(Renungan) Nyanyian Pujian Zhakaria

Nyanyian Pujian Zhakaria
(Wellyani Maria) 

Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia datang untuk melawat
dan membebaskan umat-Nya.
(Luk. 1:68)

Kalender Liturgi Rabu, 24 Desember 2025
Bacaan Pertama: 2Sam 7:1-5.8b-12.14a.16
Mazmur Tanggapan: Mzm. 89:2-3.4-5.27.29
Bacaan Injil: Luk. 1:67-79

Hari ini kita mengakhiri masa Adven. Malam nanti kita memasuki dan merayakan Misa Malam Natal. Memperingati kelahiran Yesus, Sang Juru Selamat, yang datang ke dunia dalam rupa seorang bayi kecil, lahir di palungan sederhana.

Bacaan Injil Lukas hari ini mengajak kita merenungkan nyanyian pujian Zakharia. Ia adalah seorang imam dari golongan Abia serta ayah dari Yohanes Pembaptis. Nama “Zakharia” berarti peringatan atau pengingat. Sepanjang hidupnya, ia senantiasa diingatkan dan dibimbing oleh Tuhan, termasuk tentang kedatangan Mesias. Maka, Natal yang kita rayakan adalah penggenapan janji itu: kelahiran Sang Juru Selamat.

Bangsa Israel, yang kerap mengabaikan nasihat para nabi, berulang kali jatuh dalam dosa dan ketidaksetiaan. Mereka menyembah berhala dan hidup jauh dari kehendak Allah. Namun, Allah tidak mengabaikan umat-Nya. Melalui para nabi, termasuk Zakharia. Allah mengingatkan dan mengajak Israel kembali kepada-Nya, dan benar: “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia datang untuk melawat umat-Nya.” Dialah Allah yang memulihkan dan tidak meninggalkan mereka.

Kita pun adalah umat pilihan-Nya. Betapa besar syukur kita, sebab dalam setiap peristiwa hidup, Allah hadir dan melawat kita. Ada sebuah kisah tentang pasangan suami-istri yang mendapat kabar buruk dari dokter: janin yang mereka kandung tidak berkembang sempurna, dan disarankan untuk digugurkan. Namun, pasangan ini memilih berdoa dan memohon belas kasih Allah. Tiba saat kelahiran, bayi laki-laki itu lahir sehat dan sempurna. Gambaran medis yang sebelumnya negatif, dipatahkan oleh kebaikan Allah. Kini anak itu duduk di bangku SMP, dan tumbuh menjadi pribadi yang cakap dan takut akan Tuhan.

Marilah kita belajar dari Zakharia dan pasangan suami-istri tersebut! Mereka yang tetap beriman, percaya pada penyelenggaraan Ilahi, setia dan berpengharapan kepada Allah. Semoga kita pun mampu menyanyikan pujian yang sama: “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, yang datang untuk melawat umat-Nya,” sebab firman-Nya ini tetap berlaku bagi kita di zaman ini.

Doa:
Allah Bapa sumber kebaikan, terpujilah Engkau Tuhan Allah, yang mengunjungi, melawat  dan siap sedia menolong kami. Terima kasih atas benih iman percaya yang Kau meteraikan bagi kami. Biarkanlah iman kami juga tumbuh dan semakin percaya akan penyelenggaraan dan penyertaan-Mu dalam setiap sisi kehidupan kami. Nama-Mu kami puji kini dan sepanjang masa. Amin.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia