(Renungan) Keluarga Baru
Keluarga Baru
(Leo Hans Adrianus)
(Leo Hans Adrianus)
“Siapa saja yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan, dan ibu-Ku.”
(Mrk. 3:35)
Kalender Liturgi Selasa, 27 Januari 2026
Bacaan Pertama: 2Sam. 6:12b-15.17.19
Mazmur Tanggapan: Mzm. 24:7.8.9.10
Bacaan Injil: Mrk. 3:31-35
Bacaan Pertama: 2Sam. 6:12b-15.17.19
Mazmur Tanggapan: Mzm. 24:7.8.9.10
Bacaan Injil: Mrk. 3:31-35
Kesan pertama yang timbul ketika membaca awal perikop ini adalah "Kenapa sikap Yesus kepada orang tua dan saudara-saudara-Nya seperti itu?" Sulit diterima, seorang yang mengajar tentang kasih, memperlakukan orang tua dan saudara-saudara-Nya dengan sikap yang tidak mencerminkan kasih.
Namun, setelah membaca ayat selanjutnya, aku mengerti alasan Yesus bersikap begitu. “Siapa saja yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan, dan ibu-Ku.”
Ya, siapa saja yang bersama dengan Dia melakukan kehendak Bapa-Nya, maka akan disebut saudara bahkan ibu-Nya. Merekalah yang menjadi anggota keluarga-Nya. Keluarga baru yang tidak berdasarkan ikatan darah, tapi ikatan batin, ikatan iman.
Bukan dia yang hanya dapat menyebut, “Tuhan! Tuhan!” Tapi mereka yang bersama-sama, satu visi dan misi, bergabung dalam satu bahtera dengan pelabuhan tujuan yang sama, mereka menjadi satu keluarga.
Aku teringat contoh terbentuknya suatu ikatan kekeluargaan baru, yaitu tatkala terjadi tragedi Mei 1998. Para tetangga yang biasanya tidak pernah berkumpul, kali itu seakan-akan senasib seperjuangan. Kami berkumpul di pos depan kompleks. Berjaga-jaga secara mandiri, bergiliran. Para ibu membekali dengan minuman dan camilan. Di sana ada senda gurau yang membunuh suasana canggung, udara malam yang dingin, kebosanan, dan perasaan cemas dan takut. Suatu paguyuban dari mereka yang merasa senasib dan mempunyai tujuan yang sama. Tanpa membawa status dan kepentingan masing-masing, semua satu tujuan, menjaga keselamatan bersama.
Di tengah kesibukan, dan perjuangan kita di kehidupan masa kini, marilah kita bersatu hati, bersatu dalam misi pelayanan, melakukan perintah dan kehendak-Nya. Sehingga pelayanan yang mengutamakan kemuliaan Allah, berdasarkan firman-Nya itu akan menjadi pelayanan kita sebagai satu keluarga dalam Kristus. Sehingga kita akan turut disebut sebagai saudara-saudari Yesus. Saudara-saudari satu keluarga yang berada di satu tempat yang sama, yaitu di dalam Kerajaan Allah.
Doa:
Allah Bapa Yang Maha Kasih, curahkanlah rahmat-Mu agar kami dapat sehati dan satu perjalanan dengan Putera-Mu melakukan kehendak-Mu. Agar kami dikumpulkan kembali dalam satu keluarga di kerajaan surga abadi. Amin.
Allah Bapa Yang Maha Kasih, curahkanlah rahmat-Mu agar kami dapat sehati dan satu perjalanan dengan Putera-Mu melakukan kehendak-Mu. Agar kami dikumpulkan kembali dalam satu keluarga di kerajaan surga abadi. Amin.

Komentar
Posting Komentar