(Renungan) Jangan Gagal Mengerti!

Jangan Gagal Mengerti!
(FX. Didiwiria Salim)


Namun, Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
(Mrk. 3:12)


Kalender Liturgi, Kamis 23 Januari 2025
Bacaan Pertama Ibr. 7:25 - 8:6
Mamur Tanggapan : Mzm. 40:7-8a. 8b-9. 10. 17
Bacaan Injil : Mrk. 3:7-12


Seringkali Yesus melarang dengan keras untuk memberitakan siapa Dia (Mrk. 3:12) kepada orang yang menerima karunia mukjizat dari Yesus. Larangan ini dapat ditemukan dalam banyak perikop Injil. Mengapa dengan tegas Yesus menyampaikan hal ini? Hal ini disebabkan karena kebanyakan orang Yahudi pada zaman Yesus gagal untuk mengerti siapa Yesus.

Sejak jaman penjajahan Romawi, orang Yahudi menantikan Mesias yang dapat membebaskan mereka dari segala persoalan duniawi yang mereka hadapi akibat kekejaman Romawi. Maka ketika Yesus datang dengan memberi makan banyak orang, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan berbagai mukjizat lainnya; mereka gagal untuk mengerti siapakah Yesus yang sebenarnya, sehingga mereka memberitakan kabar yang salah. Sebagai akibat dari kabar yang salah tersebut, banyak orang “tanpa iman” datang dari berbagai kota untuk mengikuti dia sekedar untuk mencari pemenuhan akan kebutuhan lahiriah saja (Mrk. 3:8).

Perikop ini mengingatkan saya, bahwa kita seringkali sama dengan orang Yahudi pada zaman Yesus, datang mencari dan menemukan Yesus, kemudian “menghimpit”-Nya untuk melakukan apa yang kita inginkan. Kita mendesak-Nya dengan banyak permohonan dan kehendak sendiri. Sebagaimana dalam doa-doa pribadi, saya pun memohon untuk diri sendiri atau paling-paling untuk keluarga terdekat dan terutama juga untuk kebutuhan yang bersifat lahiriah, duniawi semata. Perilaku seperti ini, membuat Yesus “menyingkir”, sama seperti yang terjadi pada masa lampau (Mrk. 3:7,9).

Apakah yang harus kita lakukan agar Yesus tidak "menyingkir"? Apakah Yesus tidak ingin agar kabar sukacita yang Dia sampaikan tersebar luas?  Yang Yesus kehendaki adalah supaya murid-murid-Nya, termasuk kita semua bukan sekedar mengharapkan segala kebutuhan jasmani atau lahiriah, melainkan juga rohaniah kembali kepada Allah. Juga untuk memberitakan kabar sukacita, iman bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, bahwa Allah mengasihi manusia sehingga memberikan Putera-Nya wafat di kayu salib menebus dosa manusia.

Dalam Injilnya, Markus mengutip apa yang diperintahkan Yesus, yaitu untuk memberitakan kabar gembira ini kepada seluruh dunia, bukan hanya untuk orang Yahudi (Mrk. 16:15). Mari!

Doa:
Berikan selalu kepada saya iman yang hidup agar tidak gagal paham untuk mencari Yesus hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi sesaat. Amin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia