(Renungan) Pilihan dan Keputusan agar Hidup Berbahagia
Pilihan dan Keputusan agar Hidup Berbahagia
(Made Shinta)
(Made Shinta)
Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
(Luk. 17 : 33)
Kalender Liturgi Jumat, 11 November 2022
Bacaan Pertama : 2 Yoh. 1 : 4-9
Mazmur Tanggapan : Mzm. 119 : 1, 2, 10, 11, 17, 18
Bacaan Injil : Luk. 17 : 26-37
Bacaan Pertama : 2 Yoh. 1 : 4-9
Mazmur Tanggapan : Mzm. 119 : 1, 2, 10, 11, 17, 18
Bacaan Injil : Luk. 17 : 26-37
Ketiga anak saya hidup di negeri orang. Setiap kali mereka datang berlibur ke rumah atau ketika kami mengunjungi mereka, selalu ada batas waktu untuk kemudian berpisah kembali. Kami memilih untuk mengisi waktu dengan saling menyenangkan dan menghindari perselisihan. Kasih sungguh-sungguh terasa pada waktu yang terbatas tersebut.
Bacaan Injil hari ini menyatakan tidak ada yang tahu kapan Anak Manusia akan datang untuk kedua kalinya. Kita juga tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada hari ini, esok, dan kapan kita akan meninggalkan dunia ini. Setiap hari kita dapat memilih dan memutuskan apa yang akan kita lakukan untuk mengisi hidup ini, baik untuk diri sendiri, keluarga, dan kepada orang-orang yang kita temui. Tidak ada hari tanpa kita membuat keputusan, baik untuk hal-hal yang sepele maupun yang memerlukan pertimbangan khusus. Setiap keputusan yang kita ambil, bertujuan agar kita dan orang-orang yang dikasihi dapat hidup lebih baik dan lebih bahagia.
Orang-orang pada jaman Nuh dan penduduk Sodom memilih mengisi waktu hidup di dunia yang terbatas dengan kesenangan duniawi dan berburu kekayaan. Konsekuensi yang mereka hadapi adalah kebinasaan. Pilihan dan keputusan dalam memelihara kehidupan di dunia yang sementara ini, dapat mengakibatkan kehilangan nyawa pada kehidupan setelah mati yang bersifat kekal.
Setiap pagi hendaknya kita bertanya dalam hati, hidup seperti apa yang akan aku lakukan hari ini, agar dapat bahagia pada saat ini di dunia dan juga nanti pada saat kekekalan. Dalam suratnya, Santo Yohanes mengatakan : “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya” (2Yoh. 1:6).
Marilah kita mengisi hari-hari dalam hidup ini dengan kasih, menghindari perselisihan, dan godaan dosa, serta percaya penuh bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik. Kita tak perlu kuatir, karena Tuhan Yesus akan menanti dan menyambut kita di pintu surga.
Doa :
Tuhan Yesus yang baik, puji dan syukur kami panjatkan untuk rahmat dan kasih setia-Mu kepada kami anak-anak-Mu. Mohon bantu kami agar selalu dimampukan menjalani hidup yang selalu penuh dengan kasih kepada-Mu, kepada keluarga dan sesama kami. Mohon bantuan Roh Kudus supaya selalu mengarahkan pandangan kami kepada kehidupan abadi bersama-Mu di Surga. Amin.
Komentar
Posting Komentar