(Renungan) Dosa

Dosa
(Alexandara Suliana Nur)



Menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancang-Nya atas umat-Nya 
(Kel. 32 : 14)



Bacaan Liturgi Minggu, 11 September  2022
Bacaan Pertama : Kel. 32 : 7-11, 13-14 
Mazmur Tanggapan : Mzm. 51 : 3-4, 12-13, 17, 19
Bacaan Kedua : 1 Tim. 1 : 12-17
Bacaan Injil : Luk. 15 :1-32


Sejak awal manusia sudah jatuh ke dalam dosa dan perilaku dosa merebak di seluruh dunia, bahkan ada pula dosa yang dilegalkan dengan alasan tertentu. Salah satu bentuk dosa legal adalah praktek aborsi di China tahun 1978 hingga 2015 dengan kebijakan satu anak. Sebanyak 400 juta bayi diaborsi, angka yang luar biasa karena angka ini belum ditambah dengan jumlah bayi aborsi yang ada di luar Cina. 

Manusia telah kehilangan rasa berdosa, dosa menjadi suatu yang biasa dan umum. Masih banyak tindakan dosa lainnya yang sudah dianggap menjadi hal biasa termasuk pengesahan oleh beberapa negara yang mengakui dan mengesahkan perkawinan sejenis. Hal ini pasti sangat mendukakan Allah.

Percepatan penyebaran dosa seperti layaknya percepatan virus. Pada akhir tahun 2019 muncul virus COVID-19 di Wuhan yang selanjutnya melanda dunia dan merenggut banyak nyawa.  Dunia diserang oleh virus yang mematikan,  orang harus tinggal, belajar, dan bekerja dari rumah, selalu cuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, agar segera bisa memutuskan mata rantai penyebaran virus ini.

Menjadi pertanyaan apakah Covid ini diperkenankan Tuhan atas dosa-dosa manusia? Seperti  pada peristiwa kehancuran Sodom dan Gomora atas dosa yang ada di kota tersebut. Walaupun akhirnya dapat dipahami bahwa di balik peristiwa tersebut diharapkan manusia semakin sadar akan kerapuhan dan ketakberdayaan. Hanya Dia yang hanya dapat diharapkan dan diandalkan yaitu Tuhan. Pada kondisi demikian kita diminta untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan dan berdoa  dengan keluarga masing-masing.

Namun Tuhan pun memiliki penyesalan, dan karena cinta-Nya kepada manusia, terus-menerus Ia memanggil manusia untuk berhenti; tidak kompromi atas perilaku dosa, berhenti berbuat jahat dan belajar berbuat baik. Tuhan menyerukan pertobatan, surga bersukacita karena satu orang bertobat, seperti perumpamaan "domba dan dirham yang hilang" dan "anak bungsu yang kembali". Karenanya janganlah kita mudah berbuat dosa atau terbiasa dengan perilaku dosa.
 Selalu berdoa memohon kepada-Nya agar kondisi Covid segera berlalu, dan kehidupan yang normal bisa berjalan lagi.


Doa :

Tuhan Yesus ampuni kesalahan kami manusia yang kompromi dan terbiasa dengan perilaku dosa yang sudah terjadi dan jangan biarkan kami melakukan dosa dan kesalahan yang sama. Berikan kedamaian dan ketenangan abadi di surga atas korban bayi aborsi dan COVID-19.

Peneliti Ungkap Kemungkinan Kota Sodom dan Gomora Hancur karena Meteor |  kumparan.com

https://kumparan.com/kumparansains/peneliti-ungkap-kemungkinan-kota-sodom-dan-gomora-hancur-karena-meteor-1543191487568729058



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah