(Renungan) Memandang Salib Kristus
Memandang Salib Kristus
(Made Shinta)
(Made Shinta)
“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”
(Fil. 2 : 8)
Kalender Liturgi Rabu, 14 September 2022
Pesta Salib Suci
Bacaan Pertama : Bil. 21 : 4-9
Mazmur Tanggapan : Mzm. 78 : 1-2, 34-35, 36-37, 38
Bacaan Kedua : Fil. 2 : 6-11
Bacaan Injil : Yoh. 3 : 13-17
Setiap tanggal 14 September, Gereja Katolik merayakan Pesta Salib Suci. Pada hari itu kita memusatkan perhatian pada Salib Kristus, yang adalah bukti besarnya kasih Allah yang menghendaki agar semua manusia dapat memperoleh keselamatan.
Pesta Salib Suci
Bacaan Pertama : Bil. 21 : 4-9
Mazmur Tanggapan : Mzm. 78 : 1-2, 34-35, 36-37, 38
Bacaan Kedua : Fil. 2 : 6-11
Bacaan Injil : Yoh. 3 : 13-17
Setiap tanggal 14 September, Gereja Katolik merayakan Pesta Salib Suci. Pada hari itu kita memusatkan perhatian pada Salib Kristus, yang adalah bukti besarnya kasih Allah yang menghendaki agar semua manusia dapat memperoleh keselamatan.
Setiap kali kita memandang salib, kita melihat rupa Allah, yang merendahkan diri menjadi manusia. Yesus Kristus yang adalah Allah, datang ke dunia untuk mati dengan hina disalib. Suatu hal yang tidak masuk akal dan sulit diterima oleh banyak orang. Salib yang adalah alat untuk hukuman mati paling hina, lambang kutukan dan dosa, menjadi tanda kemenangan atas dosa dan maut, yang tercakup dalam sengsara, kematian, dan kebangkitan Kristus.
Pada Salib kita juga dapat melihat misi perutusan Tuhan Yesus ke dunia, yang kemudian menjadi misi kita sesuai dengan Sabda-Nya "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk. 9 : 23). Setelah menerima kasih dan kebaikan Allah yang luar biasa, sudah selayaknya kita membalas dengan mengasihi dan mengikuti-Nya, yang diwujudkan dengan saling mengasihi, membantu sesama dan mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri atas dasar kasih. Dengan demikian maka kita sudah turut memikul Salib Kristus.
Saya memperoleh hadiah perpisahan karena pindah rumah ke Bali berupa kalung salib dari sahabat-sahabat sepelayanan di paroki. Saat mengenakan kalung ini, seperti mengumumkan ke semua orang bahwa saya adalah pengikut Kristus. Pada awalnya saya merasa canggung, khawatir dianggap sok suci terlebih saat berkumpul dengan teman dan saudara-saudara yang non-Kristiani. Namun kemudian saya menyadari bahwa dengan mengenakannya, seperti selalu diingatkan untuk menjadi saksi Kristus yang sejati dan bukan menjadi batu sandungan. Saya akan selalu berusaha mengasihi secara tulus dengan tidak mengharapkan imbalan, juga tidak menjalani hidup munafik yang hanya terlihat baik di luar saja. Semoga setiap orang yang saya temui dapat melihat secercah terang Kristus bukan hanya dari kalung salib saya, tetapi juga melalui kata-kata dan perbuatan saya.
Doa :
Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, puji dan syukur saya panjatkan kepada-Mu atas kasih dan rahmat keselamatan yang Kau berikan kepada seluruh umat manusia. Mohon anugerah-Mu agar semakin banyak orang yang percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus yang telah menjadi manusia dan wafat di salib dan bangkit adalah Tuhan. Pakailah saya selalu untuk menjadi saksi-Mu. Amin.
Komentar
Posting Komentar