Postingan
(Renungan) Kewajiban pada Duniawi dan Surgawi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kewajiban pada Duniawi dan Surgawi (Angelina Meifiani Librianty) Jawab mereka, “Gambar dan nama kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka. “Berikanlah milik kaisar kepada kaisar dan milik Allah kepada Allah." (Mat. 22:21) Kalender Liturgi Minggu, 18 Oktober 2026 Bacaan Pertama: Yes. 45:1.4-6 Mazmur Tanggapan: Mzm. 96:1.3.4-5.7-8.9-10ac Bacaan Kedua: 1Tes. 1:1-5b Bacaan Injil: Mat. 22:15-21 Orang-orang Farisi dan para Herodian datang kepada Yesus dan memuji-Nya dengan kata-kata yang terdengar benar. Namun, di balik pujian tersebut, mereka sebenarnya sedang mencari cara untuk menjebak Yesus melalui sebuah pertanyaan. Pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar merupakan pertanyaan yang sulit. Sejak Roma menduduki Palestina pada tahun 63 M, orang Yahudi diwajibkan membayar pajak per kepala dengan mata uang Romawi. Jika Yesus menolak membayar pajak, Ia dapat dianggap menentang Roma. Sebaliknya, jika Ia mendukungnya, Ia dapat dianggap bekerja sama dengan penguasa yang tidak mereka sukai....
(Renungan) Berani dan Percaya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Berani dan Percaya (Theresia M. M. Inaesih) Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Namun, orang yang menyangkal Aku di depan manusia, akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. (Luk. 12:8-9) Kalender Liturgi Sabtu, 17 Oktober 2026 PW. Santo Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir Bacaan Pertama: Ef. 1:15-23 Mazmur Tanggapan: Mzm. 8:2-3a.4-5.6-7 Bacaan Injil: Luk. 12:8-12 Membaca kisah orang orang kudus, khususnya Santo Ignasius dari Antiokhia, yang kita peringati hari ini sebagai peringatan wajib, membuat saya merenung lebih dalam. Kecintaannya kepada Kristus menjadikan ia begitu berani mempertahankan iman. Ia menolak untuk menyangkal Yesus, sehingga akhirnya dijadikan mangsa singa-singa buas. Kesetiaan akan imannya tercermin dalam kata-kata: “Aku adalah gandum Allah, dan aku digiling oleh gigi binatang buas agar menjadi roti yang murni bagi Kristus.” Ungkapan ini memiliki makn...
(Renungan) Rencana Kekal Allah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rencana Kekal Allah (A.M.A. Reni Utami) Di dalam Dialah kami diberi warisan - kita yang dari semula sudah dipilih-Nya sesuai dengan maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya - supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya (Ef. 1:11-12) Kalender Liturgi Jumat, 16 Oktober 2026 PF. S. Margareta Maria Alacoque Bacaan Pertama: Ef. 1:11-14 Mazmur Tanggapan: Mzm. 33:1-2.4-5.12-13 Bacaan Injil: Luk. 12:1-7 Allah telah memilih sebagian orang dari sekumpulan besar umat manusia untuk menerima berkat-berkat yang merupakan misteri Allah. Pemilihan ini disebut predestinasi, yaitu penentuan dari semula bahwa mereka dipilih dalam kebijaksanaan Allah dari sejak kekekalan. Predestinasi menunjuk pada pengangkatan menjadi anak-anak-Nya dan dengan demikian memiliki hak dan warisan sebagai anak. Tujuan Paulus menulis surat ini adalah mengingatkan mereka, bahwa kita semua ditentukan Allah setur...
(Renungan) Aku Tidak Pernah Kebetulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku Tidak Pernah Kebetulan (Irene Purnomo) Sebab, di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (Ef. 1:4) Kalender Liturgi Kamis, 15 Okt 2026 Bacaan Pertama: Ef. 1:1-10 Mazmur Tanggapan: Mzm. 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6 Bacaan Injil: Luk 11:47-54 Pernahkah kita bertanya, “Mengapa Tuhan memilih saya? Apakah saya cukup baik untuk dikasihi Tuhan? Apakah hidup saya berarti bagi-Nya?” Santo Paulus hari ini mengingatkan bahwa Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Sebelum kita mengenal Tuhan, Ia sudah lebih dahulu mengenal dan mengasihi kita; karena itu, keberadaan kita bukan kebetulan bagi Allah. Sering kali kita menilai diri berdasarkan keberhasilan dan kegagalan. Ketika berhasil, kita merasa berharga; sebaliknya ketika gagal, kita merasa tidak berarti. Padahal nilai diri kita tidak ditentukan prestasi, jabatan, usia, ataupun penilaian orang lain. Nilai diri kita berakar pada kasih Allah. Kita berharga bukan karena...