(Renungan) Berdoa untuk Memohon
Berdoa untuk Memohon
(Anita Elka Windyasari)
Kalender Liturgi Kamis, 26 Februari 2026
Hari Biasa Pekan Prapaskah I
Bacaan Pertama: T.Est. 4:10a.10c-12.17-19
Mazmur Tanggapan: Mzm. 138:1-2a.2bc-3.7c-8
Bacaan Injil: Mat. 7:7-12
Pada bacaan hari ini Yesus mengajar tentang cara berdoa. Kita berdoa memohon hal-hal baik, yang benar-benar kita butuhkan. Berdoa disertai iman dan ketekunan. Mintalah, carilah, dan ketuklah, menggambarkan peningkatan intensitas ketekunan berdoa. Berdoa dilakukan tanpa mengenal lelah. Mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan akan menyaksikan kuasa Tuhan yang luar biasa, membuat kita terkaget-kaget dibuatnya. Yesus sekaligus menjelaskan bahwa Tuhan mengerti kebutuhan kita dan akan memberikan yang terbaik menurut-Nya. Di bagian akhir Yesus mengingatkan agar kita berbuat baik, seperti yang kita kehendaki diperbuat orang lain kepada kita.
Bulan Desember selalu membuat umat kristiani bersukacita. Pemasangan ornamen-ornamen Natal di banyak tempat membuat suasana tambah semarak. Bulan Desember pun selalu istimewa bagi saya, sebagai bulan saya menikah sekaligus bulan kelahiran anak pertama kami, Shane. Shane saya imani sebagai anak yang diberikan Tuhan karena doa-doa kami. Saya dan suami menikah tahun 1999 di usia yang sudah cukup berumur sehingga kami berdua sungguh mengharapkan bisa segera mendapatkan anak. Saya dan suami berdoa, memohon agar dikaruniai anak laki-laki yang lahir bulan Desember tahun 2000. Kebetulan tahun 2000 populer sebagai tahun naga emas. Rasanya seru juga jika mendapatkan anak laki-laki shio naga emas.
Tuhan berkenan mendengarkan doa kami. Shane, bayi laki-laki, lahir tepat bulan Desember tahun 2000, setahun setelah pernikahan kami. Saya, suami dan keluarga besar sangat bersyukur dan berbahagia karenanya. Setiap tahun saat merayakan ulang tahun Shane, kami diingatkan kembali akan besarnya kasih karunia Tuhan kepada kami.
Tuhan akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya (Mat. 7:11). Maukah kita tetap mengandalkan Tuhan di saat hidup kita tidak sedang baik-baik saja?
Doa:
Bapa, kami mengucap syukur karena Engkau sungguh baik. Kasih-Mu sungguh berlimpah atas hidup kami. Kami berterimakasih atas berkat-berkat-Mu yang selalu baru dan pertolongan-Mu yang tidak pernah terlambat. Besar kasih setia Tuhan di sepanjang hidup kami. Amin.
(Anita Elka Windyasari)
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
(Mat. 7:7)
Hari Biasa Pekan Prapaskah I
Bacaan Pertama: T.Est. 4:10a.10c-12.17-19
Mazmur Tanggapan: Mzm. 138:1-2a.2bc-3.7c-8
Bacaan Injil: Mat. 7:7-12
Pada bacaan hari ini Yesus mengajar tentang cara berdoa. Kita berdoa memohon hal-hal baik, yang benar-benar kita butuhkan. Berdoa disertai iman dan ketekunan. Mintalah, carilah, dan ketuklah, menggambarkan peningkatan intensitas ketekunan berdoa. Berdoa dilakukan tanpa mengenal lelah. Mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan akan menyaksikan kuasa Tuhan yang luar biasa, membuat kita terkaget-kaget dibuatnya. Yesus sekaligus menjelaskan bahwa Tuhan mengerti kebutuhan kita dan akan memberikan yang terbaik menurut-Nya. Di bagian akhir Yesus mengingatkan agar kita berbuat baik, seperti yang kita kehendaki diperbuat orang lain kepada kita.
Bulan Desember selalu membuat umat kristiani bersukacita. Pemasangan ornamen-ornamen Natal di banyak tempat membuat suasana tambah semarak. Bulan Desember pun selalu istimewa bagi saya, sebagai bulan saya menikah sekaligus bulan kelahiran anak pertama kami, Shane. Shane saya imani sebagai anak yang diberikan Tuhan karena doa-doa kami. Saya dan suami menikah tahun 1999 di usia yang sudah cukup berumur sehingga kami berdua sungguh mengharapkan bisa segera mendapatkan anak. Saya dan suami berdoa, memohon agar dikaruniai anak laki-laki yang lahir bulan Desember tahun 2000. Kebetulan tahun 2000 populer sebagai tahun naga emas. Rasanya seru juga jika mendapatkan anak laki-laki shio naga emas.
Tuhan berkenan mendengarkan doa kami. Shane, bayi laki-laki, lahir tepat bulan Desember tahun 2000, setahun setelah pernikahan kami. Saya, suami dan keluarga besar sangat bersyukur dan berbahagia karenanya. Setiap tahun saat merayakan ulang tahun Shane, kami diingatkan kembali akan besarnya kasih karunia Tuhan kepada kami.
Tuhan akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya (Mat. 7:11). Maukah kita tetap mengandalkan Tuhan di saat hidup kita tidak sedang baik-baik saja?
Doa:
Bapa, kami mengucap syukur karena Engkau sungguh baik. Kasih-Mu sungguh berlimpah atas hidup kami. Kami berterimakasih atas berkat-berkat-Mu yang selalu baru dan pertolongan-Mu yang tidak pernah terlambat. Besar kasih setia Tuhan di sepanjang hidup kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar