(Renungan) Kuasa Ucapan Kita

Kuasa Ucapan Kita
(AM. Regina T.)

“Ketika Bileam melayangkan pandangnya dan melihat orang Israel berkemah menurut 
suku mereka, Roh Allah menghinggapi dia. Lalu dia mengucapkan sanjaknya.” 
(Bil. 24:2.3a)

Kalender Liturgi Senin, 15 Desember 2025
Bacaan Pertama: Bil. 24:2-7.15-17
Mazmur Tanggapan: Mzm. 25:4abc-5ab.6-7ab.8-9
Bacaan Injil: Mat. 21: 23-27

Penulis berkebangsaan Jepang, Masaru Emoto, melakukan percobaan dengan air. Emoto meminta sekelompok orang untuk setiap hari mengucapkan kata-kata yang baik dan pujian-pujian kepada air dalam botol-botol A dan sekelompok orang lainnya mengucapkan kata-kata buruk dan kasar kepada air dalam botol-botol B. Setelah beberapa saat, Emoto membuktikan bahwa air di botol A membentuk kristal-kristal yang bagus dan cantik, sedangkan air di botol B menghasilkan bentuk yang buruk dan tidak beraturan. Temuan Emoto memang tidak diakui dunia secara ilmiah namun sungguh memberi inspirasi bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita mempunyai dampak yang luar biasa.

Bacaan pertama hari ini mengisahkan Bileam bin Beor, seorang yang mulutnya penuh kuasa (Bil. 22:8). Ia diberi tugas oleh Balak bin Zipor, Raja bangsa Moab untuk mengutuk bangsa Israel yang keluar dari Mesir. Raja Balak merasa khawatir dan terancam oleh suatu bangsa yang bertumbuh besar dan menurutnya sudah menutupi permukaan bumi. Ia membujuk Bileam dengan bayaran yang besar agar mengutuki bangsa itu, sehingga ia akan sanggup berperang melawan dan mengusir mereka (Bil. 22:11). Sebelum bertindak, Bileam selalu bertanya kepada Tuhannya. Ketika Tuhan melarang Bileam  menerima “orderan” dari Balak, ia patuh. Namun ketika kedua kalinya utusan Balak datang dengan penawaran yang menggiurkan, ia pun berangkat.

Menurut skenario Balak, seharusnya kutuk yang diucapkan Bileam. Namun alih-alih kutuk,  tiga kali Bileam mengucapkan berkat. Imbalan luar biasa dari Balak, tidak memampukan Bileam  melawan perintah Tuhan. Ia hanya mampu mengucapkan apa yang telah Tuhan taruh dalam mulutnya (Bil. 23: 20). Demikianlah, ketika Bileam melayangkan pandangnya dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, Roh Allah menghinggapi dia. Lalu dia mengucapkan berkat dan nubuat bagi Bangsa Israel.

Sungguh, ucapan kita, entah ucapan baik ataupun buruk, akan berpengaruh bagi jiwa kita seperti halnya pada air percobaan Emoto. Marilah kita senantiasa mengucapkan hal yang baik, karena sesuatu yang baik adalah karunia  Tuhan!

Doa:
Ya Bapa Yang Maha Kuasa, langit dan bumi serta seisinya adalah milik-Mu. Bantulah kami senantiasa mengucapkan hal-hal yang baik. Biarlah setiap ucapan kami mendatangkan kebaikan dan demi kemuliaan nama-Mu. Terima kasih, Tuhan. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia