(Renungan) Pertobatan Membawa Kepulihan
Pertobatan Membawa Kepulihan
(Brigitta Indah)
(Brigitta Indah)
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka :”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib,tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,melainkan orang berdosa.
(Markus2:17)
Kelender Liturgi Sabtu, 15 Jan 2021
Bacaan pertama : 1 Sam 9:1-4.17-19;10:1a
Mazmur tanggapan : Mzm 21:2-3,4-5,6-7
Bacaan Injil : Markus 2:13-17
Bacaan pertama : 1 Sam 9:1-4.17-19;10:1a
Mazmur tanggapan : Mzm 21:2-3,4-5,6-7
Bacaan Injil : Markus 2:13-17
Dalam perjalananNya setelah mengajar di Danau Galilea, la melihat Lewi. Siapa sih Lewi itu? Ia anak Alfeus nama lainnya “Matius” bekerja pada pemerintah Romawi sebagai pemungut pajak. Ia selalu mengambil keuntungan dari pajak yang ditariknya. Bangsa Yahudi kala itu menganggap pekerjaannya hina, antek penjajah, pencekik leher rakyat, pemeras, bekerja untuk bangsa Romawi dan menindas rakyat sendiri. Yesus melihat dan memanggilanya, ketika ia duduk di rumah cukai agar mengikuti Dia. Lewi pun bangkit berdiri dan mengikuti-Nya (Ayat 14).
Lewi mengikuti Tuhan Yesus dengan tulus hati, ikhlas meninggalkan pekerjaannya sebagai pemungut pajak yang banyak uang. Ia rela meninggalkan semuanya, tanpa berfikir panjang dan ia merasakan kebahagian atas pertobatannya dengan mengundang Yesus makan bersama di rumahnya.
Jadi teringat sebelum bertobat, karena menumpuk masalah demi masalah membuat saya tawar hati, cepat marah,dan apatis. Pada tahun 2013 tidak terduga Tuhan memanggil saya melalui kursus Evangelisasi Pribadi. Saat itu saya diajak oleh teman, sebenarnya saya malas karena waktu kursusnya enam bulan terasa begitu lama, merasa tidak enak terhadap teman akhirnya ikut mendaftar. Banyak tantangan awal mengikuti kursus, setiap akan berangkat selalu hujan deras, ada rasa malas untuk keluar rumah. Terkadang harus merayu anak bungsu yang masih TK karena rewel, ada saja yang diminta, diambilkan minum, ditemani mewarnai gambar, tidak mau ditinggal, benar-benar suatu perjuangan. Namun hambatan ini bisa saya atasi, jika Tuhan mau tidak ada yang tidak mungkin.
Tidak menyangka lewat kursus ini saya menemukan lagi hidup keberimanan saya yang telah hilang, saya seperti di re-fresh lagi oleh Tuhan, ibarat accu (aki) yang sudah soak dicharge lagi, saya mulai bangkit penuh semangat ada harapan dan sukacita.
Tuhan punya cara unik untuk menjumpai kita, dalam keadaan apapun, bahkan suatu peristiwa hidup yang tidak terduga dan berkarya melalui sesama yang kita jumpai. Tidak ada yang kebetulan buat Tuhan untuk mengubah hidup kita yang akhirnya mendatangkan kebaikan dan pertobatan.
Tuhan punya cara unik untuk menjumpai kita, dalam keadaan apapun, bahkan suatu peristiwa hidup yang tidak terduga dan berkarya melalui sesama yang kita jumpai. Tidak ada yang kebetulan buat Tuhan untuk mengubah hidup kita yang akhirnya mendatangkan kebaikan dan pertobatan.
Doa :
Terimakasih Tuhan Engkau menyelamatkan jiwaku,entah apa jadinya jika saat itu aku tak Kau temukan lagi, peganglah erat-erat tanganku supaya aku tak hilang lagi. Amin.
Komentar
Posting Komentar