(Renungan) Bangunlah!

Bangunlah!
(Johanna Kemal)

Kata Yesus kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tikarmu, dan berjalanlah.”
(Yoh. 5:8)

Kalender Liturgi Selasa, 1 April 2025
Bacaan Pertama : Yeh. 47:1-9.12
Mazmur Tanggapan : Mzm. 46:2-3. 5-6. 8-9
Bacaan Injil : Yoh. 5:1-3a. 5-16

Ignatius adalah seorang pemuda yang cerdas, berambisi dan berjiwa petualang. Dia bergabung menjadi tentara di Spanyol, negara kelahirannya, pada usia 26 tahun. Tanggal 20 Mei 1521, Ignatius cedera dalam pertempuran di Pamplona, Spanyol Utara. Kedua kakinya kena tembakan meriam. Terluka dan tak berdaya, ia dibawa pulang untuk menjalani proses penyembuhan.

Dalam proses pemulihan yang panjang, Ignatius mulai merenungkan makna hidupnya. Ia terinspirasi oleh bacaan-bacaan rohani dan mengalami suatu panggilan spiritual yang kuat.  Seperti seorang yang sakit di kolam Betesda, Ignatius merasa seolah mendengar panggilan Tuhan Yesus, “Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah.”

Bersama dengan enam rekannya, Ignatius mendirikan Ordo Serikat Yesus atau Ordo Yesuit. Ia mulai mengabdikan hidupnya untuk pelayanan, pendidikan dan misi penginjilan. Dia menulis beberapa buku. Salah satu bukunya yaitu “Latihan Rohani (Spiritual Exercises)” telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ignatius yang kemudian dikenal dengan Santo Ignatius de Loyola menjadi “sembuh”, ketika ia bangun dan melakukan apa yang diperintahkan Yesus kepadanya. 

Dalam Injil dikisahkan bahwa Yesus berjalan ke Yerusalem setelah menyembuhkan anak seorang pegawai istana di Kapernaum. Yesus hadir di kolam Betesda, di mana banyak orang yang buta, timpang dan lumpuh yang berharap beroleh kesembuhan. Yesus bahkan tahu, bahwa ada seseorang telah lumpuh selama 38 tahun dan hampir kehilangan pengharapan untuk sembuh karena keterbatasan fisiknya. Yesus menyuruh orang itu bangun, mengangkat tikarnya dan berjalan. Orang itu melakukannya dan ia disembuhkan.

Dalam keadaan yang sangat sulit dan seolah tanpa harapan, kita perlu mencari waktu untuk menemukan kedalaman hidup, dengan berbuat sesuatu. Hal ini dimulai dengan satu langkah, yaitu bangun dan mengikut Yesus. Bangun dari kejatuhan, bangun dari ambisi untuk kepentingan pribadi dan mulai mengangkat tikar-tikar kemalasan, kesombongan dan keegoisan kita.

Aku juga mengalaminya meski dalam skala kecil. Untuk mengikuti Misa harian, aku perlu bangun dari rasa enggan untuk bangun pagi dan melangkah ke gereja pukul 05:00. Maukah anda melakukan hal-hal semacam ini?

Doa:
Ya Tuhan, terima kasih akan inspirasi bacaan orang sakit yang disembuhkan di kolam Betesda hari ini. Tolonglah kami untuk mau mengikuti perintah-Mu dan segera bangkit dari kelemahan dan keterpurukan kami serta berjalan menuju Engkau. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Disposisi Hati

(Renungan) Api Penyucian