(Renungan) Kesaksian Yohanes Pembaptis
Kesaksian Yohanes Pembaptis
(Rosa Maria Gani)
Kalender Liturgi Minggu, 18 Januari 2026
Bacaan Pertama: Yes. 49:3.5-6
Mazmur Tanggapan: Mzm. 40:2.4ab.7-8a.8b-9.10
Bacaan Kedua: 1Kor. 1:1-3
Bacaan Injil: Yoh. 1:29-34
Bagaimana cara seseorang menyampaikan kesaksian tergantung dari seberapa penting dan seberapa terlibatnya yang bersangkutan mengalami peristiwa tersebut. Ada orang menyampaikan kesaksian dengan nada bicara biasa saja, karena kesaksiannya tidak begitu penting. Tetapi ada yang dengan lantang dan penuh keyakinan, karena apa yang ia sampaikan adalah sesuatu yang ia yakini kebenarannya.
Saksi adalah orang yang berbicara demi kepentingan pihak lain, biasanya saksi menyatakan siapa atau apa yang dilakukan oleh pihak lain. Yohanes Pembaptis merupakan saksi agar orang dapat mengenal siapa Yesus dan apa maksud kedatangannya di dunia.
Ada tiga kesaksian yang ingin disampaikan oleh Yohanes.
(Rosa Maria Gani)
Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.
(Yoh. 1:34)
Bacaan Pertama: Yes. 49:3.5-6
Mazmur Tanggapan: Mzm. 40:2.4ab.7-8a.8b-9.10
Bacaan Kedua: 1Kor. 1:1-3
Bacaan Injil: Yoh. 1:29-34
Bagaimana cara seseorang menyampaikan kesaksian tergantung dari seberapa penting dan seberapa terlibatnya yang bersangkutan mengalami peristiwa tersebut. Ada orang menyampaikan kesaksian dengan nada bicara biasa saja, karena kesaksiannya tidak begitu penting. Tetapi ada yang dengan lantang dan penuh keyakinan, karena apa yang ia sampaikan adalah sesuatu yang ia yakini kebenarannya.
Saksi adalah orang yang berbicara demi kepentingan pihak lain, biasanya saksi menyatakan siapa atau apa yang dilakukan oleh pihak lain. Yohanes Pembaptis merupakan saksi agar orang dapat mengenal siapa Yesus dan apa maksud kedatangannya di dunia.
Ada tiga kesaksian yang ingin disampaikan oleh Yohanes.
Pertama, Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29). Anak Domba ini disediakan sendiri oleh Allah. Padahal menurut hukum mana pun, selayaknyalah orang yang bersalah harus bertanggung jawab dengan diberi hukuman. Tetapi Allah sungguh berbelas kasih. Ia bukan hanya tidak ingin manusia dihukum, Ia juga menghapus dosa manusia. Perkataan Yohanes bahwa Yesus telah ada sebelum dia (Yoh. 1:30), dilatarbelakangi oleh kesadaran Yohanes bahwa peran Yesus jauh lebih penting dan lebih berkuasa dari pada dirinya.
Kedua, Yesus adalah orang yang menerima dan sekaligus memberi Roh Kudus (Yoh. 1:32). Yohanes telah melihat sendiri bahwa Roh turun seperti burung merpati dan ‘tetap tinggal’ di atas Yesus. Karena itulah Yesus dapat membaptis orang dengan Roh Kudus, yang membuat orang terlahir sebagai manusia baru yaitu anak Allah. Sebab, Roh Kudus merupakan Roh Allah, maka orang-orang yang dibaptis dengan Roh Kudus otomatis menjadi anak-anak Allah. Pada saat itulah zaman keselamatan dimulai.
Ketiga, kesaksian Yohanes memuncak dalam pengakuan bahwa Yesus adalah Anak Allah (Yoh. 1:34). Yesus berasal dari Allah, sejak semula bersama Allah dan diutus Allah untuk menyelamatkan manusia.
Semua kesaksian Yohanes sangat penting karena Allah sendiri yang mengutusnya dan ia juga terlibat dalam peristiwa tersebut. Maukah saya menjadi saksi Kristus seperti Yohanes Pembaptis, meski harus merendahkan diri?
Doa:
Allah Yang Maha Baik, kami bersyukur atas kesaksian yang diberikan oleh Yohanes Pembaptis. Semoga kesaksian Yohanes ini mampu meneguhkan iman kami, supaya kami semua layak ikut serta dalam karya Keselamatan yang ditawarkan Allah melalui Anak-Nya. Amin.

Komentar
Posting Komentar