(Renungan) Kesaksian yang Benar
(Nina Agustina)
“Namun, Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku menyelesaikannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa telah mengutus Aku.”
(Yoh. 5:36)
Kalender Liturgi Kamis, 3 April 2025
Bacaan Pertama : Kel. 32:7-14
Mazmur Tanggapan : Mzm. 106:19-20. 21-22. 23
Bacaan Injil : Yoh. 5:31-47
Tetangga saya mempunyai seorang anak yang masih duduk di kelas TK. Namanya Chia. Mamanya sering curhat tentang Chia yang lebih mendengar perkataan guru sekolah daripada mamanya. Kadang Chia tidak percaya akan kemampuan mama, saat mama mencoba mengajari Chia pelajaran sekolah. Chia seringkali menganggap penjelasan mamanya salah, jika penjelasan mama tidak sama dengan yang diajarkan guru Chia di sekolah.
Dalam Injil hari ini, Yesus menghadapi orang-orang Yahudi dan para pemimpinnya, yang menolak keberadaan Yesus sebagai Mesias, sebagai Anak Allah yang diutus Bapa. Mereka berusaha untuk membunuh Yesus, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Yesus mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri. Dengan demikian Yesus dianggap menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Orang-orang Yahudi menutup telinga mereka dari kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus (Yoh. 5: 33-35). Mereka menolak kesaksian akan karya-karya Yesus yang memperlihatkan belas kasihan dan kasih karunia-Nya kepada mereka yang membutuhkan (Yoh. 5:36). Mereka pun menolak kesaksian dari Bapa (Yoh. 5:37-38).
Bagaimana mungkin para pemimpin Yahudi yang selalu membaca dan mempelajari Kitab Suci, tidak percaya akan kedatangan Mesias yang adalah Yesus? Mereka menutup telinga serta mata mereka akan banyaknya kesaksian yang disampaikan oleh orang-orang benar, bahkan dari Allah Bapa sendiri. Sungguh ironis!
Peristiwa ini mengajarkan kita, bahwa membaca dan mempelajari Kitab Suci saja tidak cukup. Karena itu hanya sebatas pengetahuan. Sia-sia jika kita hanya menimbun pengetahuan tentang Allah, namun kita tidak mengimani dan menghidupi Firman yang kita baca. Kita harus berpaut pada Firman dengan iman kepada Allah. Dengan membaca Kitab Suci, kita akan semakin mengenal, mengasihi, dan melayani Allah. Kiranya Roh Allah memampukan kita untuk menemukan Kristus, Sang Mesias sebagaimana yang Allah janjikan dan kita dapat menjadi saksi-Nya.
Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk dapat melihat kasih-Mu. Bukalah bibirku agar dapat memuji dan bersyukur pada-Mu karena Engkaulah penyelamatku. Amin.
Komentar
Posting Komentar