(Renungan) Kamukah Sesamaku Manusia Itu?
Kamukah Sesamaku Manusia Itu? (F.D. Henny Dwi Widyasari) Namun, untuk membenarkan dirinya sendiri orang itu berkata kepada Yesus, “Lalu siapa sesamaku manusia?” (Luk. 10:29) Kalender Liturgi Senin, 5 Oktober 2026 PF. S. Faustina Kowalska, Perawan Bacaan Pertama: Gal. 1:6-12 Mazmur Tanggapan: Mzm.111:1-2.7-9.10c Bacaan Injil: Luk. 10:25-37 Dalam Luk. 10:25–37, pertanyaan ahli Taurat, “Siapakah sesamaku manusia?” menyimpan pencarian akan batas kasih: siapa yang harus dikasihi dan siapa yang boleh diabaikan. Namun, Yesus justru membalik cara pandang itu. Melalui kisah orang Samaria yang murah hati, Yesus menunjukkan bahwa kasih bukan tentang menentukan siapa yang layak menjadi sesama, melainkan tentang kesediaan kita untuk menjadi sesama bagi orang lain. Orang Samaria itu tidak berhenti pada rasa iba. Ia melihat, tergerak oleh belas kasihan, mendekat, membalut luka, membawa orang yang terluka ke tempat aman, merawat, bahkan mengeluarkan biaya. Adalah Santa Faustina Kowals...