(Renungan) You are My Sweet Song
You are My Sweet Song
(Yohanna Fransisca Tjen Nonie)
Kalender Liturgi Senin, 22 Desember 2025
Bacaan Pertama: 1Sam. 1:24-28
Mazmur Tanggapan: 1Sam. 2:1.4-5.6-7.8abcd
Bacaan Injil: Luk. 1:46-56
Seorang anak kerabat saya mengidap PCOS (Polycystic Ovarian Syndome), yaitu gangguan hormon yang membuat sel telur tidak berkembang dengan normal. Gangguan hormonal ini membuat dia sulit hamil. Selama 8 tahun pernikahan, pasangan ini sudah berusaha untuk mendapatkan keturunan dengan berobat ke beberapa dokter ahli kandungan. Berusaha menjaga pola hidup yang sehat, dan juga memanjatkan doa-doa dengan sepenuh hati.
Dengan pertolongan Tuhan, penantian dan upaya medis serta doa yang mereka lakukan membuahkan hasil. Pasutri ini akhirnya mendapat seorang anak laki-laki yang sehat. Perasaan bahagia yang dialami oleh ibu muda ini, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata maupun ungkapan. Dengan kegembiraan hati yang mendalam, terungkap rasa syukur dan terima kasih yang sangat murni dan tinggi kepada Tuhan. Seperti sebuah lagu pujian yang manis, terungkap dalam nyanyian pujian Bunda Maria kepada Allah, "Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku."
Kegembiraan atau kebahagiaan di dunia ini, identik dengan hidup senang dan berkecukupan. Ukuran kebahagiaan bagi masing-masing orang tentu berbeda-beda. Ada yang merasa bahagia karena kekayaan, jabatan, keluarga yang damai, dan hal lain. Kebahagiaan seperti ini tidak abadi, bisa berubah kapan saja. Dia bisa merubah segala sesuatu dengan cepat atau lambat sesuai waktu Tuhan, karena hidup dan mati kita milik Tuhan.
Dalam 1Sam. 1:7a dikatakan, “Tuhan membuat miskin dan membuat kaya.” Artinya, kehidupan ini dikuasai oleh-Nya dan kebahagiaan sejati hanya dapat diperoleh dalam Dia. Jadi, kebahagiaan sejati tidak terletak dalam bentuk benda maupun keadaan, melainkan terletak dalam hubungan yang harmonis dengan Allah. Selalu berharap dan tergantung pada-Nya. Setelah mendengar bacaan Injil hari ini, kita bisa lebih luas menjabarkan arti bahagia sebagai 'cinta yang mendalam dan tak terbatas kepada Tuhan'. Seakan-akan membakar seluruh jiwa.
(Yohanna Fransisca Tjen Nonie)
Hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.
(Luk.1:47)
Bacaan Pertama: 1Sam. 1:24-28
Mazmur Tanggapan: 1Sam. 2:1.4-5.6-7.8abcd
Bacaan Injil: Luk. 1:46-56
Seorang anak kerabat saya mengidap PCOS (Polycystic Ovarian Syndome), yaitu gangguan hormon yang membuat sel telur tidak berkembang dengan normal. Gangguan hormonal ini membuat dia sulit hamil. Selama 8 tahun pernikahan, pasangan ini sudah berusaha untuk mendapatkan keturunan dengan berobat ke beberapa dokter ahli kandungan. Berusaha menjaga pola hidup yang sehat, dan juga memanjatkan doa-doa dengan sepenuh hati.
Dengan pertolongan Tuhan, penantian dan upaya medis serta doa yang mereka lakukan membuahkan hasil. Pasutri ini akhirnya mendapat seorang anak laki-laki yang sehat. Perasaan bahagia yang dialami oleh ibu muda ini, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata maupun ungkapan. Dengan kegembiraan hati yang mendalam, terungkap rasa syukur dan terima kasih yang sangat murni dan tinggi kepada Tuhan. Seperti sebuah lagu pujian yang manis, terungkap dalam nyanyian pujian Bunda Maria kepada Allah, "Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku."
Kegembiraan atau kebahagiaan di dunia ini, identik dengan hidup senang dan berkecukupan. Ukuran kebahagiaan bagi masing-masing orang tentu berbeda-beda. Ada yang merasa bahagia karena kekayaan, jabatan, keluarga yang damai, dan hal lain. Kebahagiaan seperti ini tidak abadi, bisa berubah kapan saja. Dia bisa merubah segala sesuatu dengan cepat atau lambat sesuai waktu Tuhan, karena hidup dan mati kita milik Tuhan.
Dalam 1Sam. 1:7a dikatakan, “Tuhan membuat miskin dan membuat kaya.” Artinya, kehidupan ini dikuasai oleh-Nya dan kebahagiaan sejati hanya dapat diperoleh dalam Dia. Jadi, kebahagiaan sejati tidak terletak dalam bentuk benda maupun keadaan, melainkan terletak dalam hubungan yang harmonis dengan Allah. Selalu berharap dan tergantung pada-Nya. Setelah mendengar bacaan Injil hari ini, kita bisa lebih luas menjabarkan arti bahagia sebagai 'cinta yang mendalam dan tak terbatas kepada Tuhan'. Seakan-akan membakar seluruh jiwa.
Adakah kita berharap kepada-Nya, sampai rela hangus terbakar?
Doa:
Allah Yang Maha Rahim, kadang kami tidak mengetahui bagaimana jalan-Mu di dalam hidup kami. Tetapi kami percaya, kasih setia-Mu selalu menyertai dan memelihara kami. Semoga kami semua berada dalam naungan kasih-Mu, diberkati dengan kebahagiaan sejati. Amin.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar