Pertobatan, Hanya Debulah Aku

Pertobatan-Hanya Debulah Aku
(Katarina Noviarty) 

Jawab Yesus kepada mereka, "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berduka cita selama mempelai itu bersama mereka?
Namun, akan datang harinya mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa."
(Mat. 9:15) 

Kalender Liturgi Jumat, 
20 Februari 2026
Hari Jumat sesudah Rabu Abu
Bacaan Pertama: Yes. 58:1-9a
Mazmur Tanggapan : Mzm. 51:3-4.5-6a.18-19
Bacaan Injil : Mat. 9:14-15 

Mengapa orang-orang Farisi berpuasa sedangkan murid-murid Yesus tidak berpuasa? Itulah pertanyaan murid-murid Yohanes Pembaptis ketika datang kepada Yesus. Lalu Yesus menjawab dengan perumpamaan 'Mempelai laki-laki'. Kata-Nya, "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Namun, akan datang harinya  mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa." (Mat. 9:15).

Dalam perumpamaan ini diartikan bahwasanya mempelai laki-laki itu adalah Yesus sendiri, maka kehadiran Yesus adalah sukacita bagi murid-murid-Nya. Ketika Yesus diambil dari mereka, disiksa dan wafat, murid- murid-Nya pun berdukacita, saat itulah mereka berpuasa. Puasa ini berakhir ketika mereka berjumpa kembali dengan Yesus yang bangkit karena ada sukacita. 

Pada masa kini, pengikut Kristus terutama Katolik, berpuasa dan berpantang pada masa Prapaskah, masa pertobatan; adalah agar kita yang bak butiran debu ini, kembali kepada Allah dengan segenap hati yang tulus dan melakukan pertobatan. Saat itu kita tidak hanya melakukan puasa dan berpantang saja, tetapi juga puasa hati untuk pengendalian diri agar dapat menjaga sikap, yaitu perkataan maupun perbuatan, sehingga relasi dengan Allah dan sesama menjadi baik. 

Kepada jemaatnya di Korintus, Paulus menyatakan bahwa masa puasa adalah masa di mana kita menerima kasih karunia Allah. Paulus telah mengalami pertobatan dan bertransformasi dari kehidupan lamanya sebelum mengenal Kristus dan menjalani kehidupan baru setelah mengenal Kristus, melalui pengalaman imannya yang begitu luar biasa.

Berawal sebagai seorang Farisi yang membenci murid-murid Yesus, hingga pengalaman Paulus bertemu dengan Yesus dalam perjalannya ke Damsyik. Paulus mengalami kebutaan selama tiga hari karena tak kuat melihat cahaya Yesus yang sangat terang. Setelah bertemu dengan Ananias, Paulus bertobat dan matanya disembuhkan sehingga ia melihat kembali. Paulus dibaptis oleh Ananias, dipenuhi oleh Roh Kudus dan kemudian ia mendedikasikan seluruh hidupnya hanya untuk Kristus hingga akhir hayatnya. 

Dalam masa Prapaskah ini marilah kita memeriksa kehidupan rohani kita, apakah kita sudah berelasi dengan baik dengan Allah dan sesama kita?

Doa:
Bapa Yang Maha Rahim, jauhkanlah kami dari kesesatan dosa dan bimbinglah kami untuk selalu berada di jalan-Mu agar kami dapat memperbarui hidup kami, dari kehidupan lama menjadi kehidupan baru. Mampukan kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam perbuatan dan iman kami, sehingga dalam masa puasa dan pantang ini, Engkau juga membuka hati kami agar semakin peka kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan menjadi penyalur berkat bagi sesama kami. Demi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia