(Renungan) Bootcamp Yesus
Bootcamp Yesus
(Dewi Mulyati S.)
(Dewi Mulyati S.)
Lalu Yesus berkata kepada kepada murid-murid-Nya : ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku”
(Mat. 16 : 24)
Kalender Liturgi Jumat, 11 Agustus 2023
Bacaan Pertama : Ul. 4 : 32-40
Mazmur Tanggapan : Mzm. 77 : 12-13, 13-14, 14-15, 16, 21
Bacaan Injil : Mat. 16 : 24-28
Bacaan Injil : Mat. 16 : 24-28
Saya pernah dikirim ke suatu bootcamp oleh kantor saya. Dengan bis, kita dibawa kearah perbukitan di luar kota. Saya dan 3 teman diturunkan di pinggir perkebunan tanpa boleh membawa apa pun kecuali instruksi untuk menuju ke meeting point di sebuah resort. Ternyata dibutuhkan 3 hari untuk akhirnya sampai ke meeting point. Dari shock, putus asa, menderita sampai kita niat meneruskan jalan sesuai instruksi, mengandalkan fisik, menguatkan emosi, positive mindset serta kasih dan kerja sama peserta segrup untuk mengatasi tantangan di perbukitan dan fokus menuju resort.
Membaca perikop hari ini, saya teringat konsep bootcamp tersebut apabila dikaitkan dengan permuridan Yesus dan prasyaratnya. Yesus berkata: “Siapa yang MAU mengikuti aku….” Kata ‘Mau’ atau bersedia menyiratkan niat , ada unsur sukacita dan ketetapan hati dalam pilihan itu.
Tidak sekedar 'mau' saja, ada 3 prasyarat yang harus dipenuhi yang tidak kalah menantangnya, yaitu :
- Menyangkal diri. Tujuan utama menyangkal diri adalah demi kemuliaan Kristus, kehendak-Nya, demi kebaikan saudara-saudara kita, kebaikan jiwa kita. Suatu pelajaran yang sulit dan keras karena bertentangan dengan naluri dasar manusia yang ingin berbangga, sadar status sosial, status profesi. Bila dikaitkan dengan ayat 26, menyangkal diri berarti lebih mementingkan nyawa atau hidup yang kekal, yang bobotnya lebih tinggi dari ukuran-ukuran duniawi.
- Memikul salib. Salib ada di tengah jalan agar kita bisa mengelola penderitaan kita, dan tidak membuatnya menjadi halangan dalam melayani Allah. Dengan kata lain, tidak sekedar memikul salib, kita harus bisa mengangkatnya, artinya bagaimana kita bisa mengembangkan salib penderitaan agar menjadi sumber kebaikan bagi saya.
- Memikul salib. Salib ada di tengah jalan agar kita bisa mengelola penderitaan kita, dan tidak membuatnya menjadi halangan dalam melayani Allah. Dengan kata lain, tidak sekedar memikul salib, kita harus bisa mengangkatnya, artinya bagaimana kita bisa mengembangkan salib penderitaan agar menjadi sumber kebaikan bagi saya.
Salib penderitaan sebagai pribadi maupun sebagai orang Kristen adalah jalan agar kita serupa dengan Kristus. mengikuti Yesus, sambil memanggul salib adalah keharusan bagi pengikut Yesus. Analoginya kita memanggul bagian belakang salib Yesus, sementara Yesus memanggul bagian depan yang berat. Kita mengikuti-Nya, sambil menyerap dorongan semangat dari-Nya.
‘Mengikuti Yesus’ demi mendapatkan kemuliaan-Nya adalah perjalanan panjang dan tidak mudah. Siapkah kita menjalankan bootcamp bersama Yesus ?
Doa :
Ya Yesus panutanku, ijinkanlah aku selalu berada di jalan Salib-Mu, meskipun aku sering jatuh-bangkit berulang kali, bisikanlah selalu teguran lembut-Mu yang selalu menguatkan langkahku dalam memanggul salib bersama-Mu. Mohon rahmat Roh Kudus untuk selalu menjaga hidupku, agar hanya mengandalkan-Mu dan diingatkan bahwa keduniawian adalah tidak sekekal dan sehakiki cinta-Mu. Amin.
Komentar
Posting Komentar