(Renungan) Hidup di Dalam Tuhan
Hidup di Dalam Tuhan
(Erick Stefanus Jahja)
Namun, siapa yang menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna
kasih Allah. Dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Dia.
(1Yoh. 2:5)
Bacaan Pertama: 1Yoh. 2:3-11
Mazmur Tanggapan: Mzm. 96:1-2a.2b-3.5b-6
Bacaan Injil: Luk. 2:22-35
Dalam bacaan hari ini, Yohanes mengajak kita untuk belajar mengenal Allah yang sebenarnya. Mengenal Allah bukan sekedar tahu tentang Allah, tetapi hidup dalam ketaatan kepada-Nya, melakukan apa yang sesuai dan menolak apa yang tidak sesuai dengan kepribadian-Nya.
Yohanes memperjelas bahwa tanda mengenal Allah berarti mengasihi sesama. Allah adalah terang yang membawa hidup dalam damai dan sukacita. “Siapa yang berkata bahwa ia ada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia ada di dalam kegelapan sampai sekarang.” Seseorang tidak dapat berjalan bersama Allah dalam terang, jika masih memelihara kegelapan terhadap orang lain yang menyesatkan.
Pada suatu waktu, saya ingin mengetahui siapakah Paus Fransiskus. Berita tentang beliau banyak diperoleh dari sosial media, buku dan film. Untuk dapat mengenal sosok Paus Fransiskus, saya bisa membaca dan menonton film atau berita. Asal-usul, riwayat hidup dan pelayanan beliau sebagai tokoh pemimpin Gereja Katolik sedunia tersedia di sana. Paus Fransiskus adalah contoh seorang yang sungguh mengenal Allah, karena dia banyak memperhatikan sesama yang lemah dan tersingkir.
Dari Paus Fransiskus saya juga mengenal kesederhanaan hidup yang membawa rasa damai, penuh ceria dan syukur. Saya mencoba menerapkan dalam hidup, untuk bersyukur dalam kesederhanaan seperti beliau. Namun hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman bila menghadapi bujukan untuk hidup mewah karena merasa melawan arus. Dengan mau mengenal seorang tokoh lebih jauh, saya dapat membentuk kepribadian yang sedikit menyerupai kepribadian orang tersebut.
Dalam pengenalan akan Allah, kita diajak untuk saling mengasihi. Kasih sebagai tanda ketaatan kepada Allah dengan menuruti perintah-Nya. Seseorang yang berpura-pura mengasihi tidak akan bertahan dalam menjaga perilakunya. Mengenal dan mengikuti Allah dengan sungguh-sungguh berarti memiliki karakter dan menerima Allah dalam hidup yang menerangi langkah kita untuk selalu ada dalam jalan yang terang. Kita akan hidup sesuai dengan perintah-Nya dan menempatkan diri dalam Allah untuk tidak sesat dan tidak menyesatkan orang lain.
Doa:
Tuhan, tolong kami untuk mengenal Engkau bukan hanya dengan kata, tetapi lewat hidup yang taat dan penuh kasih. Singkapkan setiap kegelapan dalam hati kami, dan penuhi kami dengan terang-Mu sehingga kasih-Mu tercermin dalam hidup kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar