(Renungan) Rasa Ingin Tahu

Rasa Ingin Tahu
(Lea Erny)



Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesus pun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu"
(Mat. 21:27)



Kalender Liturgi Senin, 12 Desember 2022
Bacaan Pertama     : Bil. 24:2-7.15-17a
Mazmur Tanggapan    : Mzm. 25:4bc-5ab.6-7c.8-9
Bacaan Injil                 : Mat. 21:23-27


Mother Teresa dalam satu tulisannya tentang kerendahan hati, menasihatkan agar kita menghindari rasa ingin tahu dan mencampuri urusan orang lain. Hal ini menjadi pembelajaran bagi saya. Terkadang agak berlebihan keingintahuan saya terhadap urusan orang lain. Mungkin rasa ingin tahu itu membuat saya banyak tahu sehingga jati diri saya seperti dihargai, diterima, dan diakui. 

Injil sering menceritakan bagaimana para imam, tua-tua bangsa Yahudi, dan ahli Taurat begitu besar rasa ingin tahu akan apa pun yang dikerjakan Yesus. Seperti bacaan hari ini, para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi bertanya kepada Yesus, yang sedang mengajar di Bait Allah: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?” Sehari sebelumnya, memang ada kejadian heboh di Bait Allah. Yesus mengamuk dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja dan bangku-bangku (bdk. Mat. 21:12-13). Setelah itu, masih di Bait Allah, Yesus menyembuhkan orang-orang buta dan orang-orang timpang yang datang kepada-Nya. Jadi mereka masih penasaran akan semua yang dilakukan Yesus sehari sebelumnya, lalu mengajukan pertanyaan tersebut kepada Yesus. Pertanyaan yang tidak lagi sekedar ingin tahu dan mencampuri urusan Yesus, tapi sudah mempunyai tujuan jahat. Mereka mencoba menjebak Yesus dengan harapan dapat menangkap bahkan membinasakan Yesus.

Nasihat Mother Teresa dan kisah Yesus hari ini, mengingatkan saya akan bahaya rasa ingin tahu dan mencampuri urusan orang lain. Terlebih bila dilandasi kebencian dan amarah. Bila itu terjadi maka saya tidak lagi dapat bersikap netral, tidak dapat mencerna fakta dengan benar. Semua  dipandang dan dinilai secara negatif. Bahkan bukan tidak mungkin, saya akan jatuh dalam kuasa jahat. Merancang dan melakukan perbuatan keji.

Tentu tidak semua rasa ingin tahu itu buruk. Salah satu yang baik dan perlu adalah, berusaha terus mencari tahu apa kehendak Allah dalam hidup ini. Saya  senantiasa bertanya kepada-Nya apakah rencana saya atau apa yang telah saya lakukan sesuai dengan kehendak-Nya.


Doa :

Ya Tuhan, sungguh seharusnya saya bersyukur pada-Mu, Engkau selalu ada untuk saya bersandar. Tuhan  jadikan hamba  hidup penuh Roh, senantiasa mau taat dan menyenangkan hati-Mu. Amin.

 
ENI MENULIS ISI HATI TUHAN : Matius 21:23-27, PERTANYAAN MENGENAI KUASA  YESUS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah