(Renungan) Janganlah Jadi Batu Sandungan

Janganlah Jadi Batu Sandungan
(Ignasius Hardjo Subroto Lilik)


“ Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan dan bayarkanlah kepada mereka bagi-Ku dan bagimu juga.”
(Mat. 17:27)


Kalender Liturgi Senin, 12 Agustus 2024
Bacaan Pertama : Yeh. 1:2-5. 24-2:1a
Mazmur Tanggapan : Mzm. 148:1-2. 11-14
Bacaan Injil : Mat. 17:22-27


Setiap orang Kristen memiliki dua kewarganegaraan yaitu warga Kerajaan Allah dan warga negara. Sebagai warga Kerajaan Allah, setiap orang Kristen wajib memberikan persembahan di rumah Allah. Sedangkan sebagai warga negara, setiap orang Kristen juga harus membayar pajak kepada pemerintah yang merupakan kewajiban setiap warga negara.

Pada masa itu, setiap orang Israel wajib memberikan persembahan dua dirham kepada Bait Allah. Uang hasil persembahan dipakai untuk membeli kurban, anggur, tepung, minyak, dan kemenyan, yang digunakan dalam Bait Allah. Walau ketentuan ini dapat diperdebatkan, namun Yesus tidak mau menjadi batu sandungan. Maka Yesus memerintahkan Petrus untuk membayar pajak dengan cara-Nya yang ajaib. Yesus mengajarkan kepada kita untuk bersikap dengan tepat dan melarang umat-Nya melakukan tindakan tidak terpuji dalam hal membayar pajak, baik kepada Allah maupun kepada pemerintah. Bayarlah apa yang menjadi hak pemerintah, demikian pula penuhilah apa yang menjadi hak Allah. Orang Kristen harus menjadi teladan bagi orang lain agar nama Allah tidak ternodai.

Masalah pajak memang selalu jadi pembicaraan hangat. Saya teringat ketika saya menerima uang pensiun dari kantor dan telah dipotong pajak. Kegirangan berubah menjadi kesedihan ketika melihat nilai potongannya yang cukup besar. Padahal ini adalah uang yang seharusnya jadi tabungan buat hari tua saya. Semula saya berusaha cari tahu untuk bisa menghindari pemotongan ini karena merasa diperlakukan tidak adil.  Firman ini telah menegur sekaligus mengingatkan agar saya mengikuti peraturan pemerintah untuk membayar pajak yang ditetapkan atas penghasilan yang diperoleh setiap warga negara. 

Mari belajar dari teladan Yesus untuk tidak jadi batu sandungan bagi orang lain dengan tidak mengutamakan kepentingan sendiri, yang bisa menodai nama Allah karenanya.


Doa : 

Allah Bapa yang Maha Rahim, terima kasih atas teladan Putra-Mu yang mengingatkan agar saya jangan jadi batu sandungan bagi orang lain, melainkan taat melakukan kewajiban kepada Allah dan pemerintah. Dengan demikian nama-Mu semakin dimuliakan melalui sikap dan perbuatan saya. Amin. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah