(Renungan) Mengikut Yesus, ke mana?

Mengikut Yesus, ke Mana?
(Rita Clara)

Siapa yang melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Siapa yang melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
(Yoh. 12:26)

Kalendar Liturgi Senin, 10 Agustus 2026
Pesta S. Laurensius
Bacaan Pertama: 2Kor. 9:6-10 
Mazmur Tanggapan: Mzm. 112:1-2.5-6.7-8.9 
Bacaan Injil: Yoh. 12:24-26

Yesus mengajarkan bahwa mengikuti-Nya bukan sekadar mengaku percaya, melainkan melayani dengan kasih yang nyata. Kemuliaan yang dijanjikan Bapa tidak diperoleh melalui kekuasaan atau harta, tetapi melalui kesetiaan berjalan bersama Kristus, terutama ketika kita rela mengutamakan sesama yang membutuhkan.

Semangat ini tampak indah dalam hidup Santo Laurensius, yang pestanya kita peringati pada hari ini. Saat diminta menyerahkan kekayaan Gereja kepada penguasa Roma, ia terlebih dahulu membagikan seluruh harta itu kepada kaum miskin. Lalu ia menghadapkan mereka kepada penguasa sambil berkata, "Inilah harta kekayaan Gereja." Bagi Laurensius, kekayaan Gereja bukanlah emas atau perak, melainkan manusia yang dikasihi Allah. Ia menghayati bahwa melayani orang kecil berarti melayani Kristus sendiri.

Di sekitar kita, semangat yang sama masih hidup. Ada umat yang diam-diam menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu biaya sekolah anak kurang mampu, mengunjungi orang sakit, atau menyediakan makanan bagi mereka yang kelaparan. Mungkin tidak ada yang mengenal nama mereka, tetapi setiap tindakan kasih menjadi kesaksian bahwa Kristus hadir melalui tangan-tangan yang melayani.

Sering kali kita berpikir bahwa mengikuti Yesus berarti melakukan hal-hal besar atau menunggu kesempatan luar biasa. Padahal, Yesus mengundang kita untuk setia dalam pelayanan yang sederhana setiap hari: mendengarkan dengan penuh perhatian, menghibur mereka yang berduka, mengampuni yang bersalah, serta berbagi waktu, tenaga, dan rezeki bagi sesama. Ketika kita berani meninggalkan sikap mementingkan diri sendiri demi menghadirkan kasih bagi orang lain, saat itulah kita sedang melangkah mengikuti Kristus. 

Mungkin pelayanan itu tidak mendapat pujian atau penghargaan dari manusia, tetapi Tuhan melihat setiap kasih yang dilakukan dengan tulus. Santo Laurensius menunjukkan bahwa mengikuti Kristus berarti berjalan menuju mereka yang miskin, menderita, dan membutuhkan kasih. Di sanalah Kristus hadir dan menantikan kita. 

Marilah kita berani melangkah keluar dari kenyamanan diri, menjadi pelayan yang setia, dan menjadikan kasih sebagai arah perjalanan hidup kita. Sebab ketika kita mengikuti Yesus ke tempat Ia berada, kita bukan hanya melayani sesama, tetapi juga berjumpa dengan Kristus sendiri.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah kami mengikuti-Mu dengan melayani sesama tanpa pamrih. Bukalah mata kami agar melihat wajah-Mu dalam diri orang-orang kecil dan miskin. Semoga kami murah hati seperti Santo Laurensius dan setia menjadi saksi kasih-Mu setiap hari. Amin.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah