(Renungan) Pemelihara Iman

Pemelihara Iman
(Erick Stefanus Jahja)


Sebab sebagai pengatur rumah Allah, 
seorang pengawas jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, 
bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah.
(Tit. 1:7)


Kalendar Liturgi Senin, 11 November 2024
PW St. Martinus dari Tours
Bacaan Pertama : Tit. 1:1-9
Mazmur Tanggapan : Mzm. 24:1-2. 3-4ab. 5-6
Bacaan Injil : Luk. 17:1-6


Dalam surat rasul Paulus kepada Titus, disebutkan syarat-syarat bagi penatua yang benar; baik untuk memberikan semangat maupun memberikan teguran. Ia haruslah seorang yang memiliki perilaku tak bercacat dan hanya memiliki satu isteri. Anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh, atau hidup tidak tertib.

Sebab sebagai pengatur rumah Allah sekaligus  seorang penilik jemaat, ia harus suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar. Hidup sesuai ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.  

Bahkan dalam Mazmur pun ada tertulis, "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.” (bdk. Mzm. 24:4-5)

Peran seorang  penatua atau pengurus Gereja adalah menjadi pemelihara iman bagi jemaat yang diaturnya. Yesus pun memberikan nasihat untuk bersikap rendah hati dan bijak kepada umat yang dipimpin. Ada tambahan khusus yang menjadi ciri khas pemeliharaan iman dari Yesus: “Tegur saudaramu bila berbuat dosa, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.” (bdk. Luk. 17:3)

Hari ini perayaan Santo Martinus dari Tours. Ia memelihara imannya, dengan tak gentar menghancurkan tempat-tempat pemujaan berhala. Namun ia juga menentang praktek hukuman mati yang dijatuhkan kaisar terhadap para tukang-tukang sihir dan penyebar ajaran sesat. Ia bahkan menjadi tidak disukai oleh orang-orang Kristen yang fanatik. Tetapi Martinus tetap pada pendiriannya: menjunjung tinggi keadilan dan menentang sistim paksaan.

Pernah saya berjumpa dengan seseorang katekis dari Papua. Kami berdiskusi. Beliau begitu luar biasa; mau mengorbankan waktu, harta, dan keluarga untuk dapat memberikan pengajaran iman kepada saudara seiman, di tempat yang cukup sukar ditempuh dan jauh dari rumahnya. Pemelihara iman bukan berarti hanya pengurus Gereja, namun bisa siapa saja yang tergerak hati dan terpelihara imannya. Termasuk kita.

Doa:
Bapa, Engkau sebagai pemelihara imanku untuk selalu setia kepada Allah. Tanamkanlah semangat pemeliharaan-Mu yang penuh kasih dalam kerahiman bagiku dan sesamaku. Sehingga imanku bertumbuh dan kuat melakukan hal yang tak mungkin, karena pemeliharaan-Mu yang besar. Amin.



Komentar