(Renungan) Tuhan Melihat Hati
Tuhan Melihat Hati
(Fenny Lim)
(Fenny Lim)
Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat malaikat datang memisahkan orang jahat dari orang benar
(Mat. 13:49)
Kalender Liturgi Kamis, 30 Juli 2026
Bacaan Pertama: Yer 18:1-6
Mazmur Tanggapan: Mzm. 146:2abc.2d-4.5-6
Bacaan Injil: Mat. 13:47-53
Bacaan Injil: Mat. 13:47-53
Saat bekerja di perusahaan, saya mempunyai teman yang memiliki karier yang sangat baik. Namun, di balik semua itu ia sering memalsukan laporan keuangan perusahaan. Sampai suatu hari perusahaan mengadakan audit, semua kebohongan yang telah dia lakukan akhirnya terungkap. Dia harus kehilangan pekerjaan dan juga kepercayaan dari semua teman-teman dan bahkan keluarganya, semua orang mencibir.
Kisah ini mengingatkan saya pada Injil Mat. 13:47-53. Yesus memberikan perumpamaan Kerajaan Allah seperti pukat yang menangkap semua jenis ikan dan pada akhirnya, ikan yang baik dipisahkan dari ikan yang tidak baik. Demikian juga pada akhirnya Tuhan akan menghakimi setiap manusia.
Mungkin manusia bisa menyembunyikan kesalahan dari orang lain, tetapi tidak ada satu pun yang tersembunyi dari Tuhan. Setiap perbuatan manusia akan dinyatakan pada waktunya sesuai dengan kehendak Tuhan.
Firman Tuhan mengajak umat manusia untuk tidak hanya terlihat baik di luar, tetapi sungguh hidup dalam kebenaran, sebab Tuhan melihat hati. Kehormatan tidak dibangun ketika banyak orang melihat, melainkan saat tidak ada seorang pun yang melihat.
Manusia harus memilih yang benar, meskipun harus ada yang dikorbankan. Pilihan untuk hidup benar memang tidak mudah, semuanya harus berani jujur meskipun tidak mudah Namun, Tuhan selalu ada dalam setiap manusia yang berusaha hidup benar.
Perikop ini merupakan rangkaian pengajaran Yesus mengenai Kerajaan Allah yang mengarah pada peristiwa akhir zaman. Sering kali manusia melihat dunia seolah tidak ada perbedaan antara hidup benar dan hidup yang tidak benar. Padahal kebenaran surgawi juga harus terwujud dalam hidup di dunia. Dari semuanya, marilah tetap hidup jujur, setia, dan taat kepada Tuhan, sehingga ketika saat penghakiman tiba, semuanya didapati sebagai pribadi yang hidup menurut kehendak-Nya.
Doa:
Allah Bapa Yang Maha Baik, terima kasih untuk sabda-Mu yang mengingatkan aku bahwa Engkau melihat perbuatan setiap manusia. Bimbing aku Tuhan untuk hidup dalam kebenaran, menjauhkan diri dari segala bentuk dosa, dan selalu setia kepada-Mu. Berilah aku hati yang jujur, rendah hati untuk berani melakukan kehendak-Mu dalam setiap langkah hidup ini. Amin.
Allah Bapa Yang Maha Baik, terima kasih untuk sabda-Mu yang mengingatkan aku bahwa Engkau melihat perbuatan setiap manusia. Bimbing aku Tuhan untuk hidup dalam kebenaran, menjauhkan diri dari segala bentuk dosa, dan selalu setia kepada-Mu. Berilah aku hati yang jujur, rendah hati untuk berani melakukan kehendak-Mu dalam setiap langkah hidup ini. Amin.

Komentar
Posting Komentar