(Renungan) Anak Manusia Berkuasa Mengampuni Dosa
Anak Manusia Berkuasa Mengampuni Dosa
(Kayus Mulia)
(Kayus Mulia)
"Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”. (Mrk 2:10)
Kalender Liturgi, Jumat 14 Januari 2021
Bacaan Pertama: 1 Sam 8: 4-7, 10-22a
Mazmur tanggapan: Mzm 89: 16-17, 18-19
Bait pengantar Injil: Luk 7: 16
Bacaan Injil: Mrk 2: 1-12
Dalam kisah ini Yesus memperkenalkan diri secara tidak langsung sebagai Anak Manusia.
Anak Manusia dalam kitab Daniel digambarkan sebagai 'Yang Diberi Kuasa' oleh Allah sendiri menjadi Raja dunia di mana kerajaan-Nya tidak akan lenyap sampai selama-lamanya.(Dan 7:13)
Yesus dalam awal tugas pewartaan-Nya menunjukkan kuasa-Nya untuk menyembuhkan bermacam-macam penyakit dan mengusir setan-setan. Ketika ada seorang lumpuh yang diturunkan dari atap rumah untuk dapat mendekati-Nya, Yesus tergerak hati-Nya oleh iman mereka. Yesus tidak bertanya lagi apa keinginan mereka dan langsung mengatakan "Dosamu sudah diampuni!"
Dimasa itu ada kepercayaan di antara masyarakat Yahudi bahwa suatu penyakit yang berat disebabkan oleh dosa orang itu. Dan dosa hanya dapat dibebaskan melalui kurban penghapus dosa oleh seorang imam dalam Bait Allah.(Im 23:19 )
Dengan mengampuni dosa yang hanya dapat dilakukan Allah, para ahli Taurat menganggap perkataan Yesus walau tidak langsung menghujat Allah yang menurut hukum Taurat Yesus harus dihukum mati. Inilah yang membuat para ahli Taurat berusaha membunuh Yesus hingga kemudian berakhir dengan wafat-Nya dikayu salib.
Dengan bertanya, mana yang lebih mudah mengampuni atau mengangkat tilam, Yesus mengkaitkan pewartaan pengampunan dan pewartaan penyembuhan.
Warta pengampunan tidak dapat segera terlihat dampaknya sedangkan warta penyembuhan dapat langsung terlihat, yaitu saat Yesus menyuruh orang lumpuh itu untuk bangun dan mengangkat tilamnya. Pengampunan membawa sekaligus kesembuhan bagi orang percaya dan saat itu semua orang menjadi takjub dan memuliakan Allah.
Tindakan empat orang kawan yang menggotong kawannya yang lumpuh dengan susah payah datang kepada Yesus, menunjukkan iman percaya mereka atas kuasa penyembuhan Yesus.
Apakah iman kita sudah seperti iman orang yang lumpuh dan empat orang kawannya yang berusaha hingga membongkar atap untuk dapat berada dekat dengan Yesus?
Doa:
Tuhan, ubahlah imanku yang seperti lumpuh dan tidak dapat mendekati-Mu menjadi seperti iman si lumpuh dan kawan-kawannya yang membawaku kepada-Mu. Amin.
Komentar
Posting Komentar