(Renungan) Percaya meski Belum Melihat
“Kata Yesus kepadanya, “Karena engkau telah melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
(Yoh. 20:29)
Kalender Liturgi Jumat, 3 Juli 2026
Pesta St. Thomas Rasul
Bacaan Pertama: Ef. 2:19-22
Mazmur Tanggapan: Mzm. 117:1.2
Bacaan Injil: Yoh. 20:24-29
Pesta St. Thomas Rasul
Bacaan Pertama: Ef. 2:19-22
Mazmur Tanggapan: Mzm. 117:1.2
Bacaan Injil: Yoh. 20:24-29
Sejak kecil anak keduaku divonis speech delay. Sebagai ibu, hatiku dipenuhi kekhawatiran dan ketakutan tentang masa depannya. Apakah ia bisa mengikuti pelajaran di sekolah dan diterima di lingkungannya? Berbagai terapi dan usaha sudah dijalani, tetapi aku tidak melihat hasilnya. Sering aku kelelahan dan menangis dalam doa karena belum melihat jawaban yang pasti.
Saat waktunya mendaftar SD, aku bahkan tidak tahu harus ke mana karena anakku belum bisa berbicara. Di tengah kebingunganku, Tuhan membuka jalan melalui teman yang memberitahukan sekolah baru. Walau ragu, aku mencoba, dan anakku diterima. Tetapi perjalanan sekolahnya tidak mudah. Dari SD hingga SMP, aku harus berjuang agar ia bisa naik kelas.
Anakku menjadi tidak percaya diri dan tertekan karena kesulitan mengikuti pelajaran. Dalam keputusasaan, aku hanya bisa berdoa dan berserah diri hingga akhirnya Tuhan kembali membuka jalan melalui sekolah baru yang membuat anakku merasa diterima dan percaya diri. Dari titik itulah perjalanan hidupnya berubah. Ia mampu bangkit dan berhasil lulus SMA dengan nilai baik, menyelesaikan diploma di luar negeri, dan kini bersemangat melanjutkan S1.
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh. 20:29). Melalui kisah Tomas, kita diajarkan bahwa iman tetap bertumbuh meski belum melihat jawaban secara nyata. Saat Tomas ragu, Yesus tidak menghukumnya tetapi datang dan menolongnya percaya akan kebangkitan-Nya.
Sama seperti Tomas yang sulit percaya sebelum melihat sendiri; aku pun pernah berada di titik di mana aku takut dan bingung akan masa depan anakku, karena belum melihat jawaban pasti atas doa-doaku. Namun, di tengah ketidakpastian, aku tetap berjuang dengan membawa anakku menjalani terapi, terus berdoa, berserah, dan percaya pada-Nya. Pada akhirnya Tuhan memberikan jawaban yang sungguh luar biasa.
Melalui kisah ini kita diingatkan, kadang Allah bekerja perlahan melalui proses panjang, bukan secara langsung memberikan jawaban. Yesus tetap hadir bagi orang yang ragu, dan kadang memakai keraguan kita untuk semakin mengenal kasih-Nya. Berserah kepada Tuhan bukan berarti menyerah, melainkan percaya bahwa Tuhan sedang bekerja pada waktu-Nya.
Doa:
Tuhan Yesus, hadirlah di saat kami takut dan ragu. Ajarilah kami untuk selalu berani berserah dan percaya kepada-Mu dalam segala keadaan, terutama di saat kami belum melihat kepastian akan doa-doa kami. Teguhkan hati kami untuk selalu percaya bahwa Engkau bekerja pada waktu dan cara-Mu yang terbaik. Amin.
Tuhan Yesus, hadirlah di saat kami takut dan ragu. Ajarilah kami untuk selalu berani berserah dan percaya kepada-Mu dalam segala keadaan, terutama di saat kami belum melihat kepastian akan doa-doa kami. Teguhkan hati kami untuk selalu percaya bahwa Engkau bekerja pada waktu dan cara-Mu yang terbaik. Amin.

Komentar
Posting Komentar