-aturan hukum Taurat, tetapi sering kali mengabaikan sikap batin dan nilai rohani yang lebih mendasar. Mereka lebih mengutamakan kekudusan ritual daripada kekudusan moral. Padahal yang terakhir inilah yang sesungguhnya jauh lebih penting. Sementara itu, ragi Herodes melambangkan semangat keduniawian...

(Video) Munafik dan Ambisius, Ga OK ah

Gambar
Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Renungan) Iman Sejati Tidak Tergantung pada Tanda

Gambar
Iman Sejati Tidak Tergantung pada Tanda (Dyah Budiwati) Lalu mendesahlah Ia dalam hati-Nya dan berkata, “Mengapa orang-orang zaman ini meminta tanda? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kepada orang-orang ini sekali-kali tidak akan  diberi tanda.”  (Mrk 8:12) Kalender Liturgi Senin, 16 Februari 2026 Bacaan Pertama: Yak 1:1-11 Mazmur Tanggapan: Mzm 119:67,68,71,72,75,76 Bacaan Injil: Mrk 8:11-13 Penginjil Markus menuliskan kisah tentang orang Farisi yang meminta tanda dari surga untuk memastikan apakah Yesus sungguh Mesias yang dijanjikan Allah. Namun, permintaan itu bukan lahir dari iman, melainkan untuk mencobai dan bahkan menyalahkan Yesus bila jawaban-Nya tidak sesuai dengan pikiran mereka. Yesus, yang mengetahui isi hati manusia, mengeluh atas kedegilan hati mereka dan berkata bahwa angkatan ini tidak akan diberi tanda. Ia pun meninggalkan mereka, sebab Ia tahu bahwa mereka tidak akan percaya. Dengan demikian orang Farisi kehilangan kesempatan menerima kehadiran Yesus karen...