(Renungan) Peduli kepada Orang Terpinggirkan
Peduli kepada Orang Terpinggirkan
(Christine Meilani Kesumaputri)
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin,
orang-orang cacat, orang-orang lumpuh, dan orang-orang buta.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa
untuk membalasnya kepadamu.
(Luk. 14 : 13-14a)
Kalender Liturgi Senin, 6 November 2023
Bacaan Pertama : Rom. 11 : 29-36
Mazmur Tanggapan : Mzm. 69 : 30-31, 33-34, 36-37
Bacaan Injil : Luk. 14 : 12-14
Bacaan Pertama : Rom. 11 : 29-36
Mazmur Tanggapan : Mzm. 69 : 30-31, 33-34, 36-37
Bacaan Injil : Luk. 14 : 12-14
Vatican City, di jantung kota Roma, Italia, beberapa tahun yang lalu. Kami bertiga: aku, suamiku, dan anakku sedang ikut tur Eropa ke beberapa negara, termasuk ke kota suci ini. Bersama ribuan peziarah lain, kami mengantri di lapangan St. Peter untuk dapat masuk ke Basilika St. Peter. Saat dalam antrian panjang, kami mengagumi bangunan 'renaissance’ dan ‘medieval’ di sekeliling. Ada banyak patung santo dan santa di atas sana, juga ada kubah yang indah. Cuaca cerah namun panas terik.
“Itu ada tempat jual minuman, yuk kita beli” usulku. “Roy, temani mama, papa jaga di antrian” kata suamiku. Roy mengangguk dan kami bergegas keluar antrian. Ada banyak tempat jualan minuman di beberapa lokasi, ditandai adanya lemari pendingin. Tapi tempat yang satu ini beda, makanan dan minuman digelar di meja panjang layaknya perjamuan.
Aku mengambil sebotol air yang kelihatannya dingin. Langsung kuminum karena kehausan. “Lha, ini mau bayar di mana?” tanyaku. Meja ini tanpa penjaga. “Mama, cukup minuman itu saja ya” kata Roy. “Kenapa? Ada tulisan apa di situ, coba baca!” Aku sedikit kebingungan. “Tulisannya: for the homeless” jawab Roy tersenyum.
Yang tak terpikirkan olehku adalah tersedianya jamuan for the homeless, di sebuah pelataran dekat antrian ribuan orang di lapangan St. Peter. Entah itu acara perjamuan satu saat saja atau perjamuan setiap saat. Aku sangat terkesan, begitu nyata penerapan ajaran Kristus for the homeless oleh Vatican City. Salut dan bangga aku akan Gereja Katolik.
Pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan dan mengingatkan kita bahwa ada kelompok orang-orang terpinggirkan yang perlu kita jamu, yang perlu kita perhatikan. Tanpa mengharap imbalan apa pun.
Sudah sepantasnya kita berbuat baik karena Tuhan sudah terlebih dahulu berbuat baik kepada kita, dengan cinta-Nya dan anugerah-Nya.
Doa:
Bapa yang Mahabaik, bimbinglah langkah hidupku, untuk mampu rendah hati, tulus ikhlas, berbuat kebaikan, berbagi sebagai ungkapan syukur kepada-Mu. Peduli dan rela membantu sesama yang terpinggirkan, tanpa mengharapkan imbalan, pujian, atau pengakuan. Amin.

Komentar
Posting Komentar