(Renungan) Belas Kasihan Yesus
Belas Kasihan Yesus
(Fransiscus Haryanto)
(Fransiscus Haryanto)
Lalu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Ia mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah tahir.”
(Mrk. 1:41)
Kalender Liturgi Kamis, 15 Januari 2026
Bacaan Pertama: 1Sam. 4:1-11
Mazmur tanggapan: Mzm. 44:10-11.14-15.24-25
Bacaan Injil: Mrk. 1:40-45
Bacaan Pertama: 1Sam. 4:1-11
Mazmur tanggapan: Mzm. 44:10-11.14-15.24-25
Bacaan Injil: Mrk. 1:40-45
Bacaan Injil pada hari ini mengisahkan belas kasihan Yesus kepada orang yang sangat menderita karena penyakit kulit yang sangat menajiskan. Belas kasihan Yesus begitu tulus, sehingga ketika orang itu berseru memohon pertolongan, Yesus dengan segera memberikan tanggapan, “Aku mau, jadilah tahir.”
Dalam perjalanan-Nya memberitakan Injil, Yesus telah banyak melakukan mukjizat dan menyembuhkan orang sakit adalah salah satunya. Ia seringkali mengingatkan agar jangan memberitahukan kepada siapa pun apa yang telah terjadi, melainkan pergi kepada imam dan memberikan persembahan kepada Allah sebagai syukur. Namun semakin dilarang, semakin berita tersebar, sehingga pemberitaan Yesus pada saat itu menjadi terhalang. Dia tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota.
Sebagai pengikut Kristus, kita perlu senantiasa menanggapi perintah Yesus dan bersyukur atas semua yang terjadi dalam hidup kita. Belas kasihan Yesus sebenarnya terjadi di setiap perjalanan keseharian hidup kita. Namun, kita tidak menyadarinya, sehingga acap kali kita tidak bersyukur atas belas kasihan Yesus atau atas anugerah yang kita terima. Kita menganggap suatu kejadian atau keberhasilan yang kita peroleh semata-mata karena upaya kita sendiri.
Saya merasa mengalami belas kasihan Yesus setiap hari, dari mulai saya bangun pagi dengan kondisi sehat, dapat menghirup udara segar, dan masih diberikan nafas untuk hidup. Saya juga masih diberi waktu untuk berkunjung ke rumah anak, bertemu dan bercanda dengan cucu serta menikmati secangkir kopi. Semua itu adalah anugerah Tuhan dan karena belas kasihan-Nya. Saya selalu berdoa dan berusaha bersyukur atas hal-hal keseharian yang terjadi dalam diri dan keluarga saya.
Marilah kita taat dan senantiasa mengucap syukur dalam setiap kejadian yang kita alami sehari-hari. Jangan apabila masalah datang, kita baru ingat kepada-Nya; meminta tanda agar membantu kita keluar dari masalah; dan ketika hal itu tidak kunjung datang kita menyalahkan Tuhan. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari dengan mengikuti perintah Yesus dan mensyukuri apa pun yang terjadi dalam hidup kita.
Doa:
Bapa Yang Maha Kasih, ajar kami untuk senantiasa bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup kami, karena itu semua adalah anugerah-Mu dan belas kasihan-Mu. Ajar kami untuk dapat lebih peka terhadap penderitaan sesama, sehingga kami menjadi semakin dekat kepada-Mu. Amin.
Doa:
Bapa Yang Maha Kasih, ajar kami untuk senantiasa bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup kami, karena itu semua adalah anugerah-Mu dan belas kasihan-Mu. Ajar kami untuk dapat lebih peka terhadap penderitaan sesama, sehingga kami menjadi semakin dekat kepada-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar