(Renungan) Kedua Belas Pengintai
Kedua Belas Pengintai
(Maria Theresia Widyastuti)
Kalender Liturgi Rabu 09 Agustus 2023
Bacaan Pertama : Bil. 13 : 1-2, 25-33; 14:1, 26-30, 34-35
Mazmur Tanggapan : Mzm. 106 : 6-7a, 13-14, 21-22, 23
Bacaan Injil : Mat. 15 : 21-28
(Maria Theresia Widyastuti)
Kemudian Kaleb mencoba menentramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya, “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!“
(Bil. 13 : 30)
Bacaan Pertama : Bil. 13 : 1-2, 25-33; 14:1, 26-30, 34-35
Mazmur Tanggapan : Mzm. 106 : 6-7a, 13-14, 21-22, 23
Bacaan Injil : Mat. 15 : 21-28
Saat ini salah satu bagian dari pasukan pengintai elit dalam dunia militer adalah pesawat tanpa awak yang sebutannya adalah drone. Drone dipilih karena lebih efisien dan mudah dikendalikan untuk melakukan pengintaian. Salah satu drone tercanggih saat ini diberi nama “Predator C Avenger” yang merupakan salah satu senjata pengintai Amerika yang dikembangkan oleh perusahaan GA-SI. Tercanggih karena telah dibekali dengan berbagai unit senjata yang tersusun rapi di badannya, seperti rudal Hellfire, unit bom berpemandu laser dan amunisi JDMA.
Apa yang terjadi jika dahulu dua belas pengintai utusan Musa sudah menggunakan drone? Apakah Syamua bin Zakur, Safat bin Hori, Yigal bin Yusuf, Palti bin Rafu, Gadiel bin Sodi, Gadi bin Susi, Amiel bin Gemali, Setur bin Mikhael, Nahbi bin Wofsi dan Guel bin Makhi tetap bersikeras bahwa mereka akan pasti kalah dengan raksasa-raksasa yang tidak ditakuti oleh Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun? Mengapa Kaleb dan Yosua tidak takut dan tetap percaya bahwa mereka akan menang?
Namun sama seperti kisah dunia manusia pada umumnya kedua orang itu kalah suara dibandingkan dengan sepuluh orang lainnya. "Laporan" mereka mengakibatkan protes besar dan orang Israel menjadi berputus asa memasuki tanah yang dijanjikan-Nya dan karenanya dihukum oleh Allah. Bahkan hanya Kaleb dan Hosea saja yang diperkenankan Allah melalui masa hukuman 40 tahun dan masuk ke Tanah Terjanji.
Ketidakpercayaan kesepuluh mata-mata itu memiliki dimensi ganda yaitu bahwa kesetiaan Allah selama ini kepada umat-Nya tidak membawa kesepuluh orang ini pada hubungan yang setia kepada-Nya, dan mereka tidak percaya kepada Allah akan janji-janji-Nya mengenai masa depan mereka. Peristiwa ini bersumber pada kepercayaan akan Allah yang bekerja dalam hidup manusia walaupun tak terlihat mata. Juga terkait dengan tanggapan akan kesetiaan Allah pada manusia.
Bagaimana denganku? Apakah aku sudah setia pada Allah dan memiliki hubungan kesetiaan dengan-Nya? Apakah aku sudah percaya dan yakin bahwa Allah pasti akan memenuhi janji-janji masa depanku?
Doa :
Terima kasih ya Tuhanku Sang Mahasetia, Melalui peristiwa Kaleb dan Hosea yang Engkau perkenankan masuk ke tanah terjanji setelah masa penghukuman, aku dapat belajar bahwa setia-Mu membuat aku bersyukur dengan juga setia pada-Mu. Semoga Roh Kudus-Mu berkenan terus mendampingi aku untuk aku tak tergoyahkan dan selalu percaya bahwa hanya Engkaulah yang setia dan selalu bekerja untuk anak-anak-Nya dan menunjukkan bahwa janji-Mu akan Engkau penuhi. Terimakasih Bapa. Aku mencintai-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar