(Renungan) Tubuhku Bait Allah
(Made Shinta)
Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
(1Kor. 3:16)
Kalender Liturgi Minggu, 9 November 2025
Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
Bacaan Pertama: Yeh. 47:1-2.8-9,12
Mazmur Tanggapan: Mzm. 46:2-3.5-6.8-9
Bacaan Kedua: 1Kor. 3:9b-11.16-17
Bacaan Injil: Yoh. 2:13-22
Sejak zaman para rasul, para pengikut Kristus terus menerus mengalami pengejaran dan penganiayaan oleh para kaisar Romawi yang kejam. Mereka berkumpul untuk mendengarkan firman Tuhan dan merayakan Ekaristi di rumah-rumah dan di katekombe-katekombe atau kuburan bawah tanah. Ketika Kaisar Konstantinus Agung bertobat, dan atas dorongan ibunya yaitu Santa Helena, ia mulai membangun gereja-gereja. Gereja pertama yang dibangun adalah Basilika Agung di Lateran, yang diberkati oleh Paus Silvester I pada tahun 324.
Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran dirayakan setiap tanggal 9 November, yang juga menandai kemerdekaan dan perdamaian Gereja Kristen setelah penganiayaan dari para kaisar Romawi. Perayaan ini bukan hanya tentang bangunan fisik, melainkan merayakan kehadiran Allah dalam diri Tuhan Yesus di tengah umat-Nya, serta persatuan Gereja dan seluruh umat Katolik di bawah kepemimpinan Paus di Roma, sebagai wakil-Nya yang adalah kepala Gereja.
Sebelum Tuhan Yesus naik ke surga, Ia memberikan Roh-Nya, selaras dengan pernyataan Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus dan bagi kita para pengikut Kristus, bahwa kita adalah Bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kita. Ia adalah Allah yang kudus, yang telah memilih kita sebagai anak-anak-Nya, dan tinggal di dalam kita. Santo Paulus menegaskan: “Jika ada orang yang membinasakan Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab Bait Allah adalah kudus dan Bait Allah itu ialah kamu.” Kalimat yang sangat keras dan mengingatkan kita untuk tidak meremehkan tubuh yang sudah dikuduskan oleh Allah.
Menghargai Allah melalui tubuh kita bukan dengan mencapai standard fisik yang sempurna, tetapi mempersembahkan tubuh, jiwa, hati, dan pikiran kita kepada-Nya. Kita berusaha dengan membuat pilihan-pilihan hidup yang selalu berdasarkan kasih kepada-Nya, sehingga kita dapat memuliakan Allah melalui tubuh kita. Marilah kita mulai dengan memilih makanan yang sehat, berolah raga untuk menjaga kebugaran tubuh, berdoa dan membaca firman-Nya, serta sesering mungkin menerima Ekaristi yang akan memberi kekuatan dalam menjalani hidup dan melawan kehendak dosa.
Doa:
Tuhan Yesus Yang Maha Kasih, kami percaya bahwa tubuh kami adalah Bait Kudus-Mu. Mohon bantuan-Mu agar kami dapat menjaga kesucian tubuh ini; dan menjaganya dari segala pikiran jahat, perkataan kasar, dan perbuatan yang tidak berkenan kepada-Mu. Kami mau menggunakan tubuh ini untuk melakukan kehendak-Mu, melayani sesama, dan memuliakan nama-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar