(Renungan) Seorang Diamond yang Suci
Seorang Diamond yang Suci
(Wily Wibianto)
(Wily Wibianto)
Namun, ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.
(Mat. 13:21)
Kalender Liturgi Jumat, 24 Juli 2026
Bacaan Pertama: Yer. 3:14-17
Mazmur Tanggapan: Yer. 31:10.11-12ab.13
Bacaan Injil: Mat. 13:18-23
Dalam Injil Mat.13:18-23, Yesus menjelaskan bahwa ada orang yang 'mendengar' firman Tuhan dengan gembira, tetapi tidak memiliki akar yang kuat. Ketika datang tekanan, penderitaan, atau penganiayaan; orang itu menjadi lemah dan akhirnya meninggalkan imannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun mengalami hal yang sama. Ada saatnya kita semangat mengikuti Tuhan, rajin berdoa, dan melayani. Namun, ketika usaha mengalami kegagalan, doa terasa tidak dijawab, atau hidup terasa berat, hati kita mulai goyah. Kita menjadi kecewa, takut, bahkan perlahan menjauh dari Tuhan. Padahal, inilah proses yang penting untuk dapat 'mengerti' firman-Nya dan tetap percaya pada-Nya; bukan hanya sekedar 'mendengar'.
Proses kehidupan yang penuh tekanan dan terasa lama/panjang, tetapi janganlah goyah. Melalui proses ini, firman Tuhan mengkristal dalam hati kita, layaknya batu 'diamond'. Tuhan menghendaki kita menjadi 'seorang diamond yang suci.' Diamond juga terbentuk melalui tekanan yang besar dan proses yang panjang, sehingga semakin murni, semakin indah dan berharga nilainya. Demikian pula hidup iman kita. Tuhan mengizinkan proses kehidupan terjadi agar hati kita semakin kuat, murni, dan bercahaya dalam kasih-Nya.
Santo Kristoforus memberikan teladan yang sangat indah. Awalnya, ia mencari penguasa yang paling kuat di dunia untuk dilayani, karena itu ia pernah mengikuti raja bahkan setan. Namun, akhirnya ia menemukan bahwa Yesus Raja yang paling kuat dan berkuasa. Perjumpaan dengan Yesus menjadikannya pelayan Kristus. Di akhir hidupnya, ia mewartakan Injil dengan setia dan menobatkan banyak orang. Ia wafat sebagai martir.
Ketika hati kita sungguh melekat kepada Tuhan, kita tidak mudah goyah oleh tekanan dunia. Justru melalui pencobaan dan penderitaan, Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang murni, kuat, dan bercahaya seperti diamond yang suci.
Marilah kita membuka hati untuk 'mengerti' firman Tuhan dan membiarkannya berakar dalam hidup kita. Dengan demikian, kita mampu menjadi pribadi yang setia, yang memikul Kristus dalam kehidupan sehari-hari dan memancarkan kasih-Nya kepada sesama.
Doa:
Tuhan Yesus yang penuh kasih, kami bersyukur atas firman-Mu hari ini. Kuatkanlah hati dan iman kami agar tetap setia mengikuti Engkau dalam segala keadaan. Ketika kami menghadapi tekanan, penderitaan, dan pencobaan hidup, jangan biarkan kami menjauh dari-Mu. Murnikanlah hidup kami seperti diamond yang berharga, agar kami mampu memancarkan terang kasih-Mu kepada sesama. Melalui teladan Santo Kristoforus, bantulah kami untuk terus memikul Engkau dalam hidup kami sehari-hari. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
Tuhan Yesus yang penuh kasih, kami bersyukur atas firman-Mu hari ini. Kuatkanlah hati dan iman kami agar tetap setia mengikuti Engkau dalam segala keadaan. Ketika kami menghadapi tekanan, penderitaan, dan pencobaan hidup, jangan biarkan kami menjauh dari-Mu. Murnikanlah hidup kami seperti diamond yang berharga, agar kami mampu memancarkan terang kasih-Mu kepada sesama. Melalui teladan Santo Kristoforus, bantulah kami untuk terus memikul Engkau dalam hidup kami sehari-hari. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar