(Renungan) Tuntunan Tuhan

Tuntunan Tuhan
(Laurentia Linda)

Hal itu terjadi supaya digenapi firman yang disampaikan melalui nabi-nabi bahwa Ia akan disebut ”Orang Nazaret”.
(Mat. 2:23b)

Kalender Liturgi Minggu, 28 Desember 2025
Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria, Yusuf.
Bacaan Pertama: Sir. 3:2-6.12-14
Mazmur Tanggapan: Mzm. 128:1-2.3.4-5
Bacaan Injil: Mat. 2:13-15.19-23

Sungguh sangat ironis, para gembala yang sederhana, bersukacita menyambut kanak-kanak Yesus. Demikian juga ketiga orang Majus yang pandai dan bijak, datang dari jauh untuk menyembah dan memberikan persembahan kepada-Nya. Tetapi kelahiran kanak-kanak Yesus mengusik Raja Herodes yang haus kekuasaan, karena merasa kekuasaannya terancam. Hati nuraninya menjadi buta dan ia pun mengeluarkan perintah yang keji sekali, yaitu membunuh semua anak-anak di bawah umur dua tahun di seluruh Betlehem.

Kanak-kanak yang terbunuh itu menjadi martir, walaupun mereka masih kecil. Mereka sudah berkorban sehingga kanak-kanak Yesus tetap hidup. Karena pengorbanan mereka, maka Yesus terbebas dari ancaman pembunuhan Raja Herodes. Semoga kita juga rela berkorban agar Dia tetap hidup di tengah-tengah kita, dengan berpedoman pada sabda dan kehendak-Nya dalam kehidupan kita sehari hari. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus, “Namun, aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam aku.” (Gal. 2:20).

Cucu keponakan saya masih berusia 7 tahun dan 4 tahun. Sejak kecil, orang tuanya membiasakan mereka untuk mengikuti Bina Iman Anak (BIA) di gereja, setiap hari Minggu. Mereka sangat antusias mengikuti BIA, melebihi orang tuanya. Semoga setiap orang tua Katolik sudah mengenalkan iman Katolik melalui BIA, 
sejak anaknya usia dini. Seperti kanak-kanak yang menjadi martir di zaman Raja Herodes, maka kanak-kanak masa kini adalah masa depan Gereja kita. Kita wajib membimbing iman anak-anak kita, agar iman mereka hidup dan terasah kepekaannya pada tuntunan Tuhan.

Doa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia