(Renungan) Di Balik Gelap

Di Balik Gelap
(Andy W. Wibowo)

"Sebab, dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah.” 
(Yoh. 1:16)

Kalender Liturgi Rabu, 31 Desember 2025
Bacaan Pertama: 1Yoh. 2:18-21
Mazmur Tanggapan: Mzm. 96:1-2.11-12.13
Bacaan Injil: Yoh. 1:1-18

Suatu perjalanan wisata yang disponsori oleh perusahaan tempat saya bekerja, saya menginap di sebuah hotel tua yang terletak di kaki gunung. Jadwal wisata yang padat membuat kami baru masuk kamar hotel sekitar jam 9 malam. Perasaan kurang nyaman langsung muncul begitu masuk ke dalam kamar dengan perabot yang tua, berhawa dingin dan agak lembab. Untuk menghalau perasaan itu, saya kemudian membuka jendela; ternyata di luar gelap sekali karena malam itu bulan tidak bersinar. Pikiran buruk mulai muncul di kepala. Dengan perasaan yang tidak nyaman saya kemudian berusaha untuk tidur.

Saat pagi hari, saya terbangun oleh alarm handphone. Dalam keadaan lelah, saya membuka jendela untuk melihat apakah langit sudah terang. Semangat saya muncul kembali, setelah melihat keindahan alam di bawah sinar matahari pagi dan langit yang cerah. Pikiran buruk yang muncul di malam sebelumnya terbukti salah. Kenyataannya, di balik gelap yang pekat ada alam yang indah.

Berkaca pada pengalaman di hotel tua itu, saya menyadari bahwa masa depan memang tersembunyi dari pikiran dan akal saya. Saya hanya bisa menduga apa yang akan terjadi, lagi pula lebih sering menduga yang buruk daripada yang baik. Namun, pengalaman pribadi saya membuktikan bahwa dugaan-dugaan buruk itu lebih sering tidak terjadi. 

Injil hari ini menunjukkan hal yang lebih mendalam. Ia menunjukkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak terlepas dari Kristus, segala sesuatu dijadikan oleh Dia. Oleh karena kepenuhan dan kesempurnaan kasih-Nya, saya yang tidak layak di hadapan-Nya terus menerus ditopang, dibantu dan dilimpahi kasih karunia, berupa berkat dan anugerah yang memungkinkan saya untuk menjalani, melewati dan mengatasi segala kesulitan yang datang silih berganti.

Paus Fransiskus pernah menulis "Jika surga menanti kita, mengapa kita harus terlena dengan urusan duniawi? Mengapa kita harus terlena dengan uang, ketenaran, dan kesuksesan, yang semuanya hanya sementara? Mengapa kita harus membuang waktu mengeluh tentang malam ketika terang siang menanti kita? Semua ini akan berlalu. Berjaga-jagalah, firman Tuhan.”

Doa:
Allah Bapa Yang Maha Pemurah dan Pengasih. Terima kasih atas kasih karunia yang terwujud sempurna melalui pribadi Yesus Kristus. Curahkanlah rahmat-Mu atas kami, agar pandangan kami tetap tertuju pada-Mu, hati kami tidak gentar dan tetap teguh memikul salib kami masing-masing. Bunda Maria, teladan kami semua, doakanlah kami anak-anakmu ini. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia