(Renungan) Dalam Ketabahanku
Dalam Ketabahanku
(Leo Hans Adrianus)
(Leo Hans Adrianus)
“Dalam ketabahanmu, kamu akan memperoleh hidupmu.”
(Luk. 21:19)
Bacaan Pertama: Mal. 4:1-2a.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 98:5-6.7-8.9a.9bc.
Bacaan Kedua: 2Tes. 3:7-12.
Bacaan Injil: Luk. 21:5-19.
Perikop hari ini merupakan bagian dari pengajaran Yesus menjelang penderitaan-Nya. Ia menyampaikan nubuat mengenai akhir zaman dengan diruntuhkannya Bait Allah, dan tanda-tanda apokaliptik seperti perang, gempa bumi, penyakit, dan tanda-tanda di langit. Kapan waktunya tiba? Yesus tidak menyebutkan kapan, tetapi mengarahkan fokus pada kesiapan rohani, keberanian dalam kesaksian, dan pengharapan dalam penderitaan. Ini adalah panggilan untuk hidup sebagai Bait Allah sejati, memancarkan kehadiran-Nya di tengah dunia yang rapuh. Namun, apakah aku yang bersaksi bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allahku, satu-satunya Juru Selamatku, akan mengalami degradasi iman akibat penderitaan; atau malah berharap memperoleh kehidupan kekal setelah ketabahanku teruji?
Aku pernah mengalami dipanggil sebagai saksi oleh Polda Banten sehubungan dengan peristiwa penggelapan uang yang dilakukan oleh pihak pemasok. Sekalipun aku tidak takut karena merasa tidak bersalah, namun suara sumbang tentang pemeriksaan, dan penyidikan yang dapat diatur hasilnya; membuat aku berseru dengan keras memohon perlindungan Tuhan. Jangan sampai pernyataanku malah menjebakku turut menjadi tersangka.
Yesus berkata, “Sebab itu, tetapkanlah di dalam hatimu, untuk tidak memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab, Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah semua lawanmu.” (Lukas 21:14-15). Aku juga teringat ayat terakhir dari perikop ini, “Dalam ketabahanmu, kamu akan memperoleh hidupmu.” (Luk. 21:19). Maka aku menenangkan diri dalam doa dan menjawab pertanyaan dengan jujur dan jelas. Tidak menambah atau mengurangi kata-kata seakan-akan untuk meyakinkan polisi.
Aku pegang teguh sabda-sabda Yesus. Aku melepaskan ego, kepandaian, dan pengetahuanku akan kebenaran tentang persoalan yang aku hadapi. Sungguh aku akan berserah penuh, mengikuti perintah-Nya, dan memperoleh keselamatan dari persoalan-persoalan yang semula tidak aku duga dapat terjadi.
Maukah kita memperoleh hidup dengan mengusahakan ketekunan dan ketabahan dalam mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya? Karena ketabahan adalah panggilan untuk tetap setia dalam pelayanan kita, bahkan ketika hasilnya tidak terlihat bagus. Tabahlah, Allah menghitung setiap langkah kecil kita dalam kasih-Nya yang memberi kita hidup.
Doa:
Allah Bapa Yang Maha Kuasa, berilah aku kepekaan akan pertolongan yang Engkau berikan kepadaku. Jangan sampai egoisme dan kesombongan menutupi kepekaanku untuk mendengar dan melihat pertolongan Ilahi, karena begitu besar kasih-Mu kepada mereka yang taat dan setia kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamatku. Amin.

Komentar
Posting Komentar