(Renungan) Pilihan Tuhan
Pilihan Tuhan
(F.D. Henny Dwi Widyasari)
Kalender Liturgi Sabtu, 17 Januari 2026
Bacaan Pertama: 1Sam. 9:1-4.17-19. 10:1a
Mazmur Tanggapan: Mzm. 21:2-3.4-5.6-7
Bacaan Injil: Mrk. 2:13-17
(F.D. Henny Dwi Widyasari)
“Ketika Ia lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di tempat pemungutan cukai lalu Ia berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Lewi pun bangkit lalu mengikut Dia.”
(Mrk 2:14)
Kalender Liturgi Sabtu, 17 Januari 2026
Bacaan Pertama: 1Sam. 9:1-4.17-19. 10:1a
Mazmur Tanggapan: Mzm. 21:2-3.4-5.6-7
Bacaan Injil: Mrk. 2:13-17
Alkisah seorang putri bernama Purbasari yang diasingkan ke hutan oleh kakaknya, Purbararang. Di hutan ia dihibur oleh kera yang kemudian berubah menjadi pangeran tampan. Akhirnya kesalahan Purbararang terungkap dan Purbasari menjadi pemimpin kerajaan bersama suaminya, si Pangeran Kera, Lutung Kasarung.
Kenapa seorang putri menikah dengan seekor kera? Seperti Putri Purbasari, aneh benar Tuhan, kenapa Ia memanggil Lewi yang adalah pemungut cukai dan dibenci banyak orang Yahudi; di depan banyak orang yang sedang mengikuti Dia. Anehnya, Lewi meresponi panggilan-Nya itu, dengan segera mengikuti Dia. Pastilah Lewi merasakan yang memanggilnya adalah orang yang memiliki otoritas tinggi.
Amat mungkin, Lewi yang kemudian kita kenal dengan Matius, penulis Injil. Saat itu sedang risau hati, dengan tekanan ‘penghakiman’ banyak orang karena pekerjaannya itu.
Berbeban! Sebuah keadaan sejalan dengan bacaan pertama yang menceritakan Saul dipilih oleh Samuel, kemudian diurapi menjadi raja. Saul sedang risau hati dan kelelahan, berbeban karena mencari keledai-keledai ayahnya yang hilang. Lewi dan Saul ama-sama merasa ‘tidak pantas’ di hadapan yang memanggilnya, karena menyadari “siapalah aku ini?” Latar belakang, kelelahan, tekanan dan beban tidak menutup panggilan seseorang.
Panggilan Tuhan adalah penghargaan, pantas untuk dirayakan. Sering kali panggilan itu membuat ketidaksukaan karena 'siapa kita', seperti orang Farisi yang ‘nyinyir’ ketika Yesus makan bersama para pemungkut cukai. Masyarakat dan kaum Farisi melihat Lewi sebagai 'sampah masyarakat' karena pekerjaannya.
Dalam dongeng Lutung Kasarung pun demikian, masyarakat melihat Lutung sebagai buruk rupa, hewan yang rendah. Purbasari menerima Lutung tanpa menghakimi penampilannya, seperti Yesus yang merangkul Lewi tanpa menghakimi masa lalunya. Demikian pula pilihan Samuel kepada Saul, menunjukkan bahwa nilai sejati seseorang tidak ditentukan label sosial atau penampilan luar. Bahkan, Samuel memberikan otoritas kepada Saul ketika ia memanggilnya (lih. 1Sam 9:17).
Bacaan hari ini meningatkan bahwa “Bila Tuhan berkehendak, maka, ya biarlah semuanya jadi”. Kamu adalah pilihan Tuhan dipanggil untuk mengikuti Dia. Bersukacitalah!
Doa:
Tuhan, terima kasih Engkau meningatkan kembali agar kami selalu bersyukur atas semua panggilan dari-Mu, karena artinya kami adalah orang pilihan itu. Kami juga mau menyerahkan segala otoritas kembali kepada-Mu. Bila Engkau yang berkehendak, kami percaya Engkau, Tuhan yang akan memberikan otoritas kepada kami untuk menjalani panggilan-Mu itu, maka kami akan selalu bersukacita atasnya. Amin.
Tuhan, terima kasih Engkau meningatkan kembali agar kami selalu bersyukur atas semua panggilan dari-Mu, karena artinya kami adalah orang pilihan itu. Kami juga mau menyerahkan segala otoritas kembali kepada-Mu. Bila Engkau yang berkehendak, kami percaya Engkau, Tuhan yang akan memberikan otoritas kepada kami untuk menjalani panggilan-Mu itu, maka kami akan selalu bersukacita atasnya. Amin.

Komentar
Posting Komentar