Postingan

(Renungan) 'GPS' Tuhan dalam Ketaatan

Gambar
'GPS' Tuhan dalam Ketaatan (F.D. Henny Dwi Widyasari) Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. (Kis. 16:10) Kalender Liturgi Sabtu, 9 Mei 2026 Bacaan Pertama: Kis. 16:1-10 Mazmur Tanggapan: Mzm. 100:1-2.3.5 Bacaan Injil: Yoh. 15:18-21   Bayangkan menjadi Timotius: muda, bersemangat, namun tiba-tiba dilarang Roh Kudus masuk ke wilayah tertentu (Kis. 16:6-7). Rencana berantakan, membingungkan, dan aroma kegagalan tercium. Setelah berhari-hari didera ketidakpastian-pintu ke Asia tertutup dan jalan ke Bitinia pun terhalang.  Malam itu di Troas menjadi titik balik yang menentukan. Saat Paulus terjaga, terbayang sosok pria Makedonia dalam penglihatannya. Kis. 16:10 mencatat sebuah transisi kata ganti yang luar biasa: dari 'mereka' menjadi 'kami'. Lukas, sang penulis, rup...

(Video) Merajut Persahabatan dengan Tuhan

Gambar
 Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Renungan) Merajut Persahabatan dengan Tuhan

Gambar
Merajut Persahabatan dengan Tuhan (Lyli Herijanto) Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. (Yoh. 15:14) Kalender Liturgi Jumat, 8 Mei 2026 Bacaan Pertama: Kis. 15:22-31 Mazmur Tanggapan: Mzm. 57:8-9.10-12 Bacaan Injil: Yoh. 15:12-17 William A. Barry, SJ., dalam bukunya Friendship Like No Other  mengungkapkan gagasan manis, bahwa Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri 'untuk persahabatan dengan diri-Nya dan satu sama lain'. Kita mungkin akan terbantu dalam merenungkan gagasan persahabatan dengan Tuhan dengan memikirkan persahabatan kita dengan orang lain. Injil hari ini menggambarkan persahabatan sebagai model relasi timbal balik antarpribadi, dengan 'kasih' sebagai fondasinya. Kasih menjadi penentu dalam persahabatan, hingga Yesus memberikan perintah baru untuk mengasihi satu sama lain, “Seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh. 15:12). Kasih memiliki kekuatan luar biasa; tidak hanya mencakup perasaan cinta, sayang, su...

(Renungan) Tinggal di dalam Kasih Allah

Tinggal di dalam Kasih Allah (Fransiscus Haryanto) “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu.  Tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (Yoh. 15:9) Kalender Liturgi Kamis, 7 Mei 2026 Bacaan Pertama: Kis. 15: 7-21 Mazmur Tanggapan: Mzm. 96:1-2a.2b-3.10 Bacaan Injil: Yoh. 15:9-11 Perintah saling mengasihi adalah pokok utama ajaran Katolik. Mengasihi Allah dan sesama adalah perintah pertama dalam Sepuluh Perintah Allah. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan agar kita saling mengasihi, seperti Bapa telah mengasihi  Yesus dan Yesus mengasihi kita sebagai manusia ciptaan-Nya. Karena kasih-Nya yang begitu besar, Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Untuk memperoleh kasih Yesus, kita harus tinggal di dalam Dia, menaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya, sehingga kita menjadi semakin serupa dengan Allah dan nama Allah semakin dimuliakan. Dalam melaksanakan pelayanan di paroki, kita acap kali tidak dapat menghindari perdebatan perbed...

(Renungan) Providentia Dei (Penyelenggaraan Illahi)

Gambar
Providentia Dei (Penyelenggaraan Illahi)  (Titus S.J.) Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah tukang kebunnya.  Setiap carang pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap carang yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (Yoh. 15:1-2) Kalender Liturgi, Rabu, 6 Mei 2026 Bacaan Pertama: Kis. 15:1-6 Mazmur Tanggapan: Mzm. 122:1-2.3-4a.4b-5 Bacaan Injil: Yoh. 15:1-8 Awalnya Yesus bercerita tentang pokok anggur dan pengusahanya. Ranting yang tidak berbuah, berbuah, dan sudah bersih. Kemudian tentang tinggal di dalam 'Aku'. Yang tinggal, ia berbuah banyak, yang tidak tinggal dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Akhirnya, jika tinggal di dalam 'Aku', minta apa saja akan menerimanya. Jika kamu berbuah banyak kamu adalah 'murid-Ku' dan 'Bapa-Ku' dimuliakan. Kisah ini bertolak dari pokok anggur dan pengusahanya. Pengusaha kebun anggur memotong cabang dan ranting yang mati, agar pokok anggur dapat menghasilkan lebih banyak buah....

(Renungan) Damai Sejahtera Versi Dunia atau Versi Tuhan Yesus

Gambar
Damai Sejahtera Versi Dunia atau Versi Tuhan Yesus  (Yoseph dan Caroline Pandisurya) Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. (Yoh. 14:27a) Kalender Liturgi Selasa 5 Mei 2026 Bacaan Pertama: Kis. 14:19-28 Mazmur Tanggapan: Mzm. 145:10-11.12-13ab.21 Bacaan Injil: Yoh. 14:27-31a Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mencari damai sejahtera, yaitu melalui keadaan yang nyaman, keuangan cukup, relasi harmonis, atau tubuh sehat. Namun, Yohanes mengingatkan kita bahwa damai sejahtera yang sejati tidak berasal dari dunia ini (Yoh. 14:27). Yesus berkata, “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan Aku memberi kepadamu tidak seperti dunia memberi.” Kalimat ini sangat dalam maknanya. Dunia memberikan damai yang bersyarat: selama situasi berjalan baik, kita merasa damai. Tetapi begitu masalah datang, penyakit, kehilangan, konflik, damai itu langsung hilang. Sebaliknya, damai yang Yesus berikan bersifat kekal dan tidak tergantung situasi. Damai ini lahir dari hubungan personal dengan-Nya. Bahkan...