(Renungan) Kasih Lebih Cepat ‘Melihat’

Kasih Lebih Cepat ‘Melihat’
(Emilia Sulistyo)

Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
(Yoh. 20:4)

Kalender Liturgi Sabtu, 27 Desember 2025
Pesta S. Yohanes, Rasul dan Penginjil
Bacaan Pertama: 1Yoh. 1:1-4
Mazmur Tanggapan: Mzm. 97:1-2.5-6.11-12
Bacaan Injil: Yoh. 20:1a.2-8

Injil hari ini mengisahkan Maria Magdalena yang mengabarkan mengenai apa yang ia saksikan di makam Yesus kepada Petrus dan murid yang dikasihi Yesus. Kedua murid itu berlari bersama menuju makam, namun murid yang dikasihi Yesus sampai lebih dulu. Banyak tafsir menunjuk pada Rasul Yohanes sebagai murid yang dikasihi tersebut.

Peristiwa ini menampilkan dua karakter: seorang anak muda dan seorang yang dituakan. Dari segi fisik, anak muda tentu lebih unggul dan sampai ke makam lebih dulu. Namun, ia memilih untuk tidak langsung masuk, melainkan menunggu hingga yang dituakan masuk terlebih dahulu, lalu menyusul.

Injil menghadirkan dua sisi kehidupan rohani. Petrus melambangkan iman aktif dan otoritas Gereja, sementara Yohanes melambangkan kasih pribadi yang murni. Kasih digambarkan sebagai semangat yang berlari lebih cepat menuju Kristus, tetapi tetap menghormati otoritas iman dengan menanti Petrus masuk terlebih dahulu. Dengan demikian, kasih yang mendalam memungkinkan seseorang ‘melihat’ kebangkitan Kristus lebih cepat di dalam hati, meski bukti nyata belum tampak. Namun, kasih tetap berjalan selaras dengan iman dan struktur Gereja.

Saat masih menjadi suster Loreto, Bunda Teresa sedang naik kereta untuk retret di Darjeeling. Dalam perjalanan itu, ia mendapat dorongan kuat untuk melayani orang-orang miskin di Kalkuta. Kasih membuatnya melihat dengan jelas penderitaan orang miskin di Kalkuta.  Panggilan itu membuatnya mengajukan diri untuk keluar dari biara. 

Seperti Yohanes yang menunggu Petrus, Bunda Teresa pun menunggu otoritas Gereja. Bunda Teresa tidak bergerak sebelum mendapatkan persetujuan Gereja. Ia menunggu setahun penuh sebelum diijinkan keluar dari biara dan memulai misinya. Setelah Gereja memberi ijin, barulah Bunda Teresa melangkah masuk pada penggilan Kristus dan dari situ lahirlah Missionaries of Charity.

Kasih membuatnya ‘melihat’ Kristus lebih cepat, dan ketaatan membuatnya menunggu lebih dulu, kemudian melangkah menuju panggilan hidupnya. Marilah kita belajar ‘kasih’ seperti Santo Yohanes dan Bunda Teresa. Perbuatan kasih akan memungkinkan kita ‘melihat’ misi hidup kita dan menjadi pribadi yang setia.

Doa:
Tuhan Yesus, mampukan kami agar dapat mengasihi dan setia kepada-Mu. Bukakan mata batin kami untuk dapat mengenali kehadiran-Mu yang mendampingi kami. Curahkan kami dengan Roh Kudus-Mu sehingga kami mampu mengasihi tanpa syarat. Santo Yohanes, doakanlah kami. Bunda Teresa, doakanlah kami. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia