(Renungan) MELIHATLAH

MELIHATLAH  
(Eviantine Evi Susanto)



Yesus bertanya kepadanya, "Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu?" Jawab orang itu, "Tuhan, semoga aku melihat!"
Maka Yesus berkata, "Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan dikau!"
(Luk. 18 : 41-42)



Kalender Liturgi Senin, 14 November 2022
Bacaan Pertama : Why. 1 : 1-4; 2 : 1-5a
Mazmur Tanggapan : Mzm. 1 : 1-4b, 6
Bacaan Injil : Luk. 18 : 35-43


Kala itu di Yerikho ada seorang buta duduk di pinggir jalan dan mengemis. Ketika ia mengetahui Yesus sedang lewat di dekatnya, orang buta itu berteriak: “Yesus, Anak Daud, Kasihanilah aku!” Orang-orang yang berjalan di depannya, menyuruh dia untuk diam. Tetapi orang buta itu semakin kencang berteriak: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Mendengar teriakan itu Yesus berhenti dan menyuruh orang untuk membawa orang buta itu kepada-Nya. Yesus bertanya kepada orang buta itu: “Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan semoga aku melihat!” Lalu Yesus berkata: “Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Seketika itu juga orang buta itu dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus sambil memuliakan Allah.

Ketika permasalahan di dalam hidup ini terjadi dan terasa sangat berat, banyak orang akan berteriak seperti orang buta itu. Seorang buta yang mengharapkan suatu kesembuhan atau berharap dapat mengalami kebaikan Tuhan, berteriak di dalam doa: “Tuhan, kasihanilah aku.” Memohon agar Tuhan sudi untuk mampir dan mau mendengarkan keluh kesahnya. Cerita orang buta yang disembuhkan Yesus ini merupakan salah satu mukjizat yang diberikan Tuhan bila kita mau mengamini dan mengimani firman-Nya di dalam menjalani kehidupan ini. 

Kemudian ketika doa itu telah dikabulkan, apakah kita akan tetap setia mengikuti-Nya dan selalu memuliakan nama-Nya? Seperti orang buta yang telah sembuh, ia mengikuti Yesus dan memuliakan Allah.

Cerita orang buta ini ingin membukakan mata dan hati kita, bahwa Tuhan itu Maharahim. Ketika Yesus berkata: “Melihatlah!” maka kita akan bisa melihat dengan jelas campur tangan Tuhan dalam kehidupan ini. Melihat bagaimana kasih Tuhan bekerja yang mencintai, mengampuni dan memberkati setiap umat-Nya di dalam perjalanan kehidupan dunia fana ini. Perjalanan hidup ini tidak mudah tetapi percayalah bahwa ada Tuhan yang akan selalu setia mau mendengarkan dan menopang umat-Nya yang mau dengan setia mendengarkan firman-Nya dan mengikuti-Nya. 


Doa:

Tuhan terima kasih atas kasih setia-Mu yang berlimpah di dalam hidupku. Tuhan mampukan aku untuk selalu setia dan mau memuliakan nama-Mu dengan hidupku. Amin.

enungan Harian, Senin 14 November 2016 | Radio Suara Wajar 96.8 FM


Komentar