Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan

(Renungan) Mengikut Yesus, ke mana?

Gambar
M engikut Yesus, k e Mana? (Rita Clara) Siapa yang melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.   S iapa yang melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. (Yoh. 12:26) Kalendar Liturgi Senin , 10 Agustus 2026 Pesta S. Laurensius B acaan Pertama: 2Kor. 9 : 6-10  Mazmur Tanggapan: Mzm. 112:1-2.5-6.7-8.9  Bacaan I njil:   Yoh. 12:24-26 Yesus mengajarkan bahwa mengikuti-Nya bukan sekadar mengaku percaya, melainkan melayani dengan kasih yang nyata. Kemuliaan yang dijanjikan Bapa tidak diperoleh melalui kekuasaan atau harta, tetapi melalui kesetiaan berjalan bersama Kristus, terutama ketika kita rela mengutamakan sesama yang membutuhkan. Semangat ini tampak indah dalam hidup Santo Laurensius, yang pestanya kita peringati pada hari ini. Saat diminta menyerahkan kekayaan Gereja kepada penguasa Roma, ia terlebih dahulu membagikan seluruh harta itu kepada kaum miskin. Lalu ia menghadapkan mereka kepada penguasa sambil berkata, "Ini...

(Renungan) Jangan Takut

Gambar
Jangan Takut  (Laurentia Linda) “Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!“ (Mat. 14:27) Kalender Liturgi Minggu, 9 Agustus 2026 Bacaan Pertama: 1Raj. 19:9a.11-13a Mazmur Tanggapan: Mzm. 85:9ab-10.11-12.13-14 Bacaan Kedua: Rm. 9:1-5 Bacaan Injil: Mat. 14:22-33 Nabi Elia sedang berada dalam masa yang berat. Ia merasa lelah, takut, dan ingin menyerah. Ketika berada di gunung Horeb, Tuhan menyuruhnya keluar dan berdiri di hadapan-Nya. Datanglah angin besar, gempa bumi, dan api, tetapi Tuhan tidak hadir dalam semuanya itu. Setelahnya terdengar bunyi angin sepoi-sepoi basa, dan di sanalah Elia mengalami kehadiran Tuhan. Dalam bacaan Injil diceritakan kisah ketika angin bertiup kencang dan perahu murid diombang-ambingkan ombak. Di tengah ketakutan, Yesus datang menghampiri mereka sambil berjalan di atas air dan berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Beberapa waktu lalu, saya menghadapi situasi yang membuat hati saya gelisah. Saya terus memikirkan berbagai kemungkinan buruk dan berusaha men...

(Renungan) Iman yang Kecil namun Benar

Gambar
Iman yang Kecil namun Benar  (Erick Stefanus Jahja) Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, ... (Mat. 17:20) Kalendar Liturgi Sabtu, 8 Agustus 2026 Bacaan Pertama: Hab. 1:12-2:4 Mazmur Tanggapan: Mzm. 9:8-9.10-11.12-13 Bacaan Injil: Mat. 17:14-20 Peristiwa pengusiran setan dan penyembuhan atas sakit banyak orang, telah dilakukan oleh Yesus dan para murid-murid-Nya. Namun, dalam peristiwa ini para murid gagal melakukan penyembuhan atas sakit ayan (yang sering disebut kesurupan) yang diderita seorang anak.  Bapak dari anak yang sakit itu menjumpai Yesus saat kembali dari bukit. Dia bersujud dan memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya, karena tidak terjadi penyembuhan oleh para murid Yesus atas anaknya. Yesus menegur para murid yang tidak percaya kepada Allah meski sudah lama bersama Yesus. Diusirlah setan itu dan sembuhlah anak yang sakit itu. Para murid bertanya, kenapa mereka tidak bisa menyembuhkan anak itu? Yesus menjawab, "Karena kamu kurang percaya....

(Renungan) Lepaskan Kelekatan

Gambar
Lepaskan Kelekatan (Emilia Sulistyo) Lalu Yesus berkata kepada murud-murid-Nya, “Jika seseorang mau menjadi pengikut-Ku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku.” (Mat. 16:24) Kalender Liturgi Jumat, 7 Agustus 2026 Bacaan Pertama: Nah.1:15;2:2.3:1-3.6-7 Mazmur Tanggapan: Ul.32:35cd-36ab.39abcd.41 Bacaan Injil: Mat.16:24-28 Yesus menegur Petrus dengan keras. Ia merasa jalan yang ditawarkan Petrus mengecohkan, seperti jalan iblis, mengecohkan. Yesus menegaskan sekali lagi syarat mengikut Dia dengan berkata, “Jika seseorang mau menjadi pengikut-Ku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku.” Mengapa Yesus mengatakan demikian? Padahal Yesus mengenal kita dengan baik. Hati manusia mudah melekat pada hal-hal duniawi. Kelekatan ini menghalangi kita untuk mengikut Yesus. Menyangkal diri adalah mengubah pusat hidup (pikiran dan hati) yang berfokus pada 'aku' menjadi berfokus pada 'Tuhan'. Berani melepas kenyamanan dan menempatkan keh...

(Renungan) Turun untuk Berkarya

Gambar
Turun untuk Berkarya (Antonius Tjahiono) Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus memberi perintah kepada mereka, “Jangan kamu ceritakan penglihatan itu kepada siapa pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.” (Mat. 17:9) Kalender Liturgi Kamis, 6 Agustus 2026 Bacaan Pertama: Dan. 7:9-10, 13-14 Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2.5-6.9  Bacaan Injil: Mat. 17:1-9 Aku bukan seorang pecinta alam. Namun, suatu ketika aku diajak seorang teman mendaki Gunung Gede. Kami mulai mendaki pada malam hari dan tiba di puncak menjelang fajar. Sesampainya di atas, rasa lelah seolah terbayar lunas. Dalam keheningan, aku memandang langit yang bertabur bintang. Saat fajar menyingsing, cahaya matahari perlahan muncul dari balik cakrawala, sementara awan membentang indah. Rasanya seperti berada di negeri di atas awan. Di sana aku merasakan kedamaian dan mengagumi kebesaran Tuhan. Terbayang, di puncak ada pondok yang nyaman dan semangkuk bakso hangat, tentu aku mau berlama-lama. Pada k...

(Renungan) Rendah Hati, Tahu Diri, dan Iman

Gambar
Rendah Hati, Tahu Diri dan Iman (Thomas Hari Hartanto)                          Yesus berkata kepadanya, ”Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.“ (Mat. 15:28) Kalender Liturgi Rabu, 5 Agustus 2026 Bacaan Pertama: Yer. 31:1-7 Mazmur Tanggapan : Yer. 31:10.11-12ab Bacaan Injil: Mat. 15:21-28                Kerendahan hati dan iman perempuan Kanaan itu telah menggerakkan hati Tuhan Yesus dan mengabulkan permohonannya, sehingga anaknya menjadi sembuh, meskipun sebelumnya Tuhan Yesus telah menolaknya. Sesuai nubuat Nabi Yeremia, kedatangan Tuhan Yesus hanya untuk sisa-sisa Israel, sementara ibu itu adalah seorang Kanaan. Seharusnya bukan prioritas bagi Tuhan Yesus. Peristiwa penyembuhan itu menyatakan bahwa keselamatan juga dapat terjadi pada bangsa-bangsa lain.  Di pinggiran kota Depok, seorang janda kebingungan karena anak gadisnya yang masih remaj...

(Renungan) Tradisi vs Hukum Taurat

Gambar
Tradisi vs Hukum Taurat (Wellyani Maria) Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang,  melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.  (Mat. 15:11) Kalender Liturgi Selasa, 4 Agustus 2026   PW. S. Yohanes Maria Vianney, Imam Bacaan Pertama: Yer. 30:1-2.12-15.18-22 Mazmur Tanggapan: Mzm. 102:16-21.29.22-23 Bacaan Injil: Mat. 15:1-2.10-14 Hari ini Gereja merayakan Santo Yohanes Maria Vianney, seorang imam sederhana yang dikenal karena kesucian hidupnya. Ia menunjukkan bahwa kekudusan tidak lahir dari penampilan, melainkan hati yang rendah hati, tulus, dan selalu terbuka untuk bertobat. Perikop Injil hari ini, kita dihadapkan antara tradisi dan Hukum Taurat. Murid-murid Yesus dianggap melanggar adat istiadat karena tidak membasuh tangan sebelum makan. Padahal ini sebenarnya bukan perintah dari Hukum Taurat, melainkan aturan tambahan tidak tertulis (tradisi/adat istiadat) yang berkembang dari penafsiran orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Yesus mene...

(Renungan) Berlayar Bersama Tuhan

Gambar
Berlayar Bersama Tuhan (Kayus Mulia) Tetapi, ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak,  “Tuhan, tolonglah aku!” (Mat. 14:30) Kalender Liturgi Senin, 3 Agustus 2026 Bacaan Pertama: Yer, 28:1-17 Mazmur Tanggapan: Mzm. 119:29.43.79.80.95.102 Bacaan Injil: Mat. 14:22-36 Setelah memberi makan lima ribu orang, Yesus mendesak (anagkazo) murid-murid untuk naik ke atas perahu dan mendahului-Nya ke seberang. Orang banyak itu disuruhnya pulang dan Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Petrus dan kawan-kawan sudah berada dalam perahu beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Menjelang subuh, Yesus datang kepada mereka dan berjalan di atas air. Karena gelombang dan cuaca gelap, mereka tidak dapat mengenali apa atau siapa 'sesuatu' yang berjalan di atas air yang mendatangi mereka. Dalam situasi panik memikirkan perahu yang diombang-ambingkan angin sakal, mereka berteriak karena ketakutan: “Hantu...

(Renungan) Berilah Mereka Makan

Gambar
Berilah Mereka Makan  (Yohanna Fransisca Tjen Nonie) Yesus berkata kepada mereka, " Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."  (Mat. 14:16)  Kalender Liturgi Minggu, 2 Agustus 2026 Bacaan Pertama: Yes.55:1-3 Mazmur Tanggapan: Mzm.145:8-9.15-16.17-18 Bacaan Kedua: Rm. 8:35.37-39  Bacaan Injil: Mat.14 :13-21 Injil hari ini tentang Yesus memberi makan banyak orang, 5.000 laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak. Kejadian ini merupakan salah satu mukjizat yang Yesus lakukan di dalam pelayanan-Nya. Sebelumnya, para murid tidak tahu bagaimana caranya memberi makan banyak orang ketika diminta Yesus. Mereka berusaha mencari cara dan hanya mendapatkan dua ekor ikan dan lima roti, yang kemudian dibawa kepada Yesus. Karena percaya itulah, mereka mengalami mukjizat; semua orang dapat makan kenyang dan masih ada sisa 12 bakul penuh. Mukjizat-mukjizat bisa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada seorang ayah memiliki seorang anak dengan permintaan,...

(Renungan) Harga Sebuah Kebenaran

Gambar
Harga Sebuah Kebenaran (Nina Agustina)   "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di atas sebuah pinggan." (Mat. 14:8b) Kalender Liturgi Sabtu, 1 Agustus 2026 Bacaan Pertama: Yer. 26:11-16.24 Mzm Tanggapan: Mzm. 69:15-16.30-31.33-34 Bacaan Injil: Mat. 14:1-12 Benarkah saat ini kebenaran sudah langka? Untuk menyatakan kebenaran, orang harus membayar harga, bahkan membayar dengan nyawanya sendiri. Sudah menjadi rahasia umum, banyak orang yang hidupnya berakhir tragis saat mencoba mengungkapkan kebenaran atas kebobrokan para penguasa. Tidak heran orang lebih memilih diam daripada nyawa terancam.  Berbeda dengan Yohanes Pembaptis. Sebagai utusan Allah, ia berani menyuarakan kebenaran meski harus berhadapan dengan penguasa. Ia berani menegur Herodes yang memperistri Herodias, istri saudaranya sendiri. Bagi Yohanes, kebenaran harus ditegakkan, dan dosa tidak boleh dibiarkan hanya karena pelakunya adalah seorang raja. Teguran ini menyulut dendam Herodias, yang akhirnya beruj...

(Renungan) Jangan Melihat Status, Lihat Hatinya

Gambar
Jangan Melihat Status, Lihat Hatinya (Klara Yanti Suryat) Mereka pun kecewa dan menolak Dia. (Mat. 13:57a) Kalender Liturgi Jumat, 31 Juli 2026 Bacaan Pertama: Yer. 26:1-9. Mazmur Tanggapan: Mzm. 69:5.8-10.14 Bacaan Injil: Mat. 13:54-58 Dalam Injil hari ini (Mat. 13:54-58), Yesus kembali ke Nazaret, kampung halaman-Nya. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya. Mereka heran dari mana Yesus memperoleh hikmat dan kuasa untuk melakukan mukjizat. Namun kekaguman itu berubah menjadi keraguan. Mereka berkata, “Bukankah Ia ini anak tukang kayu?” Karena hanya melihat latar belakang dan keluarga-Nya, mereka gagal mengenali bahwa Allah sedang berkarya melalui Yesus. Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan mengalami karya Tuhan yang lebih besar.  Injil hari ini mengingatkan kita bahwa prasangka sering kali menutup mata hati sehingga kita lebih sibuk menilai siapa orangnya daripada mendengarkan pesan dan melihat kebaikannya. Saya teringat almarhum nenek. Beliau tidak bisa membaca dan menuli...

(Renungan) Tuhan Melihat Hati

Gambar
Tuhan Melihat Hati (Fenny Lim)  Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat malaikat datang memisahkan orang jahat dari orang benar (Mat. 13:49) Kalender Liturgi Kamis, 30 Juli 2026 Bacaan Pertama: Yer 18:1-6 Mazmur Tanggapan: Mzm. 146:2abc.2d-4.5-6 Bacaan Injil: Mat. 13:47-53 Saat bekerja di perusahaan, saya mempunyai teman yang memiliki karier yang sangat baik. Namun, di balik semua itu ia sering memalsukan laporan keuangan perusahaan. Sampai suatu hari perusahaan mengadakan audit, semua kebohongan yang telah dia lakukan akhirnya terungkap. Dia harus kehilangan pekerjaan dan juga kepercayaan dari semua teman-teman dan bahkan keluarganya, semua orang mencibir. Kisah ini mengingatkan saya pada Injil Mat. 13:47-53. Yesus memberikan perumpamaan Kerajaan Allah seperti pukat yang menangkap semua jenis ikan dan pada akhirnya, ikan yang baik dipisahkan dari ikan yang tidak baik. Demikian juga pada akhirnya Tuhan akan menghakimi setiap manusia.  Mungkin manusia bisa menyembunyik...

(Renungan) Iman yang Simpel tetapi Kokoh

Gambar
Iman yang Simpel tetapi Kokoh (Dewi Mulyati S.) “... Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yang datang ke dalam dunia.”  (Yoh. 11:26-27) Kalender Liturgi Rabu, 29 Juli 2026 Bacaan Pertama: 1Yoh. 4: 7-16 Mazmur Tanggapan: Mzm. 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11 Bacaan Injil: Yoh. 11:19-27 Marta berkepribadian terbuka dan apa adanya. Ketika Yesus datang melayat, Lazarus saudaranya sudah meninggal selama empat hari. Marta tidak menyembunyikan kepedihannya dan sedikit kecewa; karena seandainya Yesus datang lebih awal, saudaranya pasti tidak mati. Dengan berani Marta bahkan menyatakan harapannya akan mukjizat kepada Yesus dengan dalih Allah pasti memberikan apa pun yang diminta Yesus. Marta berani melempar harapan seabsurd itu karena percaya kepada Yesus. Situasi Marta mengingatkan kita bahwa Yesus adalah sahabat yang bisa menerima kejujuran, biarpun diungkapkan dengan emosional. Kita belajar untuk tidak menyembunyikan kesedihan, ...

(Renungan) Gulma dalam Kehidupan

Gambar
Gulma dalam Kehidupan (Hiyanto Mulia) "Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan sedangkan lalang anak-anak si jahat." (Mat.13:38 ) Kalender Liturgi Kamis, 28 Juli 2026 Bacaan Pertama: Yer.14:17-22 Mazmur Tanggapan: Mzm.79: 8.9.11.13 Bacaan Injil: Mat.13:36-43 'Gulma' dalam dunia pertanian didefinisikan sebagai tanaman pengganggu. Tanaman yang tidak dikehendaki tumbuh dalam lahan budi daya. Zaman Yesus, belum ada teknologi yang baik. Tanaman dan/atau benih tidak ditanam dengan jarak tanam tertentu. Benih hanya ditaburkan.  Akibatnya, gulma tidak dapat dikendalikan karena bercampur dengan tanaman pokok. Hari ini dijabarkan, Yesus menggunakan perumpamaan penabur yang menabur benih gandum yang baik di ladang. Namun, kemudian datanglah musuhnya yang menabur benih lalang di tempat yang sama. Keduanya sama-sama tumbuh di ladang itu. Namun, sang penabur melarang para hambanya untuk mencabuti lalang itu. Lalang itu dibiarkan tumbuh bersama dengan gandum. Saat menuai tiba, keduan...

(Renungan) Benih

Gambar
Benih (Ari Susanto) “Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. (Mat. 13:31) Kalender Liturgi Senin, 27 Juli 2026 Bacaan Pertama: Yer.13:1-11 Mazmur Tanggapan: Ul. 32:18-19.20.21 Bacaan Injil: Mat.13:31-35 Benih adalah biji yang dipersiapkan oleh seorang petani untuk ditanam kembali, dengan harapan dapat tumbuh dan berbuah berlimpah. Dalam perumpamaan hari ini, Yesus tidak sedang mengajar bercocok tanam di tengah masyarakat Yahudi yang bersifat agraris. Namun, untuk mempermudah para pendengar memahami Kerajaan Surga, Yesus menggambarkan dengan apa yang biasa mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Benih yang pada awalnya sesuatu yang kecil ketika ditanam, dengan berjalannya waktu akan tumbuh dan berkembang menjadi besar dan berlipat ganda sewaktu dipanen. Pertumbuhan benih tidak bisa dikontrol sepenuhnya oleh petani. Benih mempunyai daya dalam dirinya untuk bertumbuh, sampai saat panen tiba. Demikian juga dengan Kerajaan Surga yang berawa...

(Renungan) Permintaan yang Berkenan pada Allah

Gambar
Permintaan yang Berkenan pada Allah  (A.M. Regina T.) Berfirmanlah Allah, “ Mintalah apa yang perlu Kuberikan kepadamu.”  (1Raj. 3:5b) Kalender Liturgi Minggu, 26 Juli 2026 Bacaan Pertama: 1Raj. 3:5.7-12 Mazmur Tanggapan: Mzm.119:57.72.76-77.1 27-128.129-130 Bacaan Kedua: Rm. 8:28-30 Bacaan Injil: Mat. 13:44-52 Suatu hari, sebuah keluarga kedatangan tiga orang asing di depan rumah mereka. Mereka mengaku bernama Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta. Ketika ketiganya diundang masuk, mereka menolak dan berkata bahwa hanya satu dari mereka yang boleh masuk. Anggota keluarga pun diminta berdiskusi untuk menentukan pilihan. Sang suami ingin mengundang Kekayaan, sedangkan sang istri memilih Kesuksesan. Namun, akhirnya mereka mengikuti keinginan anak untuk memilih Cinta. Saat itu terjadi keajaiban: ketika Cinta melangkah masuk, Kesuksesan dan Kekayaan ikut masuk ke rumah. Tuan rumah kemudian bertanya mengapa mereka ikut masuk padahal hanya Cinta yang diundang. Kekayaan dan Kesuksesan menjaw...

(Renungan) Hidup itu Tujuannya Melayani, bukan Dilayani

Gambar
Hidup itu Tujuannya Melayani, bukan Dilayani (Sylvia Maria Djatisutikno) “Tidaklah demikian di antara kamu. Siapa saja ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” (Mat. 20:26) Kalender Liturgi Sabtu, 25 Juli 2026 Pesta S. Yakobus Bacaan Pertama: 2Kor. 4:7-15 Mazmur Tanggapan: Mzm. 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6 Bacaan Injil: Mat. 20:20-28 Suatu hari ibu dari Yakobus dan Yohanes datang kepada Yesus. Ia meminta agar kedua anaknya kelak mendapat tempat istimewa dalam Kerajaan Allah, yaitu duduk dekat Yesus. Mendengar hal itu, murid-murid menjadi marah, karena mereka pun ingin menjadi yang terbesar. Yesus mengetahui isi hati mereka. Karena itu, Yesus mengajarkan mereka bahwa menjadi terbesar bukan dari kacamata dunia. Di dunia, orang yang dianggap besar yaitu mereka yang memiliki jabatan tinggi, kekuasaan, dan kekayaan. Semakin tinggi jabatan dan kedudukannya, semakin dihormati. Namun, Yesus berkata, "Tidaklah demikian di antara kamu." Pengikut Kristus tidak memak...

(Renungan) Seorang Diamond yang Suci

Gambar
Seorang Diamond yang Suci     (Wily Wibianto) Namun, ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad. (Mat. 13:21) Kalender Liturgi Jumat, 24 Juli 2026 Bacaan Pertama: Yer. 3:14-17 Mazmur Tanggapan: Yer. 31:10.11-12ab.13 Bacaan Injil: Mat. 13:18-23 Dalam Injil Mat.13:18-23, Yesus menjelaskan bahwa ada orang yang 'mendengar' firman Tuhan dengan gembira, tetapi tidak memiliki akar yang kuat. Ketika datang tekanan, penderitaan, atau penganiayaan; orang itu menjadi lemah dan akhirnya meninggalkan imannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun mengalami hal yang sama. Ada saatnya kita semangat mengikuti Tuhan, rajin berdoa, dan melayani. Namun, ketika usaha mengalami kegagalan, doa terasa tidak dijawab, atau hidup terasa berat, hati kita mulai goyah. Kita menjadi kecewa, takut, bahkan perlahan menjauh dari Tuhan. Padahal, inilah proses yang penting untuk dapat 'mengerti' firman-Nya dan teta...

(Renungan) Sumber Air Hidup

Gambar
Sumber Air Hidup (Fellicia Fenny) “Sebab, umat-Ku melakukan kejahatan ganda: mereka meninggalkan Aku, sumber air hidup, dan menggali tempat penampung air bagi mereka sendiri, penampung yang bocor, yang tidak dapat menahan air.” (Yer. 2:13) Kalender Liturgi Kamis, 23 Juli 2026 Bacaan Pertama: Yer. 2:1-3.7-8.12-13 Mazmur Tanggapan: Mzm. 36: 6-7ab.8-9.10-11 Bacaan Injil: Mat. 13:10-17 Tuhan tampaknya sudah gerah dengan kelakuan penduduk Yerusalem, dan mengutus Nabi Yeremia untuk menyampaikan 'kegundahan' hati-Nya. Dalam kekecewaan-Nya, Tuhan mengenangkan kisah cinta awal di masa muda, antara Diri-Nya dengan sang pengantin (bangsa Israel), relasi dalam kekudusan, kesetiaan, dan perlindungan penuh.  Kemudian Tuhan mencatat dua kejahatan penduduk Yerusalem yang disebut murtad dan menjadi kekejian; yaitu meninggalkan Tuhan, Sang Sumber Air Hidup, serta menggali kolam yang bocor bagi mereka sendiri. Dalam Yer. 2:8 dikatakan, ”Para imam tidak lagi bertanya, di manakah TUHAN? Orang-orang...

(Renungan) Mencari dalam Kegelapan, Menemukan dalam Kerinduan

Gambar
Mencari dalam Kegelapan, Menemukan dalam Kerinduan (Isye Iriani) Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena  ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. (Yoh. 20:1) Kalender Liturgi Rabu, 22 Juli 2026 Pesta S. Maria Magdalena Bacaan Pertama: Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17 Mazmur Tanggapan: Mzm. 63: 2.3-4.5-6.8-9 Bacaan Injil: Yoh. 20:1.11-18 Baik mempelai dalam Kidung Agung 3:1, maupun Maria Magdalena dalam Injil Yoh. 20:1, sama-sama memulai pencarian mereka dalam kondisi 'malam' atau 'hari masih gelap'. Kegelapan melambangkan kesulitan, kedukaan, saat Tuhan terasa jauh.  Namun, Maria tidak berdiam diri, cinta mendorongnya tetap mencari Yesus bahkan di tempat yang paling gelap dan tidak meyakinkan-kubur. Kedukaan membutakan mata Maria Magdalena, membuat dia tidak mengenali Yesus. Sampai saat Yesus memanggil namanya, "Maria!" Seketika matanya terbuka. Dalam kehidupan sehari-hari, pengalam...