Postingan

(Renungan) Menyadari Penyertaan Tuhan

Gambar
Menyadari Penyertaan Tuhan (A.M.A. Reni Utami) ”Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.” (Kis. 12:11) Kalender Liturgi Senin, 29 Juni 2026 Hari Raya S. Petrus dan Paulus, Rasul Bacaan Pertama: Kis. 12:1-11 Mazmur Tanggapan: Mzm. 34:2-3.4-5.6-7.8-9 Bacaan Kedua: 2Tim. 4:6-8.17-18 Bacaan Injil: Mat. 16:13-19 Dalam perikop ini ada dua kisah yang sangat penting bagi iman kita. Pertama, kematian rasul Yakobus, saudara Yohanes, sebagai saksi Kristus. Kedua, penahanan Petrus atas perintah Herodes Agripa yang saat itu memerintah sebagai raja di wilayah Yudea. Penganiayaan terhadap murid-murid Yesus terus berlanjut. Gerakan yang tadinya digerakkan oleh kaum rohaniwan sekarang tidak lagi bertindak sendiri, tetapi didukung oleh Raja Herodes. Herodes ingin menyenangkan orang Yahudi yang membenci pengikut Yesus dengan cara mulai bertindak keras terhadap jemaat dan para ra...

(Renungan) Allah Bekerja dalam Kesetiaan yang Sunyi

Gambar
Allah Bekerja dalam Kesetiaan yang Sunyi (Irene Purnomo) Berkatalah Elisa, “Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau akan mendekap seorang anak laki-laki.”  (2Raj. 4:16a) Kalender Liturgi Minggu, 28 Juni 2026 Bacaan Pertama: 2Raj. 4:8-11.14-16a Mazmur Tanggapan: Mzm. 89:2-3.16-17.18-19 Bacaan Kedua: Rom. 6:3-4.8-11 Bacaan Injil: Mat. 10:37-42 Kitab 2Raja-Raja ini berkisah tentang seorang perempuan Sunem yang berjumpa dengan Nabi Elisa. Ia mampu mengenali bahwa Elisa adalah abdi Allah. Karena itu, ia membuka rumahnya, bahkan membangun sebuah kamar kecil lengkap dengan perabotannya agar Elisa dapat tinggal di sana. Sesungguhnya, ia bukan hanya membuka rumahnya, tetapi juga membuka hatinya bagi Tuhan. Namun di balik kebaikannya, tersimpan kenyataan hidup yang tidak mudah. Ia tidak mempunyai anak. Pada zaman itu, perempuan yang tidak memiliki anak sering dipandang tidak diberkati, bahkan dianggap membawa aib. Menariknya, perempuan ini tidak pernah mengungkapkan kepedihannya. Ia...

(Video) Allah Bekerja dalam Kesetiaan yang Sunyi

Gambar
  Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Renungan) Yakin Benar Mengalahkan Logika

Gambar
Y akin Benar Mengalahkan Logika (Grace Th. Supit) "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” (Mat. 8:13) Kalender Liturgi Sabtu, 27 Juni 2026 Bacaan Pertama : Rat. 2:2.10-14.18-19 Mazmur Tanggapan : Mzm. 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21 Bacaan Injil : Mat. 8:5-17 Dalam Injil hari ini, Yesus berkata kepada perwira itu, "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Pada saat itu juga sembuhlah hambanya (Mat. 8:13). Yesus menunjukkan kasih yang selalu siap menyembuhkan dan mengampuni orang yang mau bertobat. Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Kita harus yakin bahwa Yesus sanggup melakukan perkara-perkara yang kita hadapi. Sekitar Maret 2013, tiba-tiba bahu kananku kebas kemudian sekejap saja tiga perempat kepala pun mati rasa. Ketika tensi diukur, angka sudah di 210/109. Aku segera dibawa ke UGD karena sudah tak berdaya. Para suster rumah sakit sibuk memasang berbagai alat dan alat tensi menunjukkan angka 239/132, sehingga la...

(Video) Yakin Benar Mengalahkan Logika

Gambar
  Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Video) Yesus Memulihkan yang Tersingkir

Gambar
  Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Renungan) Yesus Memulihkan yang Tersingkir

Gambar
Yesus Memulihkan yang Tersingkir (Rm. Hardijantan Dermawan, Pr) Yesus mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu dan berkata, “Aku mau, jadilah tahir” (Mat. 8:3a) Kalender Liturgi Jumat, 26 Juni 2026 Bacaan Pertama: 2Raj. 25:1-12 Mazmur Tanggapan: Mzm. 137:1-2.3.4-5.6 Bacaan Injil: Mat. 8:1-4 Lalu Yesus turun dari bukit. Sekarang Ia diikuti oleh banyak orang. Nah, Ia menghadapi realitas sesungguhnya, seorang penyakit kulit yang menajiskan, dinamakan sakit kusta. Penyakit itu membuat orang tidak bisa masuk ke rumah ibadat, Sinagoga, apalagi Bait Allah. Penyakit yang membuat orang mengalami kesendirian, kesepian, penolakan, disingkirkan dan dibuang dari komunitas yang sehat. Ia putus asa. Padahal yang lain bisa masuk, bahkan orang kerasukan pun diizinkan. Satu-satunya pertolongan adalah Yesus. Si kusta datang dan memohon, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat menahirkan aku.” Masakan Yesus tidak mau menyembuhkan padahal orang itu sudah memohonnya dengan rendah hati? Bukankah Ia baru saja men...