Postingan

(Renungan) Melihat Terang

Gambar
Melihat Terang (Melani Sudhana) Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya,  tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.” (Yoh. 9:3) Kalender Liturgi Minggu, 15 Maret 2026 Hari Minggu Prapaskah IV Bacaan Pertama: 1Sam. 16:1b.6-7.10-13a Mazmur Tanggapan: Mzm. 23:1-3a.3b-4.5.6 Bacaan Kedua: Ef. 5:8-14 Bacaan Injil: Yoh. 9:1-41 Saat seorang anak lahir tak sempurna, sering dikatakan sebagai akibat dosa atau kesalahan orang tua. Begitu pula dengan si buta dalam Injil hari ini. Yesus menegaskan, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.” (Yoh. 9:3) Dalam mukjizat yang terjadi, ada kolaborasi pekerjaan Tuhan dan usaha manusia. Seperti si buta, Yesus mengoleskan lumpur dari campuran ludah-Nya dan tanah ke mata si buta; lalu menyuruhnya membasuh diri di kolam Siloam. Si buta dengan segera melaksanakan perintah-Nya dan dia bisa melihat. Dari kegelapan dia melihat terang dan akhirnya menjadi berani me...

(Video) Melihat Terang

Gambar
  Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Renungan) Doa yang Berkenan di Hadapan Tuhan

Gambar
Doa yang Berkenan di Hadapan Tuhan (Melani Sudhana) Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah  sedangkan orang lain itu tidak. (Luk. 18:14a) Kalender Liturgi Sabtu, 14 Maret 2026 Hari Biasa Pekan Prapaskah III Bacaan Pertama: Hos. 6:1-6 Mazmur Tanggapan: Mzm. 51:3-4.18-19.20-21ab Bacaan Injil: Luk. 18:9-14 Sudah sering Yesus menegur orang Farisi yang suka memamerkan kebenarannya dalam hidup di hadapan Tuhan dan membandingkannya dengan keburukan orang lain. Kali ini, Yesus menegur cara mereka berdoa dengan perumpamaan doa seorang Farisi dan doa seorang pemungut cukai. Seorang Farisi datang ke Bait Allah dan berdoa dengan posisi berdiri. Doa orang Farisi ini bisa dikatakan hanya ada satu kalimat doa saja. Di awal doanya, dia mengucap syukur kepada Allah. Tetapi selanjutnya, hanyalah kesombongan dirinya. Dia membanggakan dan membenarkan cara hidupnya. Dia membanggakan diri dan membandingkan dengan orang-orang yang melanggar hukum seperti perampok, orang lalim, p...

(Video) Doa yang Berkenan di Hadapan Tuhan

Gambar
  Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Renungan) Mengasihi Sesama seperti Diri Sendiri

Gambar
Mengasihi Sesama seperti Diri Sendiri (Verena Istudiyanti Priatmi) "Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri jauh lebih utama daripada semua kurban bakaran dan kurban lainnya." (Mrk. 12:33) Kalender Liturgi Jumat, 13 Maret 2026 Hari Biasa Pekan Prapaskah III Bacaan Pertama: Hos.14:2-10 Mazmur Tanggapan: Mzm.81:6c-8a.8bc-9.10-11ab.14.17 Bacaan Injil: Mrk. 12:28b-34 Mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah inti hukum yang diajarkan Yesus. Hukum ini menjadi yang terutama dan berlaku universal. Kasih sejati tidak berhenti pada kata-kata atau ritual, melainkan nyata dalam cara kita memperlakukan mereka yang lemah, miskin, tersingkir, dan terluka. Kasih kepada sesama tercermin dalam sikap kita terhadap orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung kita, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan atau disabilitas. Di era modern ini, kita ser...

(Video) Mengasihi Sesama seperti Diri Sendiri

Gambar
Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.  

(Renungan) Berjalan Bersama Yesus di Tengah Duka

Gambar
Berjalan Bersama Yesus di Tengah Duka  (Juliana Santoso) “Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”   (Luk. 11:23) Kalender Liturgi Kamis, 12 Maret 2026 Hari Biasa Pekan Prapaskah III Bacaan Pertama: Yer. 7:23-28 Mazmur Tanggapan: Mzm. 95:1-2.6-7.8-9 Bacaan Injil: Luk. 11:14-23 'Kehilangan' sering meninggalkan ruang kosong yang gelap di dalam hati. Empat tahun lalu, di tengah pandemi, aku kehilangan ayahku. Kami tinggal di kota yang berbeda dan jarang bertemu. Saat berita kepergiannya kudengar, aku bahkan tidak berada di Indonesia. Dunia seolah berhenti berputar, sebagian dari diriku ikut pergi bersamanya. Penyesalan datang tanpa henti. Aku menyesal tidak sempat memeluknya di detik-detik terakhir. Aku menyesal karena ayahku baru menjadi Katolik di usia tuanya dan aku belum sempat mendampingi perjalanan imannya. Penyesalan itu begitu dalam. Aku sering datang ke makamnya, berbicara seolah ia ada, memi...