(Renungan) Orang yang Berbahagia

Orang yang Berbahagia
(Marietta Eveline)


Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan akan terlaksana 
(Luk.1 : 45) 


Kalender Liturgi Minggu, 13 Agustus 2023
HR. SP Maria Diangkat ke Surga
Bacaan Pertama : Why. 11 : 19a; 12:1-6a,10ab
Mazmur Tanggapan : Mzm. 45 : 10c-12, 16
Bacaan Injil : Luk. 1 : 39-56


Minggu ini kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga berdasarkan Dogma Gereja tahun 1950 yang diumumkan Paus Pius XII. Inilah penggenapan janji keselamatan Allah yang selalu Maria yakini sepanjang hidupnya.

Dari kacamata manusia, perjalanan hidup Maria bisa dikatakan penuh derita. Seorang gadis muda yang terancam dikucilkan karena mengandung dari Roh Kudus, harus berjalan jauh dan tiada tempat untuknya melahirkan, mengungsi ke tanah Mesir, menjalani berbagai hal yang tidak dipahami dalam membesarkan anaknya sampai akhirnya harus melihat putra yang dikasihinya menderita sengsara di kayu salib. Sungguh jalan hidup yang tak mudah!

Kedalamam iman Maria terlihat dari Kidung Maria (Magnificat) yang dinyatakannya ketika berjumpa Elisabet. Kidung Maria merupakan doa yang mencerminkan iman yang sangat mendalam kepada Allah. Ia memuliakan kebesaran Allah dan merasakan kebahagiaan karena perbuatan-perbuatan besar Allah kepadanya. Bahkan Maria mengatakan segala keturunan akan menyebutnya berbahagia. Mengapa Maria mengatakan berbahagia, padahal kita melihatnya sebagai penderitaan? Ketika menjawab salam Maria, Elisabet yang dipenuhi roh Kudus mengatakan : ”Dan berbahagialah ia, yang telah percaya sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk. 1:45).  

Seorang teman sudah berjuang bertahun-tahun melawan penyakit langka yang dideritanya. Seluruh tubuhnya pernah merasakan pisau operasi lebih dari 10 kali. Setiap kali berjumpa,  yang keluar dari mulutnya hanyalah ucapan syukur kepada Tuhan. Ia merasakan bahwa dengan sakitnya ia dapat merasakan kasih Tuhan dalam hidupnya. Kasih yang ia terima dari suami, anak-anak, keluarga dan teman-temannya. Dalam sakitnya ia rasakan bahagia dan sukacita. Ia berjuang dengan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada kehendak Allah.

Orang yang berbahagia adalah orang yang sepenuhnya percaya bahwa janji Allah akan terlaksana. Apakah aku orang yang berbahagia? Atau justru tercekam oleh rasa takut dan khawatir dalam menjalani hidup ini? Mari meneladani Bunda Maria yang sepenuhnya percaya kepada kehendak Allah, maka kita pun bisa menjadi orang yang berbahagia, apa pun keadaan kita saat ini.


Doa : 

Allah Bapa yang Mahakuasa, Engkau telah mengangkat Bunda Maria ke Surga. Ajarilah kami untuk hidup meneladani Bunda Maria. Rencana-Mu indah dalam hidup kami ya Bapa. Terpujilah Engkau sepanjang segala masa. Amin.


https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQW19I-22jf__EW82Idj1hgmuMzACmwU_RyOKCS0GSedvToN2k-IwnSfH5_GGqAPTgED6o&usqp=CAU



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah