Postingan

(Renungan) Roti Tak Beragi

Gambar
Roti Tak Beragi (Marlisa) “Tidak tahukah kamu bahwa sedikit ragi membuat seluruh adonan mengembang?” (1Kor. 5:6b) Kalender Liturgi Senin, 7 September 2026 Bacaan Pertama: 1Kor. 5:1-8 Mazmur Tanggapan: Mzm. 5:5-6.7.12 Bacaan Injil: Luk. 6:6-11 Rasul Paulus mengajak umat beriman untuk senantiasa hidup dalam kemurnian. Ia menggunakan gambaran roti tak beragi yang dalam tradisi Paskah melambangkan kemurnian dan hidup yang berkenan kepada Allah. “Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.” (lih.1Kor. 5:8) Ragi menjadi simbol dosa dan pengaruh buruk yang dapat merusak kehidupan. Rasul Paulus mengingatkan bahwa sedikit ragi dapat membuat seluruh adonan mengembang. Demikian pula dosa yang kecil, jika terus dibiarkan dan dianggap biasa, lama-lama dapat merusak seluruh kehidupan rohani. Kelemahan dan kelalaian dapat berubah menjadi kebiasaan buruk, dan dapat me...

(Video) Empat Mata Satu Firman

Gambar
  Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Renungan) Empat Mata Satu Firman

Gambar
Empat Mata Satu Firman (Angelika Endang) “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatkannya kembali.” (Mat. 18:15) Bacaan Liturgi Minggu, 6 September 2026 Bacaan Pertama: Yeh. 33:7-9 Mazmur Tanggapan: Mzm.95:1-2.6-7.8-9 Bacaan Kedua: Rm. 13:8-10 Bacaan Injil: Mat. 18:15-20 Sering kali ketika kita dituduh dan dikritik, reaksi kita adalah membela diri dengan amarah karena ingin membuktikan bahwa kita yang benar. Namun, hari ini melalui Injil Mat. 18:15 Yesus mengajarkan suatu cara seni menegur yang berbeda, yaitu menegur dan menyelesaikan kesalahpahaman secara ‘empat mata’. Yesus ingin kita menjaga martabat dan nama baik saudara kita. Teguran bukan ajang penghakiman dan bukan juga suatu kesombongan rohani yang merasa diri lebih suci, tetapi suatu ibadah yang menyelamatkan, merangkul bukan mempermalukan. Seni ini hanya bisa kita lakukan jika kita menghidupi 'satu Firman' yaitu mengenal karakter Kristus yang p...

(Renungan) Motivasi yang Memuliakan Allah

Gambar
Motivasi yang Memuliakan Allah (Nima Sirait)   Kata Yesus lagi kepada mereka, “Anak Manusia adalah Tuan atas hari Sabat.” (Luk. 6:5) Kalender Liturgi Sabtu, 5 September 2026 Bacaan Pertama: 1Kor. 4:6b-15 Mazmur Tanggapan: Mzm.145:17-18.19-20.21 Bacaan Injil: Luk. 6:1-5 Suatu waktu Rei, anak saya, melihat sebuah kecelakaan dalam perjalanannya menuju gereja. Saat itu, ia sedang bergegas untuk bertugas sebagai putra altar.  Rei kemudian menghentikan sepeda motornya. Bersama beberapa orang di sekitar lokasi, ia membantu menangani korban hingga situasi terkendali. Akibatnya, Rei terlambat tiba di gereja dan tidak dapat menjalankan tugasnya.  Saya lalu bertanya, "Apa yang membuatmu memutuskan berhenti? Kamu sebenarnya bisa saja terus melaju dan mengabaikan insiden itu."   Rei menjawab singkat, "Aku ingin melakukan yang benar." Rei sadar keputusannya membuat dia tidak bisa bertugas. Namun, yang ada di benaknya bukan hanya menjadi putra altar yang disiplin, melainkan ba...

(Video) Anggur dan Kantong Baru

Gambar
Klik "BACA SELENGKAPNYA" untuk melihat video ini.

(Renungan) Anggur dan Kantong Baru

Gambar
Anggur dan Kantong Baru (M. Maria Novita) Tetapi anggur yang baru harus dituang dalam kantong yang baru pula. (Luk. 5:38) Kalender Liturgi Jumat, 4 September 2026 Bacaan Pertama: 1Kor. 4:1-5 Mazmur Tanggapan: Mzm. 37:3-6.27-28.39-40 Bacaan Injil: Luk. 5:33-39 Bacaan hari ini, Injil Lukas 5:33-39, mengingatkan kita tentang keimanan seseorang bukan terletak sebatas rutinitas dan keajegan beribadah, melainkan tentang keintiman relasi dengan Tuhan.  Orang Farisi lebih berfokus pada keharusan berpuasa, sementara Yesus menitikberatkan kejujuran saat merasakan dan mengalami kehadiran-Nya, sehingga hidup bersukacita. Dalam keseharian, hal ini diwujudkan lewat memilih berdamai dengan sesama, terlebih kepada diri sendiri dan bersyukur. Kala berada di fase bersusah hati, sedih, cemas, takut, berdosa, di saat itulah kita dapat memilih lebih intens beribadah dan berpuasa untuk menghadirkan Yesus, Sang Mempelai.  Kilas balik pengalaman saya sendiri, ketika saya yakin ada sesuatu yang salah....