(Renungan) Kekompakan Iman Membuahkan Berkat

Kekompakan Iman Membuahkan Berkat
(Lyli Herijanto)
 
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, 
“Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!”
(Mrk. 2:5)
 
Kalender Liturgi Jumat, 16 Januari 2026
Bacaan Pertama: 1Sam. 8:4-7.10-22a
Mazmur Tanggapan: Mzm. 89:16-17.18-19
Bacaan Injil: Mrk. 2:1-12
 
Kisah karya penyembuhan orang lumpuh yang dilakukan Tuhan Yesus pada Injil hari ini sangat menarik. Kisah ini berbeda dengan kisah-kisah mukjizat penyembuhan lainnya yang kebanyakan didasarkan pada iman orang yang sakit itu sendiri. Kali ini, teristimewa Yesus melihat 'iman mereka', iman teman-teman orang lumpuh itu. Iman mereka kompak dan menunjukkan solidaritas. Mereka peka dan saling peduli, mau repot menggotong temannya yang lumpuh itu menemui Yesus. Ketika terhadang kerumunan orang banyak, mereka berpikir kreatif membuka atap rumah tersebut, menurunkan temannya yang lumpuh untuk langsung bertemu Tuhan Yesus. Yesus mengampuni dosa-dosa orang lumpuh itu dan memberikan kesembuhan bukan hanya karena iman orang lumpuh itu, melainkan juga karena iman teman-temannya.

Di penghujung tahun 2021, seorang teman di komunitas spiritualitas secara mendadak mengalami stroke berat. Stroke menjadikannya lumpuh, lunglai tak berdaya. Dokter menyarankan agar dilakukan tindakan pengangkatan tumor di batang otak agar keadaannya tidak semakin memburuk. Namun, prognosis dokter mengungkapkan bahwa operasi tersebut tingkat keberhasilannya kecil dan sangat berisiko. Sungguh bagai makan buah simalakama. Di tengah kebimbangan, kami percaya akan adanya harapan sejati yang berasal dari Tuhan Yesus, Tabib Agung yang berbelas kasih. Melalui doa yang tak putus didaraskan bersama-sama, kami “membuka atap di atas Yesus dan menurunkan teman kami untuk menemui-Nya”. Saat berdoa bersama, kami berada dalam hadirat Tuhan dan membiarkan Tuhan yang memutuskan untuk kesembuhan teman kami.

Kini, lebih dari empat tahun berselang, teman kami sudah hampir pulih sepenuhnya. Beberapa dari kami kerap mengunjunginya. Kehangatan dan keceriaan yang dibagikannya menjadi sukacita bagi kami, juga membawa rasa takjub untuk memuliakan-Nya. Pagar doa yang dilakukan secara tatap muka maupun daring, sebelum, selama dan pascaoperasi untuk kesembuhannya membawa kesadaran bagi kami semua, bahwa kami tidak pernah menduga seberapa besar dampak iman kami bagi sesama. 

Sudahkah kita melalui iman, harapan dan kasih yang berasal dari Tuhan membawa berkat bagi sesama kita?
 
Doa: 
Tuhan, kami bersyukur mempunyai lingkaran pertemanan yang saling mendukung dengan berbagai bentuk perhatian. Mampukanlah kami menjadi teman yang peduli dan membawa berkat bagi sesama. Amin.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia