(Renungan) Janganlah Takut
Janganlah Takut
(Eviantine Evi Susanto)
Kalender Liturgi Kamis, 12 Desember 2024
Bacaan Pertama : Yes. 41:13-20
Mazmur Tanggapan : Mzm. 145:1. 9. 10-11. 12-13ab
Bacaan Injil : Mat. 11:11-15
Saya pernah mendengar dalam suatu pengajaran, dikatakan bahwa di dalam Kitab Suci ada 365 ayat yang menuliskan kata “jangan takut”. Sampai saat ini saya baru menemukan dan mencatat sekitar 100 ayat lebih kata “jangan takut”. Walaupun saya belum tuntas menemukan 365 ayat kata “jangan takut” ini, tetapi saya percaya bahwa jumlah kata sebanyak 365 ini ada maksudnya. Salah satunya ingin menegaskan janganlah takut menjalani kehidupan ini, karena Tuhan akan selalu hadir di dalam perjalanan kehidupan umat-Nya selama 365 hari dalam setahun.
Pertama kalinya saya menemukan kata “jangan takut” adalah pada kisah kelahiran Yesus Kristus. Kala itu Yusuf sedang bingung dan tidak tahu harus berbuat apa ketika mengetahui tunangannya Maria telah mengandung. Ia bermaksud untuk menceraikan Maria secara diam-diam. Pada saat itulah Malaikat Tuhan hadir dalam mimpi Yusuf dan berkata “Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Mat. 1:20). Bisa kita bayangkan bagaimana ketakutan dan bingungnya Yusuf kala itu. Tetapi kehadiran Malaikat Tuhan membawakan pemahaman baru sehingga Yusuf percaya akan rencana besar yang telah Tuhan rancangkan untuk terjadi.
Bila kita ingin menelusurinya lebih jauh, kata “jangan takut” sudah ada sejak Tuhan menjanjikan keturunan kepada Abraham (Kej. 15:1). Abraham sudah hampir putus asa untuk mempunyai keturunan, tetapi dikuatkan kembali oleh janji Tuhan. Abraham kemudian menuruti semua rencana yang telah Tuhan rancangkan atas dirinya. Akhirnya ia mendapatkan keturunan seperti yang dijanjikan Tuhan, yaitu anaknya Ishak.
Sering tidak mudah untuk memahami perintah Tuhan “jangan takut”, terutama ketika keterpurukan atau kesusahan hadir dalam hidup ini. Banyak hal yang terjadi terkadang sulit untuk dimengerti. Percayakah kita bahwa Tuhan sudah menyediakan pertolongan dan penghiburan bagi setiap orang? Saya percaya, bahwa tangan Tuhan akan selalu siap sedia menolong, membimbing dan melindungi umat-Nya agar bisa menyelesaikan perjalanan kehidupan ini dengan sebaik mungkin.
Doa:
Tuhan terima kasih atas perintah-Mu kepadaku, agar jangan takut dalam menghadapi dan menjalani kehidupan ini. Tuhan dampingilah aku dan keluargaku agar bisa menjalani kehidupan ini dengan baik sesuai dengan rencana-Mu. Amin.
(Eviantine Evi Susanto)
Aku ini Tuhan, Allahmu. Aku memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, “Janganlah takut. Akulah yang menolong engkau."
(Yes. 41:13)
Kalender Liturgi Kamis, 12 Desember 2024
Bacaan Pertama : Yes. 41:13-20
Mazmur Tanggapan : Mzm. 145:1. 9. 10-11. 12-13ab
Bacaan Injil : Mat. 11:11-15
Saya pernah mendengar dalam suatu pengajaran, dikatakan bahwa di dalam Kitab Suci ada 365 ayat yang menuliskan kata “jangan takut”. Sampai saat ini saya baru menemukan dan mencatat sekitar 100 ayat lebih kata “jangan takut”. Walaupun saya belum tuntas menemukan 365 ayat kata “jangan takut” ini, tetapi saya percaya bahwa jumlah kata sebanyak 365 ini ada maksudnya. Salah satunya ingin menegaskan janganlah takut menjalani kehidupan ini, karena Tuhan akan selalu hadir di dalam perjalanan kehidupan umat-Nya selama 365 hari dalam setahun.
Pertama kalinya saya menemukan kata “jangan takut” adalah pada kisah kelahiran Yesus Kristus. Kala itu Yusuf sedang bingung dan tidak tahu harus berbuat apa ketika mengetahui tunangannya Maria telah mengandung. Ia bermaksud untuk menceraikan Maria secara diam-diam. Pada saat itulah Malaikat Tuhan hadir dalam mimpi Yusuf dan berkata “Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Mat. 1:20). Bisa kita bayangkan bagaimana ketakutan dan bingungnya Yusuf kala itu. Tetapi kehadiran Malaikat Tuhan membawakan pemahaman baru sehingga Yusuf percaya akan rencana besar yang telah Tuhan rancangkan untuk terjadi.
Bila kita ingin menelusurinya lebih jauh, kata “jangan takut” sudah ada sejak Tuhan menjanjikan keturunan kepada Abraham (Kej. 15:1). Abraham sudah hampir putus asa untuk mempunyai keturunan, tetapi dikuatkan kembali oleh janji Tuhan. Abraham kemudian menuruti semua rencana yang telah Tuhan rancangkan atas dirinya. Akhirnya ia mendapatkan keturunan seperti yang dijanjikan Tuhan, yaitu anaknya Ishak.
Sering tidak mudah untuk memahami perintah Tuhan “jangan takut”, terutama ketika keterpurukan atau kesusahan hadir dalam hidup ini. Banyak hal yang terjadi terkadang sulit untuk dimengerti. Percayakah kita bahwa Tuhan sudah menyediakan pertolongan dan penghiburan bagi setiap orang? Saya percaya, bahwa tangan Tuhan akan selalu siap sedia menolong, membimbing dan melindungi umat-Nya agar bisa menyelesaikan perjalanan kehidupan ini dengan sebaik mungkin.
Doa:
Tuhan terima kasih atas perintah-Mu kepadaku, agar jangan takut dalam menghadapi dan menjalani kehidupan ini. Tuhan dampingilah aku dan keluargaku agar bisa menjalani kehidupan ini dengan baik sesuai dengan rencana-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar