(Renungan) Teladan Santo Laurensius
Teladan Santo Laurensius
(Laurentia Linda)
(Laurentia Linda)
“Barangsiapa melayani Aku, Ia harus mengikut Aku
dan di mana Aku berada di situ pun pelayan-Ku akan berada”
(Yoh. 12 : 26)
Kalender Liturgi Kamis, 10 Agustus 2023
Pesta Santo Laurensius
Bacaan Pertama : 2 Kor. 9 : 6-10
Mazmur Tanggapan : Mzm. 112 : 1-2, 5,6,7-8, 9
Bacaan Injil : Yoh. 12 : 24-26
Bacaan Pertama : 2 Kor. 9 : 6-10
Mazmur Tanggapan : Mzm. 112 : 1-2, 5,6,7-8, 9
Bacaan Injil : Yoh. 12 : 24-26
Hari ini Gereja memperingati Santo Laurensius, seorang diakon di bawah Paus Sixtus (257-258) yang ditugaskan mengurus harta kekayaan Gereja untuk dibagi-bagikan kepada kaum fakir miskin di seluruh kota Roma. Pada saat itu kekaisaran Roma selalu mengejar umat Kristen untuk dihabisi, karena mereka mendengar orang Kristen semakin banyak pengikutnya. Setelah Paus Sixtus ditangkap dan dibunuh, pemerintahan Romawi menawarkan pilihan keselamatan kepada Santo Laurensius jika ia dengan sukarela menyerahkan harta Gereja yang berada di bawah pengawasannya. Mendengar ini Santo Laurensius meminta waktu berpikir selama 3 hari. Dalam waktu 3 hari ia membagi-bagikan seluruh harta dan benda berharga Gereja itu kepada para fakir miskin yang jumlahnya sampai 1500 orang. Setelah 3 hari dibawanyalah seluruh fakir miskin itu ke hadapan pengadilan tinggi Roma dan mempersembahkan seluruh orang itu sambil mengucapkan kata: ”Tuan walikota yang terhormat, ambillah dan peliharalah orang-orang miskin dan sengsara ini. Mereka inilah yang menjadi kekayaan Gereja.” Peristiwa ini akhirnya menghantar Santo Laurensius pada mahkota kemartiran. Dia ditangkap dan dipanggang hidup-hidup.
Dalam hidup ini kita mempunyai panggilan dan perutusan yang berbeda-beda. Kita dipanggil dan diutus untuk menjadi pelayan, baik di dalam keluarga, tempat kerja, masyarakat maupun Gereja. Semua bentuk panggilan adalah baik adanya dan tidak ada satu yang lebih dari yang lain. Dulu saya selalu merasa kagum kepada teman-teman yang rasanya punya lebih banyak waktu untuk melayani, rasanya saya harus lebih bisa mengatur waktu saya. Tetapi apa pun panggilannya, kita harus selalu memberikan yang terbaik.
Untuk bisa menjalaninya dengan baik, kita membutuhkan energi yang harus kita isi terus menerus. Untuk fisik kita mendapatkan itu dari makanan dan minuman, tetapi untuk jiwa kita, kita perlu tinggal bersama Tuhan, seperti bacaan Injil hari ini. Di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku berada. Tuhanlah yang akan memberikan kekuatan kepada kita. Seperti Santo Laurensius, ia menyatukan hidupnya dengan Tuhan sehingga mendapatkan kekuatan dari-Nya dalam melayani orang miskin.
Doa:
“Ya Allah Bapa, seturut teladan Santo Laurensius, berilah kami semangat untuk selalu mengasihi dan memberi dengan tulus dan murah hati dalam setiap panggilan kami.” Santo Laurensius, doakanlah kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar