(Renungan) Mengucap Syukur
Mengucap Syukur
(Wiwi Setiawati Dermawan)
Kalender Liturgi Rabu, 12 November 2025
(Wiwi Setiawati Dermawan)
Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir?
Di manakah yang sembilan orang itu?”
(Luk. 17:17)
PW. S. Yosafat, Uskup dan Martir
Bacaan Pertama: Keb. 6:1-11
Mazmur Tanggapan: Mzm. 82:3-4.6-7
Bacaan Injil: Luk. 17:11-19
Sepuluh orang dengan penuh iman memohon agar Yesus berkenan menyembuhkan mereka dari penyakit kulit yang menajiskan. Dari jauh mereka berteriak memohon belas kasih, “Yesus, Guru, kasihanilah kami.” Dengan penuh iman mereka yakin Yesus akan berbelas kasih pada mereka. Yesus memandang mereka dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Mereka semua sembuh dalam perjalanan, tapi hanya satu orang yang datang kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu sujud didepan kaki Yesus dan mengucap syukur pada-Nya.
Di manakah posisi kita? Apakah kita termasuk dari kesembilan orang itu atau satu orang yang kembali? Kesibukan sehari-hari dan banyaknya keinginan-keinginan dalam kehidupan ini, kadang membuat kita lupa untuk bersyukur dan berterima kasih. Keinginan-keinginan duniawi yang sangat menggiurkan dan membutakan mata hati, membuat kita lupa bersyukur dan berterima kasih.
Saya sangat bersyukur dapat menikmati masa pensiun dengan baik, karena segala sesuatu pasti ada masanya. Saya telah menikmati masa bekerja yang nyaman, di mana saya dapat pergi ke berbagai kota di Indonesia dan dunia dengan biaya perusahaan. Kini masa saya telah habis. Saya harus memberikan kesempatan kepada yang lain. Oleh karenanya, saya selalu berusaha untuk menjaga hati dan pikiran. Kata-kata berikut ini sangat membantu saya dalam menjalankan kehidupan ini: “Sederhanakanlah hatimu, keinginanmu, gaya hidupmu, dan cara berpikirmu.”
Mengucap syukur merupakan kebahagian dan kemampuan dalam menikmati hidup. Menikmati segala yang telah diberikan oleh Tuhan Allah kepada kita. Mengucap syukur tidak hanya dalam sukacita karena keinginan kita terpenuhi. Ucapkanlah juga syukur saat keinginan kita tak terpenuhi, karena segala yang diberikan oleh Tuhan Allah adalah bentuk kasih-Nya pada kita. Dia Maha Tahu atas segala yang terbaik bagi kita umat-Nya. Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1Tes. 5:18).
Marilah kita memiuliakan Dia dalam doa setiap pagi dan malam, dengan mengucapkan syukur dan terima kasih atas penyelenggaraan-Nya dalam hidup kita!
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah mengajarkan untuk selalu bersyukur dan berterima kasih atas penyelenggaraan hidup kami setiap hari dalam suka dan duka. Kami mengimani bahwa segala yang terjadi dalam kehidupan kami adalah seturut kehendak-Mu dan jalan-Mu, karena Engkau yang berkuasa atas hidup kami. Sembah dan sujud, puji dan syukur hanya kepada-Mu, Tuhan Allah kami sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan Pertama: Keb. 6:1-11
Mazmur Tanggapan: Mzm. 82:3-4.6-7
Bacaan Injil: Luk. 17:11-19
Sepuluh orang dengan penuh iman memohon agar Yesus berkenan menyembuhkan mereka dari penyakit kulit yang menajiskan. Dari jauh mereka berteriak memohon belas kasih, “Yesus, Guru, kasihanilah kami.” Dengan penuh iman mereka yakin Yesus akan berbelas kasih pada mereka. Yesus memandang mereka dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Mereka semua sembuh dalam perjalanan, tapi hanya satu orang yang datang kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu sujud didepan kaki Yesus dan mengucap syukur pada-Nya.
Di manakah posisi kita? Apakah kita termasuk dari kesembilan orang itu atau satu orang yang kembali? Kesibukan sehari-hari dan banyaknya keinginan-keinginan dalam kehidupan ini, kadang membuat kita lupa untuk bersyukur dan berterima kasih. Keinginan-keinginan duniawi yang sangat menggiurkan dan membutakan mata hati, membuat kita lupa bersyukur dan berterima kasih.
Saya sangat bersyukur dapat menikmati masa pensiun dengan baik, karena segala sesuatu pasti ada masanya. Saya telah menikmati masa bekerja yang nyaman, di mana saya dapat pergi ke berbagai kota di Indonesia dan dunia dengan biaya perusahaan. Kini masa saya telah habis. Saya harus memberikan kesempatan kepada yang lain. Oleh karenanya, saya selalu berusaha untuk menjaga hati dan pikiran. Kata-kata berikut ini sangat membantu saya dalam menjalankan kehidupan ini: “Sederhanakanlah hatimu, keinginanmu, gaya hidupmu, dan cara berpikirmu.”
Mengucap syukur merupakan kebahagian dan kemampuan dalam menikmati hidup. Menikmati segala yang telah diberikan oleh Tuhan Allah kepada kita. Mengucap syukur tidak hanya dalam sukacita karena keinginan kita terpenuhi. Ucapkanlah juga syukur saat keinginan kita tak terpenuhi, karena segala yang diberikan oleh Tuhan Allah adalah bentuk kasih-Nya pada kita. Dia Maha Tahu atas segala yang terbaik bagi kita umat-Nya. Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1Tes. 5:18).
Marilah kita memiuliakan Dia dalam doa setiap pagi dan malam, dengan mengucapkan syukur dan terima kasih atas penyelenggaraan-Nya dalam hidup kita!
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah mengajarkan untuk selalu bersyukur dan berterima kasih atas penyelenggaraan hidup kami setiap hari dalam suka dan duka. Kami mengimani bahwa segala yang terjadi dalam kehidupan kami adalah seturut kehendak-Mu dan jalan-Mu, karena Engkau yang berkuasa atas hidup kami. Sembah dan sujud, puji dan syukur hanya kepada-Mu, Tuhan Allah kami sepanjang segala masa. Amin.

Komentar
Posting Komentar