(Renungan) Ditopang Saat Rapuh, Diutus untuk Menguatkan
Ditopang Saat Rapuh, Diutus untuk Menguatkan
(Nima Sirait)
Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
(Luk. 10:8-9)
Kalender Liturgi Senin, 26 Januari 2026
PW. S. Timotius dan Titus, Uskup
Bacaan Pertama: 2Tim. 1:1-8 atau Tit. 1:1-5
Mazmur Tanggapan: Mzm. 96:1-2a.2b-3.7-8a.10
Bacaan Injil: Luk. 10:1-9
Penghujung tahun 2025 menjadi masa berat bagi saya dan keluarga. Saya harus menjalani dua kali operasi pengangkatan tumor, diselingi insiden kecelakaan anjing kesayangan kami, Chiko, yang kemudian pergi untuk selamanya. Peristiwa-peristiwa beruntun ini meninggalkan duka, kemarahan, dan kesedihan. Ada hari-hari ketika saya merasa kuat, namun ada juga momen ketika hati kosong dan doa terasa kering.
Meski roller coaster, perlahan saya melihat bahwa masa berat ini tidak saya jalani sendirian. Ada warga dari lingkungan yang datang menemani saya sebelum operasi. Ada dokter dan perawat yang bekerja dengan keahlian sekaligus kehangatan. Ada sopir taksi online hingga dokter hewan yang membantu kami saat penanganan insiden Chiko. Teman-teman kerja yang penuh pengertian, hingga pesan singkat dari banyak orang, bahkan dari teman lama, termasuk ibu seorang teman yang berdoa khusus untuk saya. Saya menjumpai orang-orang yang rela memberikan apa saja yang mereka miliki untuk menguatkan saya. Mereka adalah murid yang Tuhan kirim, agar kehadiran-Nya dapat saya rasakan, seperti dalam kisah Yesus mengutus tujuh puluh murid.
Untuk membuka jalan bagi-Nya. Yesus mengutus para murid mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak Ia datangi. Yesus menugaskan para murid untuk tinggal bersama mereka yang menerima, memberi kuasa menyembuhkan yang sakit, dan mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Penyembuhan merupakan belas kasih Allah atas penderitaan manusia, serta menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya. Penyembuhan juga menyentuh pemulihan batin, kelegaan di tengah ketakutan, dan ketenangan bagi orang dalam kerapuhan.
Yesus menginginkan Kabar Baik menjangkau tubuh, jiwa, dan seluruh keberadaan manusia. Para murid menjadi tanda kehadiran Allah di tengah rasa sakit, kecemasan, dan ketidakberdayaan. Kasih dan kepedulian yang dibawa para murid membuat Kerajan Allah hadir dan dekat.
Hari ini, saya ditopang para murid yang Tuhan kirim untuk menguatkan saya menjalani masa-masa sulit. Besok, saya ingin melangkah menjadi murid yang diutus untuk mendekatkan Kerajaan Allah kepada siapa saja melalui kepedulian, tangan yang menolong, atau doa.
Doa:
Allah Yang Maha Rahim, terima kasih untuk orang-orang yang Engkau kirim dalam situasi krisis kami, yang hadir melalui kepedulian, keahlian, pertolongan, dan juga doa. Lewat mereka, Engkau datang menyembuhkan luka, menenangkan kegelisahan, dan menguatkan. Hari ini kami bersyukur karena dikuatkan. Besok, utuslah kami menjadi murid-Mu yang membawa damai, pertolongan, dan menghidupkan harapan bagi orang lain. Amin.

Komentar
Posting Komentar