(Renungan) Menjadikan Keluarga Bahagia Sejahtera

Menjadikan Keluarga Bahagia Sejahtera
(Gregorius Suyanto Utomo)


Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
(Mat 18:19)


Kalender Liturgi Rabu, 14 Agustus 2024
Bacaan Pertama : Yeh 9:1-7. 10:18-22
Mazmur Tanggapan : Mzm. 113:1-2. 3-4. 5-6 
Bacaan Injil : Mat 18:15-20


Dalam sebuah keluarga sering kali ada masalah. Masalahnya bisa bermacam-macam, bisa berupa konflik antar anggota keluarga, bisa masalah ekonomi, bisa pula berupa gangguan dari orang luar. Sebagai contoh, ada keluarga yang kelihatan damai sejahtera, namun salah seorang anaknya menjadi duri dalam daging pada keluarga itu. Salah satu anaknya terlibat obat terlarang. Sudah berbagai usaha dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, namun anak itu tetap bermasalah. Walaupun masalah narkoba sudah boleh dikatakan sembuh, namun anak tersebut masih mengkonsumsi minuman keras.  

Menghadapi persoalan keluarga seperti di atas di mana berbagai macam solusi telah dicoba, berbagai ide datang baik kepada suami maupun istri, bisa saja solusi yang ditawarkan berbeda dan bahkan bertentangan. Alih-alih mengatasi masalahnya, malahan hal ini menjadi konflik baru antara suami dan istri. Bahkan sampai dengan keadaan saling menyalahkan dan dapat menjadikan masalah semakin parah. Persoalan utama belum selesai, muncul masalah baru yaitu konflik antara suami istri. 

Melihat keadaan di atas, maka sewajarnyalah kita sebagai pengikut Kristus menyadari bahwa dalam menghadapi setiap persoalan, kita mempunyai Tuhan yang lebih besar dari persoalan apa pun. Kita mulai dengan berdoa, memohon pertolongan Tuhan. Kita mengandalkan campur tangan Tuhan. Namun mengandalkan Tuhan pun kita tidak boleh mengajukan permohonan yang saling bertentangan. Mana yang Tuhan akan kabulkan? Yakinkan dan sepakatilah terlebih dahulu, agar suami dan istri menginginkan penyelesaian yang sama, memohon kepada Tuhan dengan permohonan yang sama seperti tertulis pada Injil Matius 18:19: "Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga."

Dari bacaan Injil hari ini, jelas bahwa Tuhan mengajarkan kepada kita umatnya untuk bersepakat terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan kepada Tuhan. Untuk membuat kesepakatan, haruslah dimulai dengan kerendahan hati, terbuka dalam komunikasi dengan satu sama lain, berani menyampaikan isi hati kepada pasangan dan kepada sesama.


Doa: 

Ya Tuhan yang Maha Baik. Mampukanlah kami berkomunikasi dengan pasangan hidup dan sesama untuk membuat kesepakatan dalam menjalani hidup kami setiap hari. Amin. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah