(Renungan) Bait Allah Itu Ialah Kamu

Bait Allah Itu Ialah Kamu
(Kresensia Aurelia Aida Kurniawan)


Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan 
bait Allah itu ialah kamu.
(1 Kor. 3 : 17)


Kalender Liturgi Kamis, 9 November 2023 
Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
Bacaan Pertama : Yeh. 47 : 1-2, 8-9, 12
Mazmur Tanggapan : Mzm. 46 : 2-3, 5-6, 8-9
Bacaan Kedua : 1 Kor. 3 : 9b-11, 16-17
Bacaan Injil : Yoh. 2 : 13-22


Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus ketika ia sedang di Efesus. Jemaat Korintus yang baru mengenal Kristus terancam mengalami perpecahan. Mereka saling membanggakan diri bahwa golongan mereka yang paling hebat. Maka ia menasihatkan bagaimana seharusnya cara hidup sebagai pengikut Kristus. 

Cara hidup yang dinasihatkan Paulus juga menjadi cara hidup kita, antara lain: tetap erat bersatu karena Kristus adalah satu, memiliki hikmat Allah yang benar, tiap-tiap orang harus berusaha membangun imannya kepada Kristus supaya menjadi manusia rohani yang tahan uji. Ia juga memberitahu bahwa kita ini adalah Bait Allah.

Ketika dibaptis, kita menerima Roh Kudus, Roh Allah sendiri, yang berdiam dalam  kita. Orang Yahudi menyebut tempat kediaman Allah, yaitu Bait Allah. Maka kita pun adalah Bait Allah. Allah adalah kudus, dan tempat kediaman-Nya haruslah kudus. Karena itu, kita harus menjaga kekudusan diri kita.

Selain menjaga kekudusan diri sendiri, kita pun diminta menjaga kekudusan ciptaan Tuhan lainnya. Ciptaan Tuhan itu adalah alam semesta dan sesama kita manusia. Terutama sesama manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Sesama manusia inilah yang dimaksudkan Tuhan Yesus untuk dikasihi seperti diri sendiri. 

Suatu hari, teman saya bercerita ada seseorang yang takut menikah karena dalam keluarganya hampir semua anak-anaknya mengalami cacat mental, gila, atau meninggal di usia muda. Keluarganya seperti terkena kutukan, dia ingin mengakhirinya. Dia mencari tahu dan bertanya-tanya kepada teman-teman gereja dan rohaniwan, apakah penyebabnya. Kemudian dia menyelidiki bagaimana kehidupan nenek moyangnya. Ternyata kakek buyutnya, pemilik pabrik gula adalah orang yang sangat kaya sekaligus sangat jahat. Ia kerap kali memperkosa wanita yang diinginkannya, tidak peduli apakah perempuan itu bersuami atau bahkan sedang hamil. Tingkah laku kakek buyutnya ini membuat keturunannya binasa. Karena tidak menjaga kekudusan dirinya dan sesamanya. 

Allah senantiasa memperhatikan tingkah laku kita. Marilah kita hidup kudus, supaya keturunan kita memperoleh hidup dan diberkati oleh-Nya.


Doa:

Oh Yesus yang baik, kami bersyukur atas Rasul Paulus yang membuat fondasi iman kami. Hikmat Allah Roh Kudus yang ada padanya, membuat dia mampu menasihatkan banyak hal kepada kami. Bantulah kami ya Allah Roh Kudus untuk hidup sesuai jalan-jalan-Mu supaya kami hidup benar dan tidak binasa sampai saat kedatangan-Mu. Amin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlWdaC9eavbdk8GaBsuJdgsiV1Icq7thbdSc2G36AVWpRQL8IsZ1GyV_UzD0yEu_0pNGrPdU4nE0N5DNQqqoBlGPjS3fFmM0k5hTOCV7H6GYBTVfjh8X5C01AxX4jhNQ7qDDoL9lUMmaA/s1600/2017-10-17+17.16.32.png


Komentar