Postingan

(Renungan) Pelayanan yang Ekaristis

Gambar
Pelayanan yang Ekaristis (Gregorius Junus) Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya mereka menyajikannya, dan mereka pun menyajikannya kepada orang banyak. (Mrk. 8:6b) Kalender Liturgi Sabtu, 14 Februari 2026 Pw. S. Sirilus, Rahib dan Metodius, Uskup Bacaan Pertama: 1Raj. 12:26-32; 13:33-34 Mazmur Tanggapan: Mzm. 106:6-7a,19-20,21-22 Bacaan Injil: Mrk. 8:1-10 Injil Markus mengisahkan tindakan Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya sebanyak tiga kali. Ketiga peristiwa tersebut adalah: saat Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan (Mrk. 6:41); ketika Yesus memberi makan empat ribu orang dengan tujuh roti dan beberapa ikan (Mrk. 8:6-7); dan pada peristiwa perjamuan Tuhan (Mrk. 14:22). Suatu angka yang menunjukkan betapa pentingnya tindakan Yesus ini.  Setelah Yesus memberikan ajaran dan contoh tindakan pelayanan tersebut, Ia ...

(Renungan) Efata! Terbukalah!

Gambar
Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.  

(Renungan) Efata! Terbukalah!

Gambar
Efata! Terbukalah! (F. Angelina Wiraatmaja) Sambil menengadah ke langit Yesus mendesah dan berkata kepadanya,  “Efata!”, artinya: Terbukalah! (Mrk.7:34) Kalender Liturgi Jumat, 13 Februari 2026 Bacaan Pertama: 1Raj. 11:29-32.12:19 Mazmur Tanggapan: Mzm. 81:10-11ab.12-13.14-15 Bacaan Markus: Mrk. 7:31-37 Dalam kesibukan hidup sehari-hari, pekerjaan, bisnis, gaya hidup, dan berbagai tuntutan, sering kali Tuhan tergeser dari prioritas. Ritme hidup yang padat membuat kita kehilangan ruang untuk hening dan tidak lagi peka mendengarkan bisikan kehendak-Nya. Telinga batin pun dipenuhi kebisingan duniawi hingga kita menjadi tuli secara rohani. Karena itu, seruan Yesus, “Efata! Terbukalah!” menjadi panggilan yang relevan agar hati kita kembali terbuka untuk mendengarkan Firman, memahami kehendak Bapa, dan mewartakan kasih-Nya kepada sesama. Bacaan di atas menunjukkan bahwa Yesus menyembuhkan di wilayah Dekapolis, daerah non-Yahudi, yang menegaskan bahwa rahmat, kasih, dan kuasa-Nya melampau...

(Video) Iman yang Teguh

Gambar
Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.  

(Renungan) Iman yang Teguh

Gambar
Iman yang Teguh (Stephanus Selamat Sunarjo) "Anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." (Mrk. 7:28) Kalender Liturgi Kamis, 12 Februari 2026 Bacaan Pertama: 1Raj. 11: 4-13 Mazmur Tanggapan: Mzm. 106:3-4.35-36.37.40 Bacaan Injil: Mrk. 7:24–30 Perempuan Siro-Fenisia dalam Injil ini, datang dari bangsa, yang oleh bangsa Yahudi dianggap rendah dan tidak pantas menerima perhatian dari rabi besar seperti Yesus. Namun ia tetap datang, bukan dengan tuntutan, melainkan dengan kerendahan hati. Ia bertahan dan jawaban Yesus yang tampak keras tidak membuatnya mundur dan semakin membuat  imannya kuat tak tergoyahkan. Ia percaya bahwa setitik belas kasih Yesus sudah cukup untuk menyelamatkan putrinya. Kisah ini sangat mengena pada saya dan menjadi teguran bagi saya yang sering berdoa dengan sikap menuntut. Saya berdoa dengan memaksa Tuhan, seolah Ia berutang sesuatu kepada saya. Saya menjadi kecewa karena Tuhan tidak mengabulkan doa-doa saya.  Perempuan Si...

(Renungan) Hati-hatilah dengan Hati Kita

Gambar
Hati-hatilah dengan Hati Kita (Thomas Eko)  Kata-Nya lagi, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, (Mrk. 7:20) Kalender Liturgi Rabu, 11 Februari 2026  Bacaan Pertama: 1Raj. 10:1-10  Mazmur Tanggapan: Mzm. 37:5-6.30-31.39-40 Bacaan Injil: Mrk. 7:14-23 Dalam keseharian, saya berinteraksi dengan banyak orang dalam kehidupan dan pekerjaan. Tak jarang terjadi situasi di mana hati dapat terluka atau iri hati dan kemudian jatuh menjadi amarah dan permusuhan. Kita perlu  mawas diri dan menjaga hati kita bersih dari segala yang jahat. Seorang teman bercerita, ia mendapat informasi bahwa beberapa orang dari tim kerjanya sering menghilang dari kantor saat ia rapat di kantor pusat. Setelah ditegur, alih-alih menyadari kesalahan, mereka malah mencari siapa pihak yang melapor. Akhirnya terjadi ketegangan dan permusuhan. Demikian juga yang terjadi dalam hati orang Farisi. Hati orang Farisi telah kotor dengan iri hati, dendam, dan kebebalan. Menolak kebenaran se...