(Renungan) Hati yang Menanti, Hati yang Mengenali

Hati yang Menanti, Hati yang Mengenali
(Rita Clara)

“Pada saat itu juga ia mendekat dan mengucap syukur kepada Allah. Ia berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan pembebasan untuk Yerusalem.”
(Luk. 2:38)

Kalendar Liturgi Selasa, 30 Desember 2025
Bacaan Pertama: 1Yoh. 2:12-17
Mazmur Tanggapa: Mzm. 96:7-8a.8b-9.10
Bacaan Injil: Luk. 2:36-40. 

Menjelang akhir tahun, kita diajak berhenti sejenak untuk menengok kembali perjalanan hidup yang telah kita lalui. Waktu ini bukan hanya momen untuk mengevaluasi rencana dan pencapaian, tetapi juga kesempatan berharga untuk melihat bagaimana kita telah menghidupi iman kita dalam keluarga, komunitas, Gereja, masyarakat, dan negara. Pertanyaan yang muncul bagi para pengikut Kristus sangat sederhana, namun mendalam: "Apakah hidup kita sudah sejalan dengan ajaran-Nya, atau justru semakin menjauh dari-Nya tanpa kita sadari?"

Figur Hana dalam Injil memberikan inspirasi bagi kita. Ia digambarkan sebagai perempuan yang setia hidup dalam doa, puasa, dan selalu hadir di rumah Tuhan. Kesetiaannya membuat ia mampu mengenali kehadiran Mesias ketika Ia datang. 

Dalam hidup sehari-hari, kita pun bertemu dengan banyak “Hana masa kini”. Salah satu contohnya adalah seorang ibu lanjut usia yang sederhana, di sebuah paroki kecil di Jakarta. Ia setiap pagi datang lebih awal ke gereja untuk berdoa. Meski hidupnya penuh tantangan ekonomi dan harus jalan kaki ke gereja setiap pagi, ia tetap mengandalkan Tuhan. Dari kesetiaan itulah ia menjadi penguat bagi banyak umat lain. Hidupnya menjadi kesaksian bahwa iman yang tekun membuka mata untuk melihat karya Allah yang sering hadir dalam hal-hal kecil.

Melalui Hana, kita diingatkan bahwa kesetiaan tidak pernah sia-sia. Tuhan hadir kepada hati yang terbuka dan setia menanti. Maka, di penghujung tahun ini, marilah kita memperbarui komitmen iman kita. Luangkan waktu lebih banyak untuk berdoa, mensyukuri perjalanan hidup, dan memperbaiki langkah. Semoga kita semakin mampu mengenali kehadiran Kristus dalam hidup sehari-hari dan menjadi saksi-Nya bagi sesama. 

Mari melangkah masuk ke tahun baru dengan hati yang diperbarui, penuh syukur, dan siap menjadi pribadi yang menghadirkan kasih Allah!

Doa:
Tuhan, buatlah hatiku setia seperti Hana. Ajarlah aku bertekun dalam doa dan kasih. Biarlah melalui hidupku yang sederhana, orang-orang dapat melihat kehadiran-Mu. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia