(Renungan) Bangunan Iman yang Kokoh
Bangunan Iman yang Kokoh
(Hendri Candra)
(Hendri Candra)
Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."
(Luk. 21 : 19)
Bacaan Pertama : Mal. 4 : 1-2a
Mazmur Tanggapan : Mzm. 98 : 5-6, 7-8, 9a
Bacaan Kedua : 2 Tes. 3 : 7-12
Bacaan Injil: Luk. 21 : 5-19
Ketika melakukan penelusuran melalui google dengan kata kunci “gereja di Eropa dijual”, dengan segera kita akan menemukan banyak artikel tentang banyak gereja di Eropa yang telah dijual dan berganti fungsi karena ditinggalkan oleh umatnya. Apakah ini tanda kemunduran Kristen di Eropa? Saya tidak mempunyai kompetensi untuk membahas hal ini secara ilmiah. Namun melalui Injil Lukas hari ini, Yesus menubuatkan bahwa bangunan Bait Allah akan runtuh dan terbukti karena memang akhirnya dibakar penjajah Romawi setelah wafat-Nya Kristus.
Dalam pengajaran Yesus kepada para murid-Nya juga disampaikan bahwa mereka akan menderita namun mereka akan ada dalam-Nya dan memperoleh kehidupan yang sejati. Pada waktu akan mengutus para murid-nya, untuk memberitakan injil kepada orang-orang Israel dengan otoritas-Nya, Ia memberitahukan kepada mereka tentang penganiayaan yang akan dialami mereka karena-Nya dan murid-murid Yesus akan ditangkap, dianiaya dan dimasukkan ke penjara.
Melalui semua peristiwa inilah, Yesus memberikan peneguhan kepada murid-murid dan tentunya juga kepada kita sebagai murid Kristus bahwa yang terpenting adalah tetaplah memiliki iman yang teguh dan berani menjadi saksi-Nya. Yesus berjanji akan menyertai kita selalu: kata-kata hikmat diberikan bahwa “tidak sehelai rambut pun hilang dan kalau kita bertahan, kita akan memperoleh hidup”. Bangunan iman yang kokoh yang bergantung kepada pokok Hidup yaitu Yesus sendirilah dan itulah yang diinginkan oleh Yesus.
Kondisi saat ini pun dapat menggambarkan bangunan gereja yang sesungguhnya, saat umat tidak bisa hadir di dalam sebuah “gereja” namun “Gereja” yang sesungguhnya tetap hidup di dalam pribadi lepas pribadi dan dalam keluarga-keluarga yang terus berpegang pada iman akan Kristus. Gereja yang sesungguhnya yang hidup dalam hati kita bukanlah bangunan yang indah namun kadang berupa hati penuh ketakutan dan kekuatiran karena covid-19 atau ketidakpastian perekonomian dunia.
Rasul Paulus mengajak untuk menguatkan iman kita dengan rajin, jujur dalam bekerja dan fokus kepada hal-hal yang berguna, positif dan konstruktif. Dan akhirnya boleh memberkati orang lain dan menjadi teladan kepada orang lain akan iman yang selalu mengandalkan Yesus.
Doa :
Doa :
Allah Bapa yang Mahamurah, terima kasih atas penyertaan-Mu sepanjang hidup kami. Engkaulah kekuatan kami untuk boleh menghadapi segala persoalan hidup: masalah ekonomi, kesehatan, hubungan dalam keluarga , masyarakat dan komunitas dengan penuh iman akan Kerahiman-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan penyelamat kami. Amin.
Komentar
Posting Komentar