(Renungan) Sebaiknya Curhat ke Siapa?
Sebaiknya Curhat ke Siapa?
(Roslini Onwardi)
Kalender Liturgi Kamis, 1 Januari 2026
Hari Raya S. Perawan Maria Bunda Allah
Hari Perdamaian Sedunia
Bacaan Pertama: Bil. 6:22-27
Mazmur Tanggapan: Mzm. 67:2-3.5.6.8
Bacaan Kedua: Gal. 4:4-7
Bacaan Injil: Luk. 2:16-21
Selamat Tahun Baru! Hari ini Gereja Katolik juga merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian Sedunia. Maria, seorang perawan yang dipersiapkan dan dipilih Allah untuk ambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Maria menjadi Bunda Allah bukan karena dirinya sendiri, tetapi karena dipilih Allah untuk merealisasikan Sabda dalam kedagingan diri Yesus, Sang Putera yang sungguh Allah, sungguh manusia.
Dari bacaan Injil hari ini dapat dilihat karakter Santa Maria sebagai seorang ibu yang taat, penuh iman, rendah hati, dan tidak banyak bicara. Dalam menanggapi pesan malaikat yang disampaikan para gembala yang sebetulnya cukup menakutkan itu, Maria menunjukkan karakternya dengan tidak reaktif dan tidak banyak bicara. Dia menyimpan perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya.
(Roslini Onwardi)
Namun, Maria menyimpan semua hal itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
(Luk. 2:19)
Hari Raya S. Perawan Maria Bunda Allah
Hari Perdamaian Sedunia
Bacaan Pertama: Bil. 6:22-27
Mazmur Tanggapan: Mzm. 67:2-3.5.6.8
Bacaan Kedua: Gal. 4:4-7
Bacaan Injil: Luk. 2:16-21
Selamat Tahun Baru! Hari ini Gereja Katolik juga merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian Sedunia. Maria, seorang perawan yang dipersiapkan dan dipilih Allah untuk ambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Maria menjadi Bunda Allah bukan karena dirinya sendiri, tetapi karena dipilih Allah untuk merealisasikan Sabda dalam kedagingan diri Yesus, Sang Putera yang sungguh Allah, sungguh manusia.
Dari bacaan Injil hari ini dapat dilihat karakter Santa Maria sebagai seorang ibu yang taat, penuh iman, rendah hati, dan tidak banyak bicara. Dalam menanggapi pesan malaikat yang disampaikan para gembala yang sebetulnya cukup menakutkan itu, Maria menunjukkan karakternya dengan tidak reaktif dan tidak banyak bicara. Dia menyimpan perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya.
Bayangkan, jika semua orang mempunyai karakter seperti Maria. Betapa indah dan damainya dunia ini, sebab tidak ada lagi orang yang reaktif, cepat meledak dalam menanggapi informasi atau berbagai perkara. Orang zaman ini curhat atau mengangkat suatu topik ke medsos, yang menimbulkan dampak negatif seperti permusuhan, bahkan pembunuhan, yang semuanya bukan ajaran Kristus.
Pernah seorang ibu tua sharing kepada saya bahwa saat dia masih tinggal bersama dengan keluarga besar suaminya, hatinya menderita. Ipar perempuannya sering mengadu kepada mertua dan adik suaminya untuk urusan sepele, seperti anak-anak yang bermain dan bertengkar. Si ibu selalu disalahkan oleh mertuanya. Sekian lama dia berusaha patuh kepada suami dan mertuanya dan diam saja jika ditegur, karena tidak mau terjadi keributan. Sampai suatu saat dia tidak lagi tahan dan minta pindah rumah kepada suaminya. Si ibu dan suaminya diancam jika tetap pindah, maka bapak mertua akan memutus hubungan kekeluargaan mereka. Hal itu benar terjadi dengan pengumuman di koran pada zaman itu. Tetapi bertahun-tahun kemudian, akhirnya yang merawat mertua tersebut adalah si anak dan si ibu yang diputuskan hubungan tersebut.
Pernah seorang ibu tua sharing kepada saya bahwa saat dia masih tinggal bersama dengan keluarga besar suaminya, hatinya menderita. Ipar perempuannya sering mengadu kepada mertua dan adik suaminya untuk urusan sepele, seperti anak-anak yang bermain dan bertengkar. Si ibu selalu disalahkan oleh mertuanya. Sekian lama dia berusaha patuh kepada suami dan mertuanya dan diam saja jika ditegur, karena tidak mau terjadi keributan. Sampai suatu saat dia tidak lagi tahan dan minta pindah rumah kepada suaminya. Si ibu dan suaminya diancam jika tetap pindah, maka bapak mertua akan memutus hubungan kekeluargaan mereka. Hal itu benar terjadi dengan pengumuman di koran pada zaman itu. Tetapi bertahun-tahun kemudian, akhirnya yang merawat mertua tersebut adalah si anak dan si ibu yang diputuskan hubungan tersebut.
Pertanyaannya, mampukah saya untuk tidak reaktif, tetapi menyimpan perkara dalam hati dulu dan melakukan curhat melalui doa dan bercakap-cakap dengan Bapa?
Doa:
Santa Maria Bunda Allah, engkau yang penuh rahmat. Doakanlah kami yang lemah ini, agar kami juga mampu menyimpan segala perkara dalam hati dan merenungkannya seperti yang engkau teladankan. Amin.

Komentar
Posting Komentar