(Renungan) Alasan yang Amat Manusiawi
Alasan yang Amat Manusiawi
(Ruth Solaiman)
(Ruth Solaiman)
Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap
(Luk. 14 : 17b)
Kalender Liturgi Selasa, 7 November 2023
Bacaan Pertama : Rom. 12 : 5–16a
Mazmur Tanggapan : Mzm. 131 : 1-3
Bacaan Injil : Luk. 14 : 15-24
Berikut petikan percakapan antara seorang ibu dan anaknya. “Nak, maaf ya, kita tidak bisa pergi bermain di taman sore ini, karena ibu mau mempersiapkan diri pergi ke pesta anak boss. Nanti malam kamu makan ditemani mbak, ya!”
Sepintas bila kita perhatikan, percakapan ini wajar-wajar saja. Seorang bawahan yang harus menghadiri pesta undangan dari boss, diusahakan tampil tepat waktu dan dengan pakaian yang sepantas mungkin.
Tak jarang kita juga mendengar petikan percakapan berikut, “Kita misa besok aja ya, malam ini mama cape, jadi mau istirahat” atau “Waduh, sayuran sudah pada habis, harus ke pasar dulu, jadi ke gerejanya nanti sore saja” atau “Ada film yang bagus, sudah lama tidak ajak anak-anak nonton, kita nonton yuuk, ke gerejanya minggu depan aja!”
Sekali lagi, petikan percakapan ini amat wajar, apalagi zaman sekarang. Kedua orang tua bekerja tentunya amat lelah dan butuh waktu untuk istirahat, mengurus keperluan rumah dan mengadakan kegiatan bersama keluarga, misalnya pergi nonton bersama.
Mari kita dalami Injil Lukas 14:17b: "Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap." Pesta siapakah ini? Apa yang sudah siap? Yesus sendiri yang menyelenggarakan pesta. Apalagi pusat hidup kristiani kita adalah Ekaristi, di mana Tubuh dan Darah Yesus sendiri dalam rupa hosti suci yang siap bersatu dengan tubuh kita. Bila si ibu pada awal tulisan ini, demi boss-nya mengabaikan waktu bermain yang ditunggu anaknya dan pergi ke pesta, apakah Yesus yang sudah berkurban dan wafat untuk kita, kurang penting dari boss di dunia? Perikop Injil ini mencerminkan hidup kita, yang mempunyai seribu satu alasan yang amat manusiawi, untuk meninggalkan pesta utama yaitu Ekaristi Kudus dalam Misa. Injil hari ini, menghantar kita masing- masing untuk merefleksikan, apakah ada alasan yang lebih penting dibandingkan bersatu dengan Yesus yang sudah mengorbankan diri-Nya bagi kita?
Doa :
Yesus, aku berterima kasih karena Engkau telah memberikan diri-Mu untuk menebusku. Bantu aku agar mampu melawan kedaginganku dengan berbagai alasan yang terkesan masuk akal, tetapi sebenarnya aku menghindari kesempatan untuk bersatu dengan-Mu dalam Ekaristi Kudus. Amin.

Komentar
Posting Komentar