(Renungan) Waktu Tuhan
Waktu Tuhan
(Kayus Mulia)
(Kayus Mulia)
Seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
(Luk. 1:64)
Bacaan Pertama: Mal. 3:1-4; 4:5-6
Mazmur Tanggapan: Mzm. 25:4bc-5ab.8-9.10.14
Bacaan Injil: Luk. 1:57-66
Peristiwa kelahiran anak pertama adalah suatu peristiwa yang selalu dirindukan para orang tua. Tidak terkecuali bagi Zakharia dan Elisabet. Mereka sudah lelah menantikan kedatangan seorang putra dalam keluarga mereka, karena mereka sudah lanjut usia dan Elisabet juga sudah dianggap mandul. Suatu keadaan yang merupakan aib dalam masyarakat pada waktu itu. Zakharia sebagai imam yang melayani Rumah Tuhan, selalu berdoa untuk mempunyai keturunan yang akan meneruskan nama keluarga mereka.
Tuhan mendengar doa Zakharia dan mengirim malaikat-Nya untuk membawa kabar sukacita bagi keluarga Zakharia. Ketika Zakharia diberi kabar oleh Malaikat Gabriel bahwa Elisabet akan mengandung dan mereka akan mendapat keturunan, Zakharia meragukan kabar itu. Mengingat usia mereka yang sudah lanjut dan Elisabet yang sudah disebut mandul. Atas keraguan Zakharia dalam menerima kabar sukacita itu, Tuhan menghukumnya dan membuatnya menjadi bisu, sampai pada hari yang akan membuktikan kebesaran Tuhan.
Zakharia memberi teladan bahwa kita harus berdoa dengan tak mengenal lelah. Berdoa dengan tak jemu dan sampai menjadi putih rambut kita. Bukankah selama ini, bila kita berdoa, kita selalu menuntut agar Tuhan mengabulkan doa kita dengan segera, dan kalau belum dikabulkan, kita akan protes? Ketidakpercayaan dapat mengakibatkan hukuman walau kemudian itu berakhir dengan sukacita. Zakharia dihukum Tuhan dengan mengunci lidahnya sampai pada waktu Tuhan membuktikan kebenaran dan kebesaran-Nya.
Kita harus yakin bahwa Tuhan selalu mendengar doa kita dan akan mengabulkannya pada waktunya. Waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita. Dengan membuat Zakharia menjadi bisu, Tuhan menghendaki agar Zakharia sadar akan kebesaran Tuhan. Inilah waktu untuk kita merenung dan berkontemplasi, memikirkan apa maksud Tuhan dengan hidup kita.
Terkadang kita selalu merasa tidak puas dengan hidup kita. Kita lebih sering mengeluh dari pada bersyukur. Namun, janji Tuhan pasti terpenuhi pada waktu-Nya. Contoh lain adalah ketika Abraham mengeluh, dan Tuhan menjawab doanya dalam kitab Kej. 15:2-4, terpenuhi dengan lahirnya anak-anak Abraham pada waktu Tuhan.
Doa:
Allah Bapa di surga, ajarilah kami untuk selalu mensyukuri rahmat-Mu yang kami terima selama ini, dan tidak selalu menuntut-Mu untuk mengikuti waktu kami yang tidak selalu sesuai dengan waktu-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar