Postingan

(Renungan) Melihat secara Imani

Gambar
Melihat secara Imani (Marcellus Nur Basah) Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya secara tersendiri dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.” (Luk. 10:23) Kalender Liturgi Sabtu, 3 Oktober 2026 Bacaan Pertama: Ayb. 42:1-3.5-6.12-16. Mazmur Tanggapan: Mzm.119: 66.71.75.91.125.130 Bacaan Injil: Luk.10:17-24 Ada hal Ilahi yang bisa dilihat oleh para murid. Hanya saja, mata melihat ini bukan melihat dengan cara pandang insani biasa. Tetapi melihat secara imani. Orang yang sudah dibaptis juga memiliki karunia melihat secara imani itu. Contohnya, orang Katolik saat memandang Hosti yang sudah dikonsekrasi, ia melihat Tuhan. ‘Mata’ yang dikatakan Tuhan Yesus berbahagia, bukanlah sekedar melihat situasi dunia. Tetapi itu anugerah yang menumbuhkan syukur karena sadar besarnya kasih Tuhan yang dinyatakan kepadanya. Saya pernah ziarah jalan kaki sendiri dari Yogya ke Sendangsono. Dari Yogya sore hari tanpa bekal apa pun. Saya niatkan begitu dalam doa ziarah...

(Renungan) Jiwa Sederhana seperti Anak Kecil

Jiwa Sederhana seperti Anak Kecil (Katarina Teny Noviarty) “Ingatlah, jangan menganggap rendah salah seorang dari yang kecil ini. Sebab, Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.” (Mat. 18:10) Kalender Liturgi Jumat, 2 Oktober 2026 PW. Para Malaikat Pelindung Bacaan Pertama: Kel.23:20-23a                              Mazmur Tanggapan: Mzm. 91:1-2.3-4.5-6.10-11.                          Bacaan Injil: Mat.18:1-5.10 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya, "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?" (ay. 1).  Yesus menjawab, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Surga." (ay. 3). Dijelaskan oleh Yesus untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, manusia harus bertobat dan dan memi...

(Renungan) Besar karena Rendah Hati

Gambar
Besar karena Rendah Hati (Betsy Lilikwargawidjaja) "Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga." (Mat. 18:4) Kalender Liturgi Kamis, 1 Oktober 2026 Pesta S. Teresia dari Kanak-kanak Yesus Bacaan Pertama: Yes. 66:10-14b Mazmur Tanggapan: Mzm. 131:1.2.3 Bacaan Injil: Mat. 18:1-5 Dalam Mat. 18:1-5, para murid bertanya kepada Yesus, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Mereka mungkin membayangkan bahwa orang terbesar adalah orang yang paling hebat, paling berkuasa, atau paling dihormati. Namun, Yesus justru memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Yesus mengajarkan bahwa besar di hadapan Allah tidak ditentukan oleh kedudukan atau kehebatan manusia, melainkan oleh kerendahan hati dan ketulusan hati untuk bergantung kepada-Nya. Menjadi seperti anak kecil bukan berarti memiliki pemikiran yang kekanak-kanakan. (lih. 1Kor. 14:20) dan tidak mudah diombang-ambing...

(Renungan) Jangan Menoleh ke Belakang

Gambar
Jangan Menoleh ke Belakang  (Inovi Isdiyantoro) Yesus berkata kepadanya, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Luk. 9:62) Kalender Liturgi Rabu, 30 September 2026   PW. S. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja Bacaan Pertama: Ayb. 9:1-12.14-16 Mazmur Tanggapan: Mzm. 88:10bc-11.12-13.14-15 Bacaan Injil: Luk. 9:57-62 Pernahkah kita ingin melangkah maju, tetapi hati masih tertinggal di belakang? Saya pernah mengalaminya. Ada masa ketika rencana tidak berjalan seperti yang saya harapkan. Ada kekecewaan, keputusan yang sulit, dan hal-hal yang membuat saya bertanya, “Tuhan, mengapa harus seperti ini?” Saya ingin maju, tetapi pikiran terus kembali ke masa lalu. Seandainya dulu saya memilih berbeda… Seandainya keadaan tidak seperti ini… Sampai saya menyadari, semakin sering saya menoleh ke belakang, semakin sulit saya melihat jalan yang Tuhan sediakan di depan. Yesus berkata, bahwa seorang yang membajak harus melihat ke d...

(Video) Mereka Dipanggil Malaikat Agung

Gambar
  Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Renungan) Mereka Dipanggil Malaikat Agung

Gambar
Mereka Dipanggil Malaikat Agung (Romo Hardijantan Dermawan, Pr.) Lalu kata Yesus kepadanya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun pada Anak Manusia.”  (Yoh. 1:51) Kalender Liturgi Selasa, 29 September 2026 Pesta Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung Bacaan Pertama: Dan. 7:9-10.13-14 Mazmur Tanggapan: Mzm. 138:1-2a.2bc-3.4-5 Bacaan Injil: Yoh. 1:47-51 Pada Pesta Malaikat Agung-Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, Gereja menawarkan bacaan Injil dari Yoh. 1:47-51. Kisah panggilan Natanael, seorang Israel sejati yang duduk merenung di bawah pohon ara. Apa yang sedang ia lakukan? Hatinya gelisah tatkala kawannya, Filipus, mengatakan, “Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam Taurat dan oleh nabi-nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Tanyanya kepada Filipus, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”  Pertanyaan Natanael itu Yesus ketahui. “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raj...

(Renungan) Kerendahan Hati Seorang Anak

Gambar
Kerendahan Hati Seorang Anak (Cecilia Yanti) “Yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (Luk. 9:48b) Kalender Liturgi Senin, 28 September 2026 Bacaan Pertama: Ayb. 1:6-22  Mazmur Tanggapan: Mzm. 17:1.2-3.6-7 Bacaan Injil: Luk. 9:46-50 Dalam bacaan ini, para murid memperdebatkan siapa yang terbesar. Yesus kemudian mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di sisi-Nya. Ia berkata: “Yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”  Yesus membalikkan ukuran dunia. Dunia sering mengukur kebesaran melalui jabatan, kuasa, kekayaan, dan pengaruh. Namun, bagi Yesus kebesaran tampak dalam kerendahan hati, kesediaan melayani, serta kemampuan menerima mereka yang kecil dan tidak diperhitungkan. Menyambut seorang anak dalam nama Yesus berarti menyambut Yesus sendiri, bahkan menyambut Bapa yang mengutus-Nya.  Anak kecil menjadi gambaran hati yang sederhana: tidak mencari kehormatan, tidak sibuk membandingkan diri, dan mau menerima kebaikan dengan ...