(Renungan) Permintaan yang Berkenan pada Allah

Permintaan yang Berkenan pada Allah 
(A.M. Regina T.)

Berfirmanlah Allah, “ Mintalah apa yang perlu Kuberikan kepadamu.” 
(1Raj. 3:5b)

Kalender Liturgi Minggu, 26 Juli 2026
Bacaan Pertama: 1Raj. 3:5.7-12
Mazmur Tanggapan: Mzm.119:57.72.76-77.1 27-128.129-130
Bacaan Kedua: Rm. 8:28-30
Bacaan Injil: Mat. 13:44-52

Suatu hari, sebuah keluarga kedatangan tiga orang asing di depan rumah mereka. Mereka mengaku bernama Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta. Ketika ketiganya diundang masuk, mereka menolak dan berkata bahwa hanya satu dari mereka yang boleh masuk. Anggota keluarga pun diminta berdiskusi untuk menentukan pilihan. Sang suami ingin mengundang Kekayaan, sedangkan sang istri memilih Kesuksesan. Namun, akhirnya mereka mengikuti keinginan anak untuk memilih Cinta. Saat itu terjadi keajaiban: ketika Cinta melangkah masuk, Kesuksesan dan Kekayaan ikut masuk ke rumah.

Tuan rumah kemudian bertanya mengapa mereka ikut masuk padahal hanya Cinta yang diundang. Kekayaan dan Kesuksesan menjawab bersamaan, “Kalau Anda mengundang Kekayaan atau Kesuksesan, maka yang lainnya akan tetap di luar. Namun, karena Anda mengundang Cinta, maka ke mana pun Cinta pergi, kami akan selalu ikut bersamanya. Di mana ada Cinta, di sana Kekayaan dan Kesuksesan juga akan hadir.”

Demikian pula bacaan pertama hari ini. Allah yang hadir melalui mimpi dan berfiman kepada Raja Salomo, “Mintalah apa yang perlu Kuberikan kepadamu.” Salomo menjawab, “Berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang penuh pengertian untuk menjadi hakim atas umat-Mu dan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat”. Sesederhana itu. Hati yang penuh pengertian. Hanya itu yang Salomo rasa perlu diberikan Allah agar ia mampu memimpin bangsa Israel yang besar dan sulit diatur.

Allah sungguh berkenan atas permintaan Salomo yang tidak meminta umur panjang bagi dirinya sendiri, dan tidak pula meminta nyawa musuhnya. Alih-alih mengabulkan permintaan Salomo, Allah malah menambahkan bonus bahwa hanya Salomolah satu-satunya manusia yang memiliki hati begitu bijak dan penuh pengertian dalam memutuskan perkara. Sebelumnya tidak ada dan sesudahnya pun tidak akan muncul manusia seperti dia. Hal ini terbukti hingga kini.

Bila suatu hari Tuhan bertanya kepada kamu, “Mintalah apa yang perlu Kuberikan kepadamu,” apa yang akan kamu minta yang dapat menyenangkan hati Tuhan?

Doa: 
Allah Yang Maha Baik, Engkau kerap menawarkan kepada kami apa yang perlu Engkau berikan, agar kami dapat menikmati dunia ciptaan-Mu. Kami terbiasa meminta hal-hal seputaran keinginan kami. Ajarilah kami untuk mengetahui apa yang kami perlukan, bukan hanya sekedar apa yang kami inginkan. Terima kasih Tuhan atas cinta-Mu kepada kami. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah